
Ismed Sofyan lagi-lagi menjadi momok menakutkan bagi Timnas Indonesia. Entah kebetulan atau tidak, pilar Persija Jakarta ini kembali menjadi aktor di balik kegagalan Merah Putih kala butuh poin krusial. Akibat tackling kerasnya di menit 46, Pasukan Garuda harus melanjutkan laga dengan 10 pemain setelah Ismed diusir wasit asal Jepang Tojo Minoru keluar lapangan.
Akibat ulah wingbek asal Aceh ini, Indonesia harus bermain di bawah tekanan sepanjang pertandingan di babak kedua dan harus kehilangan tiga poin yang sudah ada di depan mata. Sebab, serangan bergelombang Kuwait berujung gol Ahmad Ajab di menit 72. Sontekan striker nomor sembilan ini sekaligus membuat gol Budi Sudarsono di masa injury time babak pertama (45+4’) sia-sia.
”Ada kesalahan yang seharusnya tidak perlu dilakukan saat kondisi sedang berada di atas. Maaf untuk masyarakat Indonesia, karena hasilnya cukup mengecewakan,” terang pelatih Benny Dolo dalam konferensi pers kemarin (18/11).
Sebelumnya, Ismed pernah membuyarkan mimpi Indonesia melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2007 setelah melakukan pelanggaran di sisi kiri pertahanan Indonesia yang berujung tendangan bebas dan mengakibatkan gol. Dalam laga melawan Arab Saudi itu, Indonesia harus kalah 1-2. Padahal dengan hasil 1-1 saja, Indonesia sudah bisa lolos ke babak kedua.
Tak jauh beda dengan kejadian dua tahun lalu, hasil imbang kala melawan Kuwait tadi malam membuat perjuangan Indonesia menuju babak final Piala Asia 2011 semakin berat kalau tak mau dikatakan tertutup. Sebab, tambahan satu angka ini semakin menenggelamkan Merah Putih di dasar klasemen Grup B dengan tiga angka dari empat laga.
Untuk menjaga peluang lolos, Indonesia butuh keajaiban dengan menyikat dua sisa laga, karena lawan di laga sisa, Oman (6/1/2010) dan kontra Australia (3/3/2010), secara kualitas lebih bagus dari Kuwait. ”Saya akui peluang lolos masih ada meski memang sangat berat,” terang Bendol, sapaan karib Benny Dolo.
Sementara, kubu Kuwait tak bisa sembunyikan kebahagiaannya setelah sukses menahan imbang Indonesia. Kebanyakan pemain langsung melakukan sujud syukur setelah wasit sudahi pertandingan.
Keributan di dalam lapangan itu memicu keresahan pihak supporter. Mereka pun merasa tak nyaman dan minta digeser dari tengah-tengah suporter Indonesia yang ada di tribun VIP barat. Bukan hanya itu, pada menit 75, suporter Indonesia juga melempari pemain Kuwait yang sedang melakukan pemanasan.
”Semua ini karena laga ini penuh emosi. Bader tak ada masalah, dia hanya merasa masih pusing, makanya saya ganti. Sayang, anak-anak banyak menyia-nyiakan peluang,” terang pelatih Kuwait Goran Tiugfedzic kemarin (18/11). (kmd)
Klasemen Sementara
Grup B
1. Australia 4 2 1 1 3-2 7
2. Kuwait 4 2 1 1 4-3 7
3. Oman 4 1 1 2 2-3 4
4. Indonesia 4 0 3 1 3-2 3
»» read more

Tim nasional (timnas) Indonesia akan mencoret 50 persen pemainnya saat pemusatan latihan (TC), akhir September. Lambatnya persiapan klub berimbas kepada penurunan stamina pemain sehingga timnas dihadapkan pada problem kebugaran.
Ini akibat pemain libur panjang kompetisi. Pelatih Timnas Benny Dollo mengungkapkan, perubahan komposisi pemain secara mendasar akan diterapkan. Tapi, taktik dan strategi timnas membutuhkan dukungan kebugaran pemain.
“Perkembangan pemain selalu kami pantau. Kami khawatir dengan kebugaran pemain, padahal kami harus fight selama 90 menit. Banyak pemain yang terkendala latihan karena persiapan klub lambat. Kalau kondisi mereka tidak bagus, maka kami hanya akan memanggil 50 persen dari komposisi pemain terakhir,” ungkap Bendol kepada GOSport.
Timnas sebelumnya menetapkan 25 nama yang dipersiapkan menjalani TC permanen sebelum menghadapi Kuwait pada Sabtu, 14 November 2009 dan Rabu 18 November 2009. Nama striker Budi Sudarsono dan gelandang Elie Aiboy waktu itu tereliminasi.
M Ilham
Bendol justru menaruh perhatian lebih kepada gelandang M Ilham. “Banyak pemain yang hanya nego-nego saja, contohnya M Ilham. Seharusnya dia tetap berlatih agar staminanya tidak menurun. Mereka itu bukan pemain dunia," kata Bendol.
"Kami juga terus memantau kondisi Elie dan Budi. Tetap tidak bisa kalau kondisi mereka pas-pasan. Kami agak kesulitan memantau perkembangan Elie. Tapi, nanti kami akan berbicara langsung dengan pemain,” ujarnya.
Sebanyak 22 pemain diproyeksikan akan mengikuti TC dengan satu rencana uji coba kontra timnas Singapura. Bukan hanya pemain, internal manajemen Merah Putih pun agak memanas, lantaran wacana rangkap tanggung jawab oleh Bendol bersama Persija Jakarta.
Konon, hal ini muncul akibat tidak adanya garansi masa depan eks pelatih Persita Tangerang ini. Terutama usai laga kontra Kuwait.
“Pada Senin (31 Agustus 2009), status saya di Persija akan diumumkan beserta komposisi tim lainnya. Siapa pun tidak ingin gagal. Tapi, siapa yang mau menjamin kalau memang ternyata gagal,” tandasnya. [edwan ruriansyah/vivanews]
»» read more

PSSI mengalokasikan dana sebesar Rp33,6 miliar untuk membiayai agenda tim nasional (timnas) Indonesia. Jumlah tersebut diklaim lebih besar dari operasional organisasi.
Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menyatakan, organisasi menyiapkan anggaran maksimal Rp56 miliar pada tahun ini. Dari total anggaran, 60% digunakan menghidupi timnas senior, junior, juga wanita. ”Anggaran PSSI setiap tahun kurang lebih sama,Rp50 miliar sampai Rp56 miliar. Tahun ini coba dimaksimalkan. Tapi, sebagian besar dana digunakan untuk timnas.
Itu karena timnas adalah prioritas dan agendanya cukup padat,”ungkap Nugraha kemarin. Saat ini timnas senior sedang berjuang lolos dari jerat Grup B Kualifikasi Piala Asia 2011 yang dihuni Australia, Oman, serta Kuwait. Namun, Merah Putih butuh kemenangan karena terjerembab di peringkat 3 grup dengan nilai dua dari dua pertandingan. Terpaut satu angka dari Kuwait serta dua angka dari pimpinan grup Oman. Padahal, Charis Yulianto dkk wajib meneruskan rapor empat kali beruntun lolos ke final round Piala Asia.
Timnas pun merencanakan training camp (TC) mulai 25 September hingga 8 Oktober di Jakarta. Tugas berat juga dipikul timnas U-23 di SEA Games (SEAG) 2009 Laos. Merah Putihmuda ditargetkan lolos ke final atau minimal meraih medali perak SEAG. Mereka harus bersaing dengan Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura. Jajang Mulyana dkk berencana beruji coba kembali dengan Malaysia, Singapura, atau Thailand sebelum bertolak ke Laos,Oktober.
Timnas U-19 pun ditargetkan juara Grup F Piala Asia U-19 dengan venue utama Stadion Si Jalak Harupat, lalu alternatifnya Stadion Siliwangi pada November. ”Kami ingin melihat bukti timnas U-23 setelah belajar di Uruguay. Pembagian anggaran timnas menurut prioritas PSSI.Tapi,dana tersebut masih lebih besar dari operasional organisasi dan teknis lainnya. Bukan hanya biaya TC, kami harus menanggung transpor dan akomodasi saat mengikuti sebuah event. Sebenarnya jumlah anggaran timnas negara lain kurang lebih sama,”tuturnya.
Namun, masalahnya, investasi Merah Putihtahun lalu senilai Rp20 miliar hanya berbuah satu gelar Piala Kemerdekaan 2008. Satusatunya gelar tersebut dibumbui aksi walk outLibya pada final,meski mereka sementara memimpin 1-0. Charis dkk juga hanya jadi runnerupTurnamen GRMC di Myanmar. Tim besutan Pelatih Benny Dollo pun gagal mewujudkan target utama juara Piala AFF. Mereka tereliminasi di semifinal karena kalah agregat 1-3 dari Thailand.
”Kami memang akan menggelar beberapa event seperti Piala Asia U-19. Tapi, dana penyelenggaraan tetap dari sponsor. Kami menjual hak siar kepada televisi, tapi dana pokok yang diterima untuk pelaksanaan event. Kalau ada sisa, baru masuk ke timnas. Kami agak terbantu dengan apparel,” tandasnya.
[wahyu argia/sindo]
»» read more
Posisi pelatih tim nasional (timnas) U-23 bisa berubah permanen. Itu terkait dengan kondisi pelatih asal Uruguay, Cesar Payovich Perez, yang sampai kemarin (19/8) belum bisa mendampingi anak asuhnya berlatih di Palembang, Sumatera Selatan. Dia harus mendampingi istrinya yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Uruguay. Kandidat utama yang bakal menggantikan adalah
Alberto Bica. Dia mendampingi lanjutan proses seleksi timnas U-23 sejak 13 Agustus lalu. Cesar memang sempat mendampingi seleksi. Tapi, kabar kurang sedap itu membuat dia memilih bertukar tempat dengan Alberto yang memoles timnas U-17. "Untuk kepastian, termasuk tentang kontrak, kami masih menunggu kabar dari Cesar," kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes di Jakarta kemarin. Menurut Nugraha, Cesar sendiri yang merekomendasikan Alberto untuk melatih timnas U-23. Jika sampai hari ini Cesar belum bisa kembali ke Indonesia, status pelatih timnas U-23 secara resmi dialihkan ke Alberto. Timnas U-23 tidak boleh ditinggal terlalu lama. Alasannya, tim tersebut minimal harus bisa mencapai final SEA Games edisi ke-15 pada Desember nanti.
Lawan yang akan dihadapi tidak ringan. Thailand, Vietnam, dan Singapura sudah mulai memantapkan tim. Hasil tahun lalu juga kurang apik. Indonesia harus terhenti pada babak penyisihan. Jadwal uji coba sudah di depan mata. Beberapa negara Asia Tenggara sudah mengajak untuk melakoni laga pemanasan pada Oktober mendatang.
[vem/diq/jawapos]
»» read more

Solusi yang didapat dari pertemuan klub, PSSI, Badan Tim Nasional (BTN), dan PT Liga Indonesia masih tetap merugikan tim. Persib Bandung yang memiliki beberapa pemain timnas khawatir tidak dapat mengoptimalkan amunisi yang dimiliki dalam menghadapi Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.
Bukan persoalan fisik atau cdera pemain yang digarisbawahi pelatih Persib Bandung Jaya Hartono. Kerja sama tim menjelang kompetisi yang memiliki kasta paling tinggi di tanah air itulah yang patut diwaspadai. "Bagaimana saya bisa mengoptimalkan tim kalau mereka tidak pernah bertemu utuh di lapangan?" katanya.
Dia menyadari bahwa kepentingan timnas tidak bisa diganggu gugat. Dia memilih mengoptimalkan persiapan sebelum Nova Arianto, Hariono, dan Eka Ramdani mengikuti pelatnas di bawah asuhan Benny Dolo. Langkah tersebut memang tidak mudah. Artinya, dia harus menggeber latihan anak asuhnya bersamaan dengan bulan Ramadan. Dia belum menerima jadwal pertandingan ISL.
Sampai kemarin (19/8), Jaya belum bertemu muka dengan Bendol (sapaan karib Benny Dolo) untuk membicarakan sinkronisasi latihan pelatnas dan klub. Maklum, dua kubu itu memiliki kepentingan yang berbeda.
Puncak penampilan pemain timnas terjadi saat menghadapi Kuwait pada November, sedangkan klub mulai pekan kedua Oktober. "Apa mau dikata, itu merupakan solusi terbaik dalam kondisi terburuk," ungkap kelahiran Medan tersebut.
Menurut Sekjen PSSI Nugraha Besoes, ke-25 pemain timnas memang boleh mengikuti ISL musim depan. Tapi, mereka tetap harus mematuhi jadwal pelatnas yang digeber di sela-sela ISL.
Pada 25 September-8 Oktober, para pemain timnas proyeksi Pra-Piala Asia 2011 harus mengikuti pelatnas di Jakarta. Mereka akan dikembalikan ke klub pada 8 Oktober-15 Oktober. Pelatnas berlanjut pada 26 Oktober- 18 November saat pertandingan kontra Kuwait di Jakarta usai.
"Permasalahan selama ini terjadi karena ada friksi kepentingan antara klub dan tim nasional. Karena itu, pemain diputuskan kembali ke klub pada jeda pelatnas," papar Nugraha.
Menurut dia, sudah saatnya kompetisi nasional dilihat sebagai ajang latihan para pemain sebelum mengikuti kompetisi internasional. Dia mengungkapkan, berdasar jadwal pelatnas tersebut, klub yang memiliki pemain timnas akan berlaga empat kali sampai November.
"Pengembalian pemain timnas ke klub saat pelatnas paling tidak mampu membiasakan pemain dengan ritme kompetisi," tuturnya. Apalagi, pekerjaan timnas kali ini tidak mudah. Maklum, mereka wajib meneruskan rekor untuk lolos ke babak utama seperti empat perhelatan serupa di Arab Saudi, Lebanon, Tiongkok, dan Indonesia pada 2007. "Kita punya rekor selalu lolos ke putaran final. Jangan sampai sejarah buruk tercatat saat ini," imbuhnya.
Nugraha menuturkan, selain berlatih di bawah asuhan Bendol, timnas akan melakoni uji coba kontra timnas Iran pada 7 November. Itu terjadi seiring makin getolnya kedua belah pihak dalam melakukan komunikasi. "Sekarang tinggal menunggu konfirmasi tertulis," ujarnya.
Uji coba tersebut merupakan yang pertama sejak upaya bertanding dengan beberapa negara dibatalkan karena kasus flu H1N1 dan rawannya kondisi keamanan di Indonesia pasca ledakan bom di Mega Kuningan, Jakarta. Negara yang batal melakukan pertandingan uji coba dengan tim nasional adalah Malaysia, Tiongkok, dan Arab Saudi.
[vem/diq/jawapos]
»» read more
PALEMBANG – Kondisi fisik menjadi faktor paling vital dalam sepak bola. Pada sesi latihan di Stadion Bumi Sriwijaya, kemarin, (9/8), pemain tim nasional (timnas) U-23 mendapatkan latihan ekstra keras.
Menurut Gabriel Anon asisten pelatih tim Garuda Yunior, pemain sepak bola harus memiliki fisik yang prima. ”Saya sengaja mengenjot fisik pemain pada sesi latihan kali ini. Pemain layak mendapatkan porsi peningkatan stamina ini,” kata Gabriel Anom kepada Sumatera Ekspres, kemarin.
Diakuin asisten pelatih asal Uruguay ini, libur kompetisi yang cukup panjang merupakan salah satu penyebab turunnya stamina para pemain tim Merah-putih Yunior. ”Para pemain timnas U-23 semuanya berusia muda. Peforma staminanya boleh dibilang cukup bagus. Bahkan para pemain timnas U-23 belum terlihat ada penurunan stamina yang berarti,” ungkap Gabriel sapaan akrabnya.
Sementara itu, Francesco “Panco” Morales asisten pelatih II tim Garuda Yunior menambahkan, stamina boleh dibilang menjadi dasar dalam bermain sepak bola. ”Kita bisa menendang bola tepat sasaran dibutuhkan fisik yang kuat. Paling tidak seorang pemain mampu berlari selama 90 menit tanpa henti,” jelas professor olahraga asal Uruguay ini.
Lanjut Panco sapaannya, pemain sepak bola tidak cukup memiliki fisik yang prima. ”Pemain sepak bola juga wajib mempunyai otak yang cerdas (pandai). Sebab kalau kita mempunyai fisik yang oke namun tidak memiliki skill boleh dibilang tidak konsisten dalam bermain bola,” tambahnya.
Dilain pihak Dedi Riswanto, ofisial Badan Tim Nasional (BTN) timnas U-23 menambahkan, pemain tidak hanya mendapatkan porsi latihan fisik didalam lapangan. ”Kita juga harus sering ke tempat kebugaran, minimal renang sama fitness lah,” pungkasnya. (mg42)
»» read more
PALEMBANG- Sriwijaya FC terus berjuang untuk mengubah keputusan Badan Tim Nasional (BTN). Yakni, tidak diperbolehkan pemain Timnas bermain di klub selama Pelatnas. Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini tetap menuntut hak sebagai tim yang sudah mengontrak pemain.
Tuntutan ini rencananya akan dibahas hari ini (10/8) pada kunjungan BTN dan pelatih Timnas, Benny Dollo, di Sekretariat Sriwijaya FC, Komplek Palembang Square. Kedatangan BTN sendiri sebenarnya dalam rangka roadshow dan pemaparan program Timnas.
“Besok (hari ini Red), rencananya pihak BLI, BTN,dan pelatih Timnas akan ke Sriwijaya untuk memamparkan program Timnas. Selain itu, ada beberapa hal penting yang akan di bahas,” kata Menejer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin.
Maklum, Sriwijaya termasuk salah satu tim yang sangat keberatan dengan keputusan yang di keluarkan pihak BTN. Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini termasuk tim yang sangat di rugikan BTN. Ya, enam pemain terbaiknya terancam tidak bisa tampil hingga sembilan laga. Atau hampir setengah kompetisi tidak bisa bertanding bersama Sriwijaya.
“Kami sangat keberatan dengan keputusan ini. Mudah-mudahan pada pertemuan nanti ada titik terang bagi kami,” ujar Menejer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, kemarin.
Sebenarnya, pihak BTN sendiri sudah mengeluarkan opsi tentang penggantian uang kontrak rata-rata pemain kisaran Rp10 Juta- Rp20 Juta per bulan.
Tapi, menurut Hendri, Sriwijaya bukan keberatan tentang masalah kerugian kontrak. Tapi, terpenting adalah tentang komposisi pemain yang sangat menentukan hasil pada Liga Super nanti. “Kami sangat bingung dengan keadaan ini. Disisi lain ini demi kepentingan Negara. Tapi, disisi lain ini menyangkut kelangsungan tim,” tambahnya.
Sriwijaya akan memberikan opsi terhadap BTN, yakni meminjam pemain Timnas saat tim sedang bertanding. “Saya rela pemain masuk Timnas. Karena ini sebuah kebanggaan. Tapi, pihak BTN juga harus bisa memberikan keluasan kepada Sriwijaya untuk tetap meramaikan ISL nanti,” ujar President Club PT SOM, Dodi Reza Alex. (mg43)
sumber
»» read more
PSSI (induk sepak bola Indonesia) tidak akan memberi konpensasi apapun pada Sriwijaya FC. Meski semua pemain sudah tanda tangan kontrak, tapi 7 pemain yang tergabung dalam training center (TC) timnas, tidak bisa diganggu gugat.
Artinya, Ferry Rotinsulu, Charis Yulianto, Isnan Ali, Ponaryo Astaman, Toni Sucipto, M Nasuha, dan Arif Suyono dipastikan tidak bisa membela Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) hingga akhir putaran I Indonesia Super League (ISL) II edisi 2009/2010.
Itu sudah ditegaskan sekjen PSSI, Nugraha Besoes. Menurut pria kelahiran 4 Juli 1941, TC tidak bisa diganggu gugat. Sebab, perjuangan tim Merah Putih bakal berat pada pra piala Asia 2011 di Qatar. “Tidak bisa TC jangka pendek. Tetap harus jangka panjang. Jadi, klub harap mengerti dan merelakan pemainnya TC timnas,” ungkap Nugraha kepada Sumatera Ekspres, kemarin (8/8).
Lawan timnas Indonesia sendiri sangat berat. Yaitu Oman, Kuwait, dan Australia. Menurut Nugraha, TC jangka panjang akan lebih efektif untuk menghadapi ketiga negara tersebut. Meski risikonya, klub merasa dirugikan. “Saya pikir, bukan hanya Sriwijaya yang mengalami. Tim lain pun sama. Ini demi kepentingan negara,” pungkasnya.
Badan Liga Indonesia(BLI), juga membeber hal serupa. Menurut CEO PT BLI, Joko Driyono, Sriwijaya harus punya rencana lain untuk menutupi kekurangan karena minus 7 pemain. “Soal status pemain timnas, itu policy PSSI. Jika memang tidak boleh diganggu gugat, artinya tidak boleh main untuk klub,” tegasnya.
Sebelumnya, BLI memang menyarankan Sriwijaya untuk menghadap PSSI atas keberatannya. Namun, PSSI sendiri sudah menegaskan, pemain timnas tidak bisa bermain di klub. “Kalah secara hukum, tanda tangan pemain timnas di klub masing-masing memang sah. Tapi, tetap saja tidak bisa membela klub,” pungkas pria asal Ngawi. (mg2)
Empat Laga sisa timnas di Pra Piala Asia, Qatar 2011
14 Nopember 2009 : Kuwait v Indonesia di Stadion International Jaber Al Ahmad.
18 Nopember 2009 : Indonesia v Kuwait di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
6 Januari 2010 : Indonesia v Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
3 Maret 2010 : Australia v di Indonesia Stadion ANZ.
sumber
»» read more

Ketua umum PSSI Nurdin Halid menegaskan, pihaknya menolak permintaan MU untuk memainkan laga ujicoba di Kuala Lumpur, Malaysia, menyusul teror bom yang terjadi di Jakarta, Jumat (17/7) pagi.
Menurut Nurdin, penolakan tersebut dilakukan, karena kedatangan tim berjuluk 'Setan Merah' itu ke tanah air, tidak hanya untuk menggelar laga ujicoba dengan para pemain yang terpilih dalam skuad Indonesia All Star.
Tapi yang lebih penting lanjutnya, Wayne Rooney dkk bisa menyapa jutaan penggemarnya di Indonesia. Sekaligus memuaskan mereka dengan menyuguhkan permainan sepakbola kelas dunia.
"Selain itu, kunjungan MU dipastikan bakal meningkatkan citra Indonesia di mata internasional. Karena itu, kami menolak undangan mereka untuk memainkan laga ujicoba di Malaysia," sebut Nurdin dalam keterangan persnya di sekertariat PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7).
Seperti diketahui, melalui presiden eksekutif MU David Gill, saat menggelar jumpa pers di Malaysia menyatakan, ada beberapa hal yang sedang dipelajari. Termasuk kemungkinan membawa tim
Indonesia All Star ke Kuala Lumpur.
sumber : goal
»» read more

Manajer tim Indonesia All Star Andi Darussalam Tabusalla mengaku telah mendapat kabar dari ketua panitia lokal kedatangan MU ke tanah air, Agum Gumelar, jika pihak MU membatalkan kedatangannya ke Jakarta.
Hal itu terkait dengan bom yang pagi tadi meledak di The-Ritz Carlton Hotel, tempat di mana para pemain tim elit asal Inggris ini akan menginap, selama mereka melakukan lawatan ke tanah air dalam rangka Tur Asia, 18-21 Juli.
"Pak Agum mendapat telepon dari Pak Saleh Saaf (Kaba Intelkam
Mabes Polri) yang mengatakan pertandingan batal. Saat ini beliau sedang menunggu instruksi resmi pemerintah," kata Andi kepada wartawan di
Senayan, Jakarta, beberapa saat lalu.
Seperti diketahui, ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton terjadi pada Jumat pagi pukul
07.40 di kawasan Mega Kuningan. Hingga berita ini diturunkan ada
sembilan korban yang dinyatakan tewas karena ledakan tersebut.
sumber : goal
»» read more
PEMAIN Sriwijaya FC mendominasi starting eleven Indonesia All Stars, yang akan meladeni Manchester United (MU), Senin (20/7) mendatang. Mereka adalah Ferry Rotinsulu, Charis Yulianto, Isnan Ali, dan Budi Sudarsono.
Bahkan, dalam starting eleven itu juga ada 4 buruan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya). Yaitu Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas, Boaz Solossa, dan Eka Ramdani.
Khusus untuk Ferry, ini kali pertama pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, 28 Desember 1982 menjadi starter. Selama ini, dia hanya menjadi pelapis Markus Horison.
Tapi, pria kelahiran Pangkalan Brandan, 14 Maret 1981 terserang deman tinggi sejak Senin (13/7) lalu. Hingga kini, kiper PSMS Medan masih dirawat di rumah sakit kawasan Pondok Cabe. “Ini kesempatan Ferry untuk membuktikan diri sebagai kiper nomor satu. Saya senang jika dia menjadi starter lawan Manchester United,” harap coach Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (15/7).
Kedatangan The Red Devil (julukan MU), adalah hal yang langkah. Maklum, ini kali kedua tim berdiri 1878 datang ke Indonesia. Sebelumnya, tim yang kini dipoles Sir Alex Ferguson juga pernah datang.
Tepatnya musim 1975. Saat itu, timnas Indonesia (dulu PSSI Tamtama) sukses menahan imbang MU 0-0. Beberapa pemain MU terkenal diera tersebut diantaranya Sammy McIlroy dan Arthur Albiston. “Bertanding lawan MU adalah sejarah. Itu berarti sejarah hidup saya juga sebagai pesepakbola. Tentu tak akan saya sia-siakan,” ungkap Ferry.
Sebelum MU, raksasa Eropa yang pernah duel dengan timnas adalah Bayern Munchen (Jerman). Tepatnya Rabu, 21 Mei 2008 lalu. Tapi, Ferry hanya menjadi kiper ketiga. Coach Benny Dolo lebih mempercayakan Jendri Pitoy (Persipura) dan Markus sebagai palang pintu.
“Saya tidak mau takabur. Tapi, saya sangat berambisi untuk menggagalkan tembakan para pemain MU,” pungkas tunangan Annisa Katarima (runner up putri Sumsel 2007). (mg2)
Starter Indonesia All Stars:
Ferry Rotinsulu; Ricardo Salampessy, Charis Yulianto, Maman Abdurrahman; Isnan Ali; Ponaryo Astaman, Syamsul Chaeruddin, Eka Ramdani, Boaz Salossa; Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono.
sumber : sumeks
»» read more
INDONESIA Super League (ISL) edisi II digelar Minggu, 11 Oktober mendatang. Tapi, beberapa klub elite, terancam kehilangan beberapa pilar penting. Khususnya yang menjadi pemain timnas (senior dan U-23).
Sebab, Badan Liga Indonesia (BLI) tidak akan mengesahkan status pemain klub jika training center (TC) di gelar jangka panjang. Rencananya, pemain timnas akan TC jangka panjang hingga Maret 2010 mendatang.
Artinya, semua pemain timnas terancam tidak bisa membela klubnya selama setengah musim kompetisi. Sriwijaya FC termasuk tim yang “rugi”. Sebab, ada 5 pemain Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya), yang menjadi punggawa Merah Putih.
Mereka adalah Ferry Rotinsulu, Charis Yulianto, Isnan Ali, Budi Sudarsono, dan Toni Sucipto (U-23). Timnas senior diproyeksikan pada kualifikasi Piala Asia 2011. Sementara timnas U-23 untuk SEA Games ke-25 di Vientiane, Laos, 13 hingga 21 Desember 2009 nanti.
“Prinsip harus jelas, Bahka kompetisi dan timnas harus berjalan bersama. Kalau ternyata TC murni, maka BLI tidak akan mengesahkan status pemain di klub masing-masing,” ungkap direktur BLI, Joko Driyono kepada Sumatera Ekspres, kemarin (8/7).
BLI tidak main-main. Warning keras sudah dilayangkan pada kontestan ISL II. Menurut pria asal Ngawi, tidak akan memberi pengesahan jika TC timnas permanent. “Silahkan saja klub nekat mengontrak mereka (pemain timnas, red). Tapi, BLI tetap tidak memberi pengesahan untuk mereka bermain di ISL,” pungkasnya.
Sebenarnya, tak hanya Sriwijaya yang rugi. Klub-klub lain mengalami hal serupa. Persipura juga kehilangan 6 pilarnya. Yaitu Ricardo Salempessy, Ortizan Solossa, Boas Solossa, Jendry Pitoy, Heru Nerly dan Ian Kabes. “Itu resiko pemain timnas. Bagaimana pun, kepentingan negara diatas segala-galanya,” tukas coach Sriwijaya, Rahmad Darmawan. (mg2)
»» read more
JAKARTA - Pelatih timnas senior Indonesia, Benny Dollo (Bendol), akan memanggil 24 pemain pilihannya untuk masuk Pelatnas yang menurut rencana dilaksanakan di Sawangan, Depok, Jawa Barat mulai 1 Juli mendatang.
"Saya belum bisa menyebutkan nama-nama pemain yang akan dipanggil. Hal itu masih harus dirapatkan di BTN (Badan Tim Nasional), pada Kamis (25/6)," kata Benny Dollo kepada wartawan di Jakarta.
Selain itu, menurut mantan pelatih Arema Malang ini, dirinya masih ingin melihat pertandingan final Copa Indonesia yang berlangsung di Palembang pada 28 Juni mendatang. Benny Dolo menginginkan para pemainnya sudah bisa berkumpul tanggal 1 Juli 2009.
Di awal pelatnas, ia akan menggelar test validasi untuk mengetahui kondisi fisik pemain. Setelah itu Benny baru dapat menentukan program Pelatnas.
Benny tetap dibantu oleh asisten pelatih Sudirman, Sudarno dan pelatih fisik Oktavianus Matakupan. Untuk Widodo C Putro, Benny masih belum memastikan apakah masih tetap bisa menjadi asistennya atau tidak.
Pelatnas kali ini kemungkinan akan berlangsung hingga pertengahan Agustus. Indonesia sendiri diagendakan mengikuti turnamen Merdeka Games di Malaysia, 1-15 Agustus 2009.
"Turnamen Merdeka Games sangat bagus bagi kita untuk mengukur hasil persiapan kita. Target kita sebenarnya tetap bisa lolos ke putaran final Piala Asia 2011," katanya.
Indonesia akan kembali bertanding dalam Grup B kualifikasi Piala Asia menghadapi Kuwait, pada 14 November mendatang. Pertandingan ini akan berlangsung di kandang Kuwait.
Indonesia menduduki posisi ketiga dalam klasemen Grup B dengan nilai dua. Posisi pertama ditempati Oman dengan nilai empat, disusul Kuwait dengan poin 3 hasil satu kali kemenangan atas tuan rumah Australia. Posisi juru kunci sendiri saat ini masih dihuni oleh Australia. (ANT)
sumber : kompas
»» read more
Muncul nama pemain Persib Bandung, Zaenal Arif dengan grafik meningkat dalam poling pemain nasional yang akan masuk tim Indonesia Allstar melawan Manchester United dalam laga persahabatan pada 20 Juli di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Zaenal sendiri tidak lagi dipanggil Timnas dan malah sering dibangkucadangkan klub Persib Bandung.
Hal ini dikemukakan Ketua Bidang Mobile Program Tur MU ke Indonesia, Sigit Nugroho kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, memang muka-muka pemain Timnas yang masih mendominasi perolehan poling sms itu. Diantara ada nama Boas Sallosa, dan Bambang Pamungkas.
Selain itu, ada nama Budi Sudarsono dan bek Charis Yulianto yang kini berada di Sriwijaya FC
"Sejauh ini hasil poling menunjukan masyarakat memilih muka lama yang sering membela timnas. Penyerang Persipura Jayapura Boas yang sehari sebelumnya memimpin dengan perolehan suara sekitar 23 persen, posisinya di geser striker Persija Jakarta Bambang Pamungkas," katanya.
Sigit menilai, suporter jakmania tidak rela BP di bawah Boas.
Ia mengatakan, hasil poling yang diakukan salah satu operator seluler mitra sponsor ini memang membludak.
Poling yang sudah berjalan sebulan lalu dan akan ditutup seminggu jelang pertandingan menghadapi MU untuk menjadikan patokan pelatih tim Allstar.
Sementara soal penjualan tiket tidak resmi termasuk `merchandise" seputar pertandingan tim Indonesia All Star vs MU akan segera ditangani oleh tim legal Organizing Committee (OC) Manchester United Asia Tour 2009.
Agus Imanuddin salah satu tim kuasa hukum event mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa penjualan tiket publik resmi sementara ini hanya melalui operator seluler 3.
Sementara mengenai merchandise resmi event belum ada pihak yang ditunjuk sebagai distributor, bahkan designnya pun belum dibuat.
Pihaknya secepatnya akan melakukan legal action kepada pihak-pihak pelanggar, karena perbuatan mereka dinilai telah merugikan panitia. "Sementara itu kami menganjurkan agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan pembelian, terutama terkait dengan tiket pertandingan," lanjutnya.
Dikabarkan sebuah toko olahraga di kawasan Senayan melakukan penjualan tiket secara ilegal dan panitia juga mendapat laporan kegiatan serupa dilakukan sebuah lembaga yang biasa menjual tiket kegiatan-kegiatan besar di Tanah Air, tanpa ada deal apapun dengan panitia yang telah membeli hak MU Asia Tour 2009 senilai jutaan dolar AS.
[ANT News]
»» read more
Anjas Asmara (VIVAnews/Marco Tampubolon) |
VIVAnews - Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson bakal kagum dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Pasalnya, pria asal Skotlandia itu tidak akan menduga ada stadion megah di Indonesia.
Demikian prediksi Anjas Asmara, mantan pemain nasional terhadap kedatangan MU Juli nanti. Anjas merupakan salah seorang pemain yang memperkuat skuad timnas Indonesia saat
menahan imbang MU 0-0, 1975 lalu.
"Saya yakin Ferguson akan kagum dengan Gelora Bung Karno," kata Anjas kepada wartawan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2009.
Kepada wartawan Anjas mengatakan, kemegahan stadion menjadi indikator kualitas sepakbola sebuah negara. Karena itu, saat MU hadir di Jakarta, Ferguson juga akan tahu kalau Indonesia pernah punya tim nasional yang hebat.
"Dulu kami sering menjajal tim-tim besar di SUGBK. Bahkan kami pernah mengalahkan Uruguay 2-1 di sini. Saat itu saya berhasil mencetak satu gol," kata Anjas di Senayan, Jumat, 15 Mei 2009.
Menurut Anjas, kualitas timnas era 1970-an tidak kalah dengan tim-tim asal luar negeri. Karena itu, saat bertemu dengan MU, 1975 lalu, timnas tidak pernah minder apalagi takut.
"Kami berdiri di lapangan dengan tangan di pinggang. Kami tidak takut berhadapan dengan tim sekelas MU saat itu. Yang sulit kami kalahkan adalah Birma (Nyamnar) dan Israel," kata mantan pemain Persija ini.
Anjas menambahkan, kematangan timnas di eranya tak lepas dari bertaburnya talenta-talenta yang ada saat itu. Kondisi ini juga didukung dengan kehadiran pelatih-pelatih ternama dan tingginya jam terbang di pentas internasional yang cukup tinggi.
"Kami biasa bertanding lawan tim-tim besar, terutama dari Brasil. Jadi saat berhadapan dengan MU, kami tidak minder sama sekali."
Saat berhadapan dengan MU, Anjas bermain di posisi gelandang kiri. Selain Anjas, timnas saat itu juga diperkuat oleh Roni Paslah, Junaidi Abdilah, Nobon Kamayudin, Oyong Liza, Sutan Harahara, Iswadi Idris, dan Andi Lala.
"Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah saksi kekuatan timnas era 1970 hingga 1980-an. Dan saya yakin, Ferguson akan kagum dengan satdion ini," tandasnya.
MU akan kembali bertandang ke Jakarta, 18 Juli 2009. Kunjungan ini merupakan rangkaian tur Asia Setan Merah musim ini. Cristiano Ronaldo cs akan berhadapan dengan tim Indonesia All Star, 20 Juli 2009.
VIVAnews - Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson bakal kagum dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Pasalnya, pria asal Skotlandia itu tidak akan menduga ada stadion megah di Indonesia.
Demikian prediksi Anjas Asmara, mantan pemain nasional terhadap kedatangan MU Juli nanti. Anjas merupakan salah seorang pemain yang memperkuat skuad timnas Indonesia saat
menahan imbang MU 0-0, 1975 lalu.
"Saya yakin Ferguson akan kagum dengan Gelora Bung Karno," kata Anjas kepada wartawan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2009.
Kepada wartawan Anjas mengatakan, kemegahan stadion menjadi indikator kualitas sepakbola sebuah negara. Karena itu, saat MU hadir di Jakarta, Ferguson juga akan tahu kalau Indonesia pernah punya tim nasional yang hebat.
"Dulu kami sering menjajal tim-tim besar di SUGBK. Bahkan kami pernah mengalahkan Uruguay 2-1 di sini. Saat itu saya berhasil mencetak satu gol," kata Anjas di Senayan, Jumat, 15 Mei 2009.
Menurut Anjas, kualitas timnas era 1970-an tidak kalah dengan tim-tim asal luar negeri. Karena itu, saat bertemu dengan MU, 1975 lalu, timnas tidak pernah minder apalagi takut.
"Kami berdiri di lapangan dengan tangan di pinggang. Kami tidak takut berhadapan dengan tim sekelas MU saat itu. Yang sulit kami kalahkan adalah Birma (Nyamnar) dan Israel," kata mantan pemain Persija ini.
Anjas menambahkan, kematangan timnas di eranya tak lepas dari bertaburnya talenta-talenta yang ada saat itu. Kondisi ini juga didukung dengan kehadiran pelatih-pelatih ternama dan tingginya jam terbang di pentas internasional yang cukup tinggi.
"Kami biasa bertanding lawan tim-tim besar, terutama dari Brasil. Jadi saat berhadapan dengan MU, kami tidak minder sama sekali."
Saat berhadapan dengan MU, Anjas bermain di posisi gelandang kiri. Selain Anjas, timnas saat itu juga diperkuat oleh Roni Paslah, Junaidi Abdilah, Nobon Kamayudin, Oyong Liza, Sutan Harahara, Iswadi Idris, dan Andi Lala.
"Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah saksi kekuatan timnas era 1970 hingga 1980-an. Dan saya yakin, Ferguson akan kagum dengan satdion ini," tandasnya.
MU akan kembali bertandang ke Jakarta, 18 Juli 2009. Kunjungan ini merupakan rangkaian tur Asia Setan Merah musim ini. Cristiano Ronaldo cs akan berhadapan dengan tim Indonesia All Star, 20 Juli 2009.
•
VIVAnews