About Me

Dapatkan berbagai Informasi menarik Disini dari berbagai sumber terpecaya

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Tuesday, February 2, 2010

Ternyata Indonesia punya pemain muda di Manchester United

Hanif Sjahbandi,posisinya dia sebagai back,calon tunas bangsa indonesia.
dia juga udah main di timnas usia 13 Indonesia
penerus bambang pamungkas cs nanti.
semoga dia nanti bisa membawa indonesia ke piala dunia dan membawa banyak prestasi untuk persepakbolaan indonesia!


Berikut adalah poto potonya :

latihan di mu,yang ditengah gan mukanya indo banget



foto bareng sama pemain mu,dibawahnya O'shea




sama anak2 MU



di camp latihannya ada Ole Gunnar Solksjaer juga




lagi ngegocek



ketiga dari kiri



Di Oltrafford




Foto sama Trophy EPL



latihannya diperhatiin sama Solksjaer



Lagi Kongkow ma Temennye



sumber: http://www.manutdsoccerschools.com/G...lls-Final.aspx
/ kaskus


facebooknya : http://www.facebook.com/photo.php?pi...?id=1579962822



semoga makin banyak calon pemain muda indonesia yang bagus2,biar prestasi timnas kita juga makin bagus,bisa main di piala dunia
»»  read more

Monday, February 1, 2010

Syamsir Alam Ogah Main di Indonesia

JAKARTA, — Penyerang U-19, Syamsir Alam, menyatakan lebih ingin bermain di Eropa ketimbang di Indonesia. Pasalnya, kompetisi di Indonesia kurang menjamin keamanan pemain.

"Aku ingin bermain di Eropa. Apalagi di Premier League (Inggris)," ucapnya di sela-sela acara FIFA World Cup Trophy Tour yang gelar di Jakarta Convention Center, Selasa (26/1/2010).

Pernyataan Syamsir bukan tanpa alasan. Ia memandang kompetisi sepak bola di Indonesia kurang profesional. "Pemain kurang dilindungi saat berada di lapangan. Sepak bola Indonesia kurang aman. Ngeri bermain di sini," akunya.

Saat ini, Syamsir menjadi salah satu pemain binaan PSSI yang berlatih di Uruguay. Penyerang berdarah Minang ini memang memiliki kemampuan yang luar biasa sebagai penyerang. Maka dari itu, lumrah bila beberapa klub berlomba-lomba mendapatkannya.

"Sudah ada tawaran dari beberapa klub Premier League dan Divisi Satu ke agenku. Tapi masih rahasia ya," ungkapnya.

sumber

»»  read more

Thursday, January 28, 2010

Pemain Berdarah Batak Perkuat Klub Serie-A Italia


Klub Serie-A Cagliari resmi mengikat Radja Nainggolan untuk memperkuat tim asal Sardinia itu. Nainggolan ditukar dengan Mikhail Sivakov.

Sebelumnya Nainggolan memperkuat Piacenza sejak 2005. Seperti diberitakan Football Italia, ia pindah ke Cagliari dengan status pinjaman. Cagliari mendapat opsi untuk membelinya di akhir musim ini.

Walau punya nama Batak, Nainggolan berkewarganegaraan Belgia. Darah Bataknya datang dari sang ayah, Marianus Nainggolan.

Usia gelandang potensial ini baru 21 tahun. Ia sempat ditaksir dua tim besar yakni Fiorentina dan AS Roma.

Pemain berdarah Indonesiapun, Radja Nainggolan, senang dengan kepindahan ke Cagliari. Pemain asal klub Serie B Italia Piacenza ini secara resmi pindah ke klub barunya dan siap menyongsong tantangan di kompetisi tingkat teratas.

"Saya datang dengan penuh antusiasme. Tujuan saya di sini untuk berkembang pesat," tuturnya kepada Itasportpress.

"Saya mempelajari transfer ini dan saya segera menyepakatinya. Cagliari kelihatannya tim yang bersatu dan kompak. Sisanya saya akan ketahui langsung nanti."

Radja siap bermain di posisi manapun sesuai instruksi pelatih Massimiliano Allegri.

"Saya bisa bermain di berbagai posisi di lini tengah. Saya lebih baik jika diposisikan di kiri, tapi saya harap bisa mendapat tempat dalam tim inti, di mana saya ditempatkan itu tak masalah," tukasnya.

Radja bermain untuk Piacenza sejak 2005 dan menjadi bagian tak terpisahkan dari timnas Belgia U-21 sebelum akhirnya mencicipi debut bersama timnas senior tahun lalu.


sumber : vivanews / goal

»»  read more

Tuesday, January 19, 2010

Inilah sebuah curhatan Pemain Timnas Indonesia.... Mengharukan!!

Ketika Timnas mengalami kekalahan para supporter Indonesia akan terus bertanya “kapan menangnya yah??”


Ketika seorang pemain Timnas bermain buruk mereka akan mencaci si pemain tersebut

Dan Ketika Timnas tak jua meraih kemenangan mereka akan berteriak buabarkan saja Timnas…

Padahal mereka telah berjuang keras untuk meraih kemenangan.

Simak aja curhatan seorang pemain Timnas kita yang terkenal dengan panggilan Bepe





Curhatan Bepe



Serdadu Dan Narapidana




Sebagai pemain sepakbola nasional, saya atau kami lebih tepatnya banyak menghabiskan waktu di luar kota bahkan di luar negeri. Berbeda dengan ketika kita berada di klub, di Tim Nasional jadwal kami sangat ketat dan teratur. Semua pemain harus bermalam di asrama baik di Jakarta atau di kota mana pun kami berada. Sehingga secara otomatis kami kurang mempunyai waktu untuk bertemu dengan keluarga. Kami hanya akan bertemu keluarga jika mereka datang berkunjung di waktu siang, itu pun waktunya terbatas karena kami harus istirahat untuk berlatih kembali di sore harinya. Apalagi jika kami harus melakukan lawatan atau TC ke luar negeri, kadang memakan waktu 2 minggu atau bahkan 1 bulan. Sehingga secara psikologis hal tersebut sedikit banyak mengganggu psikologis kami, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga…



Saya teringat ketika suatu siang, kami berada di Oman bersama Tim Nasional. Suatu sore teman sekamar saya, Ponaryo Astaman terlihat gelisah. Beberapa kali dia berbicara dengan istrinya melalui telepon, dari nada bicaranya nampaknya hal tersebut sangat serius. Singkat cerita, ternyata anak Ponaryo sedang demam tinggi di Jakarta. Sebagai seorang ayah tentu sangat wajar jika dia sangat gelisah, akan tetapi apa yang dia bisa perbuat saat ini. Jarak yang sangat jauh membuat dia hanya bisa memantau melalui telepon. Mungkin lain cerita jika saat anaknya demam dia sedang berada di rumah, tentu dia mampu melakukan sesuatu untuk kesembuhan anaknya atau setidaknya secara psikologis keberadaan seorang ayah akan mampu menjadi obat kepada buah hatinya…



Cerita yang lain datang dari Firman Utina, suatu siang di Myanmar ketika saya, Aliyudin, Charis dan Ismed sedang bermain domino di kamar saya, tiba-tiba Firman masuk dan bekata “Sialan, anak gue ngga mau ngomong sama gue sekarang”, “Loh kenapa Man…??” sahut Ismed, “Iya, katanya papa tukang bohong, katanya besok pulang tapi ko ngga pulang-pulang, mau nangis gue dengernya”, jelas Firman…



Setali tiga uang dengan diri saya. Suatu saat ketika saya baru pulang dari lawatan bersama Tim Nasional selama 2 minggu di Oman, saya pernah mengalami kejadian yang membuat saya meneteskan air mata. Saat itu sepulang dari Oman, kami hanya diberi waktu 24 jam untuk bertemu keluarga, karena 5 hari kemudian kami akan berhadapan dengan Australia di Jakarta.



Waktu yang singkat itu betul-betul saya habiskan bersama keluarga saya, ternyata 24 jam adalah waktu yang teramat sangat singkat. Keesokan harinya saya harus kembali bergabung di Hotel Sultan dimana Tim Nasional melakukan pemusatan latihan, selama dalam perjalanan anak saya yang paling kecil Syaura duduk di pangkuan saya, dan keliatan sekali jika dia tidak ingin lepas dari saya saat itu. Saat mobil mulai saya memasuki parkiran hotel dan pada akhirnya berhenti, saya pun mulai memindahkan Syaura ke pangkuan istri saya…



Saat itu Syaura bertanya “Pipi mau kemana..??”, Saya pun menjawab “Pipi Gol dulu ya, nanti malam Pipi pulang ya..” Tanpa menjawab Syaura mulai memeluk istri saya dan terlihat mulai tergenang air di matanya, istri saya pun berkata “Udah pi jalan aja, paling nangis sebentar.” Dengan sedikit berat saya pun mulai turun dari mobil, kaca mobil pun dibuka dan sambil berdiri di pangkuan istri saya, Syaura mulai melambaikan tangan walaupun terlihat dengan sedikit terpaksa. Mobil pun perlahan mulai berjalan dan Syaura pun masih melambaikan tangan dengan posisi badan sedikit menjulur keluar dari kaca pintu mobil…




Tiba-tiba dengan sedikit melompat Syaura berteriak “Pipi ngga boleh gol, pipi ngga boleh gol…!!!” Jika saat itu istri saya tidak sigap, mungkin Syaura sudah terjatuh dari mobil. Melihat kejadian itu secara reflek saya mengejar mobil saya dan memegang anak saya tersebut. Tanpa saya sadari mata saya pun berkaca-kaca, sambil memeluk Syaura saya berkata “Iya, iya pipi ngga gol sayang,” dan Syaura pun menangis di pelukan saya. Ternyata setelah 2 minggu tidak bertemu dengan saya, waktu 24 jam tadi tidak cukup buat Syaura untuk melepas rasa kangennya kepada saya. Lebih mudah bagi saya untuk menjelaskan kepada Salsa dan Abel karena mereka sudah mengerti konsekuensi pekerjaan saya, akan tetapi menjelaskan kepada Syaura terasa sangat berat bagi saya…



Beberapa cerita tadi hanyalah ilustrasi dari beberapa hal yang terjadi di kalangan kami, para pemain nasional. Mungkin hal-hal semacam itu tidak pernah terlintas di benak masyarakat, mungkin masyarakat hanya melihat dari sisi-sisi yang positif saja. Menjadi pemain nasional selalu terlihat enak di mata banyak orang, mereka selalu berpikir jika menjadi pemain nasional, maka kita akan bergelimang fasilitas, sehingga hidup ini akan terasa mudah dan menyenangkan…



Saya tidak pernah memungkiri akan hal tersebut, akan tetapi di sisi lain banyak juga cerita-cerita mengharukan yang terjadi di antara kami, cerita-cerita sentimentil yang lebih tepat jika disebut sebagai pengorbanan kami sebagai pemain nasional. Oleh karena itu jika pada suatu ketika kami dihujat masyarakat, maka terkadang sedikit terlintas perasaan untuk meninggalkan seragam tim nasional dan hanya berkonsentrasi di klub masing-masing saja…



Persepakbolaan kita yang tak kunjung membaik adalah kesalahan kita bersama.

Saya setuju dengan komentar seorang Benny Dollo pada suatu ketika, “Di Indonesia, setiap klub hanya mencari sebuah kemenangan (dengan segala macam cara) tanpa mau meningkatkan kualitas permainan tim itu sendiri”. Mereka bangga hanya dengan memenangkan pertandingan, walau terkadang dengan cara yang tidak fair. Mereka bahkan tidak perduli dengan kualitas permainan tim mereka sendiri…



Masalah akan timbul ketika mereka bergabung dengan Tim Nasional, pemain yang terbiasa dengan suasana Liga Indonesia yang kurang kondusif, akan sulit beradaptasi dengan iklim pertandingan internasional. Parahnya lagi Tim Nasional kita sangat jarang mendapat kesempatan untuk mendapat ujicoba internasional, itu yang membuat Tim Nasional kita selalu gagap dalam setiap partai internasional…




Ini adalah masalah pokok dalam sepakbola kita. Suasana liga yang kompetitif dan kondusif akan bermuara kepada Tim Nasional yang kuat, dan kita tidak mempunyai itu. Satu hal lagi yang selama ini kita lupa, regenerasi pemain kita tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena terlalu banyaknya pemain asing di setiap klub. Seharusnya 3 pemain asing dalam setiap klub sudah sangat ideal menurut saya. Di saat negara lain sudah memakai pemain berusia muda di Tim Nasional senior mereka, kita masih menggunakan tentara-tentara lama…



Bagaimana para pemain muda kita dapat berkembang jika mereka tidak mendapat kesempatan yang cukup di klub masing-masing. Ini yang luput dari radar para pengurus PSSI. Para pemain senior kita mungkin masih dapat dipergunakan, akan tetapi mereka juga butuh pelapis. Di samping untuk alasan regenerasi, hal tersebut juga akan berguna sebagai tekanan kepada para pemain senior, artinya setiap saat posisi mereka bisa tergeser. Untuk para junior, mereka juga bisa mulai belajar mendapatkan atmosfer sebuah laga internasional yang nantinya pasti sangat berguna untuk mereka. Itu baru sebuah iklim persaingan yang positif untuk kebaikan bersama..



Mengapa saya ibaratkan diri kami “Serdadu dan Narapidana”. (Serdadu) Karena kami adalah tentara paling depan yang berjuang untuk membela nama persepakbolaan Indonesia, walaupun dengan persenjataan yang minim (karena sistem iklim kompetisi yang sangat kurang kondusif). Dan ketika kami gagal, masyarakat tidak akan pernah mau tahu alasan apapun, mereka hanya tahu kami adalah para pesakitan perang yang pantas dicaci-maki tanpa mau tahu titik permasalahan yang sebenarnya, seperti seorang narapidana yang diseret ke terali besi..



Bagi kami para pemain mungkin hal tersebut sudah menjadi sebuah konsekuensi yang kami sudah perkirakan sebelumnya. Akan tetapi terkadang, bagi keluarga kami hal tersebut sedikit sulit diterima dan terkadang menimbulkan rasa frustasi…



Apapun keadaannya, saya sangat mengecam para pemain yang tidak berani datang, sengaja cedera atau menghindar dari kewajiban membela Tim Nasional Indonesia. Di negara maju, mereka rela melakukan apapun agar mendapatkan kesempatan bermain untuk negara mereka, karena itu adalah sebuah kebanggan dan tanggung jawab. Sedangkan di negara kita kesadaran itu masih sangat kurang. Di mata saya mereka adalah para “Pengecut”…



Sebagai “Serdadu maupun Narapida”, sejujurnya kami tidak pernah peduli. Apapun itu, kami tetap bangga menjadi pemain nasional, kami akan selalu bangga berjuang membela nama negara kami. Sebuah semboyan yang akan selalu kami ingat adalah “Bermainlah untuk dirimu, orang-orang yang kamu cintai(keluarga) dan lambang garuda di dadamu (Rakyat Indonesia)"




Sumber : kaskus http://bambangpamungkas20.com/bepe/?p=230



Mulai sekarang janganlah kita salahkan para pemain, tp kita salahkan pengurus PSSI kita.


»»  read more

Thursday, January 14, 2010

Bambang Pamungkas Pun Mengkritik Nurdin !


Jakarta - Atas sejumlah kegagalan timnas Indonesia, Nurdin Halid mengeluhkan jeleknya penampilan pemain-pemain 'Merah-Putih'. Namun, akibat komentarnya tersebut, kini gantian dirinya yang dikritik.

Kegagalan melangkah ke Piala Asia 2011 menjadi cerita pahit teranyar yang dialami  timnas Indonesia. Mengingat 'Pasukan Merah Putih' selalu berhasil lolos ke turnamen tersebut sejak 1996, apa yang dialami skuad besutan Benny Dollo kali ini memang menjadi sebuah sorotan besar.

Nurdin selaku Ketua Umum PSSI pun terus mendapat kritikan karena tak kunjung menelurkan prestasi yang bisa dibanggakan. Bahkan tak terhitung berapa kali Nurdin didesak mundur, dan ia selalu bergeming di tempatnya.

Namun demikian, atas kegagalan tersebut di atas dia malah berkilah dengan mengatakan bahwa permasalahan terbesar timnas terletak pada pemainnya. Ia menyebut, siapa pun pelatihnya, jika timnas masih diisi oleh pemain-pemain seperti saat ini maka kesuksesan amat sulit untuk dicapai.

"Siapapun pelatihnya, siapapun ketua BTN (Badan Tim Nasional) atau direktur teknisnya, kalau pemain timnas masih seperti sekarang, tak akan pernah sukses," cetus Nurdin, Rabu (13/1/2010).

Keluhan Nurdin tersebut pun mendapatkan tanggapan. Sebagai salah satu punggawa timnas, Bambang Pamungkas mengkritik pria asal Bone itu lantaran mengeluarkan komentar tanpa berbicara dahulu dengan para pemain.

"Bapak Nurdin Halid yang terhormat, alangkah lebih bijaksananya jika bapak berbicara dengan kami terlebih dahulu, sebelum bapak berbicara ke media," demikian tulis Bepe dalam akun Twitter miliknya.

Lebih lanjut lagi, penyerang Persija Jakarta itu juga menulis bahwa timnas Indonesia memang bukan timnas Inggris yang memiliki bintang-bintang seperti Wayne Rooney atau Frank Lampard.

"Andaikan kita punya Rooney, Lampard, (Jermain) Defoe, (Steven) Gerrard, (Ashley) Cole, (David) Beckham, (John) Terry dan (David) James, pasti namanya bukan lagi timnas Indonesia, tetapi timnas Inggris."

Selain mengeluhkan soal komposisi pemain yang ada saat ini, Nurdin juga membuka wacana untuk memasukkan pemain lokal keturunan yang bermain di luar negeri. Namun demikian, ia menanyakan apakah memang masyarakat kita tak akan protes jika benar para pemain itu mengenakan kostum Merah Putih?

"Ini ide yang sangat bagus, masalahnya apakah bangsa ini mau menerima atau tidak? Sepakbola lain dengan bulutangkis, di sini lebih sensitif kalau soal sepakbola," lugasnya.

( roz / din )



sumber :detik


»»  read more

Friday, December 18, 2009

Akhirnya Irfan Bachdim Akan Bermain di Klub Indonesia


Secara eksklusif kepada GOAL.com, Irfan Bachdim pernah menyebutkan keinginannya untuk membela tim nasional Indonesia. Beberapa bulan berlalu, namun niatnya tak kunjung terwujud.

Baru-baru ini, tersiar kabar yang menyebutkan, gelandang keturunan Indonesia yang pernah memperkuat FC Utrecht di Eredivisie Belanda itu akan berlabuh ke Indonesia.

Fardy Bachdim, kakak kandung sekaligus agennya Irfan, membenarkan adanya isu tersebut. Melalui percakapan di Skype dengan pimpinan redaksi GOAL.com Indonesia Bima Prameswara Said, Fardy membeberkan segala hal di balik rencana adiknya itu.

"Benar, kalau tidak tanggal 6, tanggal 9 Januari dia ke Indonesia," kata Fardy.

"Irfan akan diuji beberapa klub, di Bandung dan Jakarta. Di Bandung ada... eh... Persib, dan di Jakarta... Persija.

"Persib sudah konfirm akan tes Irfan. Kami belum ada kontak yang pasti dengan Persija, jadi saya belum yakin."

Tergantung kebijakan klub, Fardy menambahkan, Irfan kemungkinan besar akan training dengan Persib pada minggu kedua Januari 2010.
Keputusan untuk melirik kompetisi Superliga Indonesia disebabkan merosotnya permainan Irfan selama beberapa tahun terakhir. Pemain kelahiran 11 Agustus 1988 itu tak sepenuhnya beruntung di Belanda.

Jebolan tim junior Ajax Amsterdam itu pernah bergabung ke pelatnas Indonesia U-23 menjelang Asian Games 2006 Qatar. Sayangnya lantaran masih cedera, Irfan gagal menunjukkan performa terbaiknya.

Kemudian pada Juli lalu, kontrak Irfan di FC Utrecht tidak diperpanjang, dan akibatnya ia terpaksa mengadu nasib ke klub yang berada di kompetisi satu level lebih rendah, tepatnya dengan HFC Haarlem di Eerste Divisie.

Bersama Haarlem, Irfan lebih banyak dilibatkan dalam skuad inti, bahkan menyumbang satu gol dari 13 kali bertanding. Sayangnya lagi, Haarlem mengalami krisis keuangan, sehingga gaji pemain pun terlambat dicairkan. Akibatnya, Haarlem mantap di dasar klasemen Eerste Divisie Belanda.

"Ia tidak senang bermain di Haarlem," lanjut Fardy.

"Mereka tidak membayar gaji dia sebagaimana yang dijanjikan. Hal ini disebabkan kendala finansial klub."

Alhasil, nasib kurang beruntung yang dialami Irfan membuat dirinya mencari peluang lain. Pertimbangan utama adalah merumput di negeri kelahiran sang ayah, Noval Bachdim, yang memiliki saudara-saudara di Jakarta maupun Bandung.

"Tujuan utama adalah mencari petualangan baru dengan mencoba bermain di Indonesia, untuk menambah pengalaman dan karena alasan keluarga," kata Fardy.

"Ia masih muda dan ia butuh pengalaman yang lebih banyak, jadi rencana ini perlu dicoba.

"Apabila gagal di Indonesia, mungkin masih bisa di negara-negara lainnya, seperti Italia atau Australia. Kami sibuk dengan banyak pilihan. Tapi Indonesia adalah pilihan terbaik karena famili."

Masih kata Fardy, pada 6 atau 9 Januari mendatang, ia belum bisa ikut ke Indonesia.

"Irfan akan ditemani ayah [Noval]. Saya akan menyusul apabila Irfan harus menandatangani kontrak.

"Saya pikir dia ingin sekali memperkuat tim nasional Indonesia. Jika dia bermain di liga sana, tentunya peluangnya lebih bagus.

"Saya berharap dan menanti kunjungan ke Indonesia," tandasnya.

sumber : goal


»»  read more

Wednesday, November 25, 2009

Super Obi!!


Anoure Obiora Richards mulai meyakinkan fans Sriwijaya FC. Berkat tambahan satu golnya ke gawang Pelita Jaya (24/11), Obigol (julukan Obiora) menjadi top skor sementara (SFC). Bersama Rahmad “Poci” Rivai dengan koleksi 2 gol.
Tapi, Obiora baru melakoni dua pertandingan di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL). Sedangkan Poci telah tampil empat kali bersama tim Laskar Wong Kito. Jadi kalu dibuat rata-rata gol Obiora mengemas 1 gol per-partai. Sedangkan Poci hanya menciptakan 0,5 gol perlaga.
”Saya tidak terlalu berambisi untuk menciptakan gol. Yang terpenting adalah bisa menghantarkan Sriwijaya meraih kemenangan pada setiap pertandingan,” kata Obiora kepada Wartawan, kemarin, (24/11).
Suatu prestasi yang luar biasa. Sebab, Obiora selalu menjadi super-sub (pemain cadangan) pada dua laga sebelumnhya. Saat menjamu Persitara (21/11) lalu Obigol masuk menggantikan Poci di menit ke-67. Dan ketika meladeni Pelita Jaya (24/11), kembali menggantikan Poci di menit ke-68.
”Saya rasa pelatih yang lebih faham persoalan pemain. Menjadi pemain cadangan bukan berarti menjadi pilihan kedua. Saya, rasa tak lebih dari strategi sang pelatih,” imbuh pemuda kelahiran Akuma, Nigeria, 4 April 1986 ini.
Tapi, bukan berarti selamanya Obigol bakal menjadi super-sub sejati. Apalagi coach Rahmad Darmawan, kembali simpatik dengan penanpilannya yang cukup ciamik. Meskipun secara keseluruhan penampilan Obiora masih belum terlalu maksimal.
”Perlahan tapi pasti. Obiora telah menunjukan kelasnya. Saya rasa hanya butuh proses, dan tidak perlu memakan waktu yang begitu lama untuk memulihkan peforma Obiora,” puji Rahmad Darmawan. (mg42)

Profil
Nama : Anaore Obiora Richards
TTL : Akuma Nigeria, 4 April 1986
Posisi : Gelandang/Striker
No Punggung : 9
Tinggi/Berat : 183 cm/70 kg
Pemain Idola : Zinedine Zidane, Jay-Jay Okocha
Klub Idola : Barcelona dan SFC
Karir KlubJaspor United FC Onitsha Nigeria (2003), Power All Stars FC Onitsha Nigeria(2004), PSDS Deli Serdang (2005-2006), Sriwijaya FC (2007-Sekarang)


sumber


»»  read more

Thursday, November 19, 2009

Garuda Butuh Keajaiban


Ismed Sofyan lagi-lagi menjadi momok menakutkan bagi Timnas Indonesia. Entah kebetulan atau tidak, pilar Persija Jakarta ini kembali menjadi aktor di balik kegagalan Merah Putih kala butuh poin krusial. Akibat tackling kerasnya di menit 46, Pasukan Garuda harus melanjutkan laga dengan 10 pemain setelah Ismed diusir wasit asal Jepang Tojo Minoru keluar lapangan.
Akibat ulah wingbek asal Aceh ini, Indonesia harus bermain di bawah tekanan sepanjang pertandingan di babak kedua dan harus kehilangan tiga poin yang sudah ada di depan mata. Sebab, serangan bergelombang Kuwait berujung gol Ahmad Ajab di menit 72. Sontekan striker nomor sembilan ini sekaligus membuat gol Budi Sudarsono di masa injury time babak pertama (45+4’) sia-sia.
”Ada kesalahan yang seharusnya tidak perlu dilakukan saat kondisi sedang berada di atas. Maaf untuk masyarakat Indonesia, karena hasilnya cukup mengecewakan,” terang pelatih Benny Dolo dalam konferensi pers kemarin (18/11).
Sebelumnya, Ismed pernah membuyarkan mimpi Indonesia melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2007 setelah melakukan pelanggaran di sisi kiri pertahanan Indonesia yang berujung tendangan bebas dan mengakibatkan gol. Dalam laga melawan Arab Saudi itu, Indonesia harus kalah 1-2. Padahal dengan hasil 1-1 saja, Indonesia sudah bisa lolos ke babak kedua.
Tak jauh beda dengan kejadian dua tahun lalu, hasil imbang kala melawan Kuwait tadi malam membuat perjuangan Indonesia menuju babak final Piala Asia 2011 semakin berat kalau tak mau dikatakan tertutup. Sebab, tambahan satu angka ini semakin menenggelamkan Merah Putih di dasar klasemen Grup B dengan tiga angka dari empat laga.
Untuk menjaga peluang lolos, Indonesia butuh keajaiban dengan menyikat dua sisa laga, karena lawan di laga sisa, Oman (6/1/2010) dan kontra Australia (3/3/2010), secara kualitas lebih bagus dari Kuwait. ”Saya akui peluang lolos masih ada meski memang sangat berat,” terang Bendol, sapaan karib Benny Dolo.
Sementara, kubu Kuwait tak bisa sembunyikan kebahagiaannya setelah sukses menahan imbang Indonesia. Kebanyakan pemain langsung melakukan sujud syukur setelah wasit sudahi pertandingan.
Keributan di dalam lapangan itu memicu keresahan pihak supporter. Mereka pun merasa tak nyaman dan minta digeser dari tengah-tengah suporter Indonesia yang ada di tribun VIP barat. Bukan hanya itu, pada menit 75, suporter Indonesia juga melempari pemain Kuwait yang sedang melakukan pemanasan.
”Semua ini karena laga ini penuh emosi. Bader tak ada masalah, dia hanya merasa masih pusing, makanya saya ganti. Sayang, anak-anak banyak menyia-nyiakan peluang,” terang pelatih Kuwait Goran Tiugfedzic kemarin (18/11). (kmd)

Klasemen Sementara
Grup B
1. Australia 4 2 1 1 3-2 7
2. Kuwait 4 2 1 1 4-3 7
3. Oman 4 1 1 2 2-3 4
4. Indonesia 4 0 3 1 3-2 3


»»  read more

Wednesday, November 18, 2009

Data Pertandingan 2008: Sociedad Anónima Deportiva (S.A.D.) Indonesia U-17

Liga Uruguay U-17
Quinta Division 2008



PUTARAN PERTAMA (Liga Apertura)


































































































































































 PertandinganSkor 
1Rampla JrIndonesia0-1Syamsir Alam
2JuventudIndonesia4-1Syamsir Alam
3CerroIndonesia1-0 
4IndonesiaCerrito4-0Sahlan Sodiq (2), Syamsir Alam, Novri Setiawan
5River Plate Indonesia2-0 
6IndonesiaMiramar3-4Alfin Tuasalamony, Alan Martha, Syamsir Alam
7Dep. MaldonadoIndonesia0-4Syamsir Alam (2), Ferdiansyah, Ismail Marzuki
8IndonesiaDefensor0-2 
9Boston River Indonesia0-8Syamsir Alam (3), Yandi Sofyan (2), Sahlan Sodiq, Lutfi Hidayat, bunuh diri
10IndonesiaPenarol0-3 
11Bella VistaIndonesia4-0 
12WanderersIndonesia4-0 
13IndonesiaDanubio0-5 
14FenixIndonesia0-1Syamsir Alam
15IndonesiaAtenas San Carlos 0-1 
16LiverpoolIndonesia3-1Rinaldi Gunapradiptha
17IndonesiaNacional1-2Reffa Money
18IndonesiaProgreso0-2 
19BasanezIndonesia1-2Sahlan Sodiq, Alfin Tuasalamony
20RacingIndonesia2-0 
21IndonesiaTacuarembo0-1 
22IndonesiaCentral1-3Feri Firmansyah
23Villa Teresa Indonesia2-1Rinaldi Gunapradiptha


Hasil:


* Posisi ke-19 klasemen akhir dari 24 tim (18 poin: 6 kali menang - 0 kali seri - 17 kali kalah).
* Untuk putaran kedua, 12 tim terbawah bersaing di Liga Clausura.


PUTARAN KEDUA (Liga Clausura)











































































 PertandinganSkor 
1IndonesiaRampla Jr4-1Sahlan Sodiq, Zainal Haq, Alan Martha, Syamsir Alam
2 Maldonado Indonesia2-3Syamsir Alam (2), Yandi Sofyan
3ProgresoIndonesia1-0 
4IndonesiaFenix1-0Syamsir Alam
5CerritoIndonesia2-0 
6Central EspanolIndonesia2-2Yandi Sofyan, Sahlan Sodiq
7IndonesiaBasanez2-2Alan Martha, Syamsir Alam
8Villa TeresaIndonesia1-1Ridwan Awaludin
9IndonesiaBoston River3-1Alan Martha, Sahlan Sodiq, Rinaldi Gunapradiptha
10Atenas San CarlosIndonesia3-0 


Hasil:


* 4 kali menang, 3 kali seri dan 3 kali kalah.

* Putaran kedua tidak diselesaikan karena tim S.A.D pulang ke Indonesia.




DAFTAR PENCETAK GOL



15 gol: Syamsir Alam

7: Sahlan Sodiq

4: Alan Martha, Yandi Sofyan

3: Rinaldi Gunapradiptha
2: Alfin Tuasalamony

1: Novri Setiawan, Ferdiansyah, Ismail Marzuki, Lutfi Hidayat, Reffa Money, Feri Firmansyah, Zainal Haq, Ridwan Awaludin



sumber


»»  read more

Garuda Junior Gilas Hongkong


Penampilan menawan kembali ditunjukan para pemain timnas U-19 Indonesia pada ajang kualifikasi grup F Piala Asia 2010, saat menjamu Hongkong di laga terakhir.

Tanpa ampun, Syamsir Alam dkk menggilas lawannya tersebut dalam laga yang tersaji di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, Selasa (17/11) malam.

Hebatnya, 'Garuda Junior' tidak butuh waktu lama untuk menjebol gawang Hongkong, yakni kurang dari satu menit babak pertama berjalan melalui sontekan Syamsir Alam.

Sempat dikejutkan gol balasan striker Lau Cheuk Hin lima menit kemudian memanfaatkan bola muntah dari tangkapan kiper Tri Windu yang tidak akurat, timnas U-19 kembali menambah keunggulan melalui tendangan bebas Syamsir Alam pada menit ke-37.

Kedudukan pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan sementara timnas junior Indonesia yang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, penampilan para pemain timnas yang sudah dua tahun berguru di Uruguay ini semakin tidak terbendung.

Hasilnya, dua gol tambahan yang terbilang cukup cantik sukses mereka sarangkan ke gawang Hongkong, yang semuanya diborong melalui tandukan Rahman Lestaluhu pada menit ke-52, dan aksi menawannya pada menit ke-88.

Dan hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada lagi gol yang tercipta yang membuat Indonesia menutup laga dengan keunggulan 4-1, meski kedua tim tetap melancarkan serangan Terutama para pemain muda Indonesia yang sudah di atas angin.

Atas hasil ini, skuad tim besutan pelatih Cesar Payovich berhasil menempati posisi ketiga klasemen akhir grup, sekaligus menutup peluang Hongkong melaju ke babak final.


sumber


»»  read more

Dinilai Mirip Roberto Carlos, Yericho Dilirik Tim Uruguay

Yericho Cristiantoko benomor punggung 2

Setidaknya ada empat pemain yang mendapat perhatian dari para penonton yang mendukung Indonesia langsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung saat tim muda itu menahan imbang Australia 0-0.

Keempat pemain tersebut adalah Syamsir Alam, Alan Martha, Feri Firmansyah dan Yericho Christantoko, yang terakhir disebut bahkan layak mendapat penghargaan man of the match pada laga yang berlangsung seru tersebut.

Juru taktik Indonesia Cesar Payovich pun tak segan untuk memuji Yericho yang mampu menguasai sisi kiri lapangan pertandingan.

"Yericho bermain fantastis. Dia berlari naik turun tanpa lelah dan sering menjadi aktor dibalik serangan berbahaya ke jantung pertahanan Australia sekaligus menjadi benteng pertama saat Indonesia mendapat tekanan. Saya berharap banyak pada kemampuan pemain spesial ini," puji Cesar.

"Beberapa tim Uruguay sudah menghubungi saya untuk mencari tahu apakah Yericho bisa mereka sodori kontrak, tetapi saya jelaskan bahwa Yericho belum bisa di transfer karena terikat dalam proyek PSSI."

"Anda bisa bayangkan klub Uruguay yang sering terlibat dalam kejuaraan internasional memiliki ketertarikan terhadap Yericho. Gaya permainannya dinilai hampir mirip dengan Roberto Carlos. Jadi saat ini Indonesia memiliki sedikit kloningan mantan bintang Real Madrid itu pada diri Yericho."


sumber


»»  read more

Tuesday, October 27, 2009

Belum Tentukan Sikap

Muang Thong United salah satu saingan sriwijaya di play off


PALEMBANG - Genderang kompetisi Liga Champion Asia (LCA) sudah semakin dekat. Senin, 7 Desember 2009 nanti, seluruh kontestan, sudah mulai berkumpul di House AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), di Kuala Lumpur, Malaysia untuk melakukan drawing LCA dan AFC Cup. Tapi, pihak Sriwijaya FC bulum menentukan sikap akan fokus pada LCA atau AFC Cup.
“Dua laga ini semuanya mempunyai bobot yang berbeda. Sehingga kami hanya bisa berusaha untuk bisa memberikan yang terbaik. Apakah di AFC atau di LCA nantinya,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.
Ya, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini masuk fase playoff LCA. Tim juara double winner 2007 ini akan bersaing dengan 3 tim lainya yang berada di zona Timur agar lolos ke LCA. Yakni, Armed Force (Singapura), Muang Thong United (Thailand), dan Da Nang (Vietnam).
Belum yakinya Sriwijaya tampil di LCA lantaran Laskar Wong Kito harus menang di 2 laga zona Timur. “Kami belum bisa memastikan fokus kemana. Kami akan menunggu keputusan dari pihak manajemen. Sebab, kami akan melihat budget dari manajemen juga,” lanjut pelatih berpangkat kapten marinir ini.

Musim 2009-2010, Laskar Sriwijaya memasang target masuk babak ke-2 pada LCA dan masuk semi final pada AFC Cup. Dilihat dari hasil musim 2008-2009 lalu, ini merupakan tugas berat bagi Charis Yuluanto dan kawan-kawan.
Musim 2008-2009 lalu. Sriwijaya menjadi juru kunci pada grup F dengan mengumpulkan 3 poin. Dengan mengalahkan Shandong Luneng 4-2, (20/5). Sriwijaya juga merupakan tim paling banyak kebobolan di grup F, yakni dengan 24 gol di bawah Shandong Luneng dengan 9 gol.
“Musim lalu merupakan pelajaran bagi kami. Sehingga, pada musim ini kami berharap bisa menjadi lebih baik lagi. Sehingga kami bisa mengukir sejarah baru,” pungkas pelatih asal Metro, Lampung ini. (mg43)


sumeks


»»  read more

Saturday, October 3, 2009

Tempat Bergeser, Jadwal SFC Berubah


Community Shield akhirnya digelar di Stadion Mattoangin, Makassar. Sebelumnya, PT Liga Indonesia lebih dulu merubah jadwal tur Sriwijaya FC di awal Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010.

Menurut CEO PT Liga, Joko Driyono, penunjukan Makassar telah disesuaikan dengan perubahan ini. Dengan demikian, perjalanan SFC yang akan berhadapan dengan Persipura, 7 Oktober 2009 bakal lebih efisien.

"Jadwal ini akan lebih efisien bagi SFC. Setelah community shield, tidak perlu ke Persiba dulu, melainkan akan langsung berhadapan dengan PSM " kata Joko kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2009.

Setelah berlaga di ajang community shield, SFC memang tidak perlu ke mana-mana. Pasalnya, pasukan Rahmad Darmawan akan berhadapan dengan PSM di tempat yang sama, 11 Oktober 2009. Sedangkan duel kontra Persiba akan digelar 14 Oktober 2009.

Jadwal ini tentu berbeda dengan rilis yang disebar PT Liga sebelumnya. Sebab sebelum berhadapan dengan Juku Eja, SFC harusnya lebih dulu bertandang ke markas Beruang Madu.



Community Shiled merupakan even pembuka kompetisi sepakbola nasional musim 2009/2010. Pertandingan yang mempertemukan jawara Copa Indonesia dan LSI ini akan disiarkan langsung oleh antv pukul 16.30 WITA atau 15.30 WIB. Sebelumnya, even ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Namun karena kesulitan mendapat izin dari Polda Metro Jaya, jelang pelantikan presiden dan wakil presiden, duel akhirnya dipindah ke Makassar.

Perubahan Jadwal

11 Oktober 2009
Persiba vs Sriwijaya FC (14 Oktober 2009)
PSM vs Persib (14 Oktober 2009)
14 Oktober 2009
PSM vs Sriwijaya FC (11 Oktober 2009)
Persiba vs Persib (11 Oktober 2009)

»»  read more

Sriwijaya Unggul Head to Head


BERMAIN di Makassar, memang menguntungkan Persipura Jayapura. Sebab, stadion Andi Mattalata adalah home base tim berjuluk Mutiara Hitam. Kans meraih juara Community Shield (CS) juga besar. Perbandingannya bisa 60% : 40 % untuk mereka.
Tapi, Sriwijaya punya modal besar. Yaitu unggul head to head. Dari 11 kali sua, tim berjuluk Laskar Wong Kito menang 5 kali. Sementara, Persipura 2. Artinya, skuadra Rahmad Darmawan bisa datang ke Makassar dengan membusungkan dada.
Ada fakta lain yang juga menjadi modal Sriwijaya. Yaitu soal produktivitas. Tapi, musim 2007 lalu saat menjadi double winner. Statistika umum, Sriwijaya menorehkan 1,72 gol per caps. Sementara, Persipura hanya 1,63.

Rekor home pun, Sriwijaya unggul. Yaitu 2,33 gol per caps. Persipura hanya 2,24. Rekor away pun, Sriwijaya unggul. Yaitu 1 gol per caps. Sementara, Persipura 0,08 gol per caps.
Tapi, Sriwijaya kalah telak di edisi 2008/09. Di liga, Sriwijaya peringkat ke-5, sementara Persipura juara. Namun di Copa, Sriwijaya juara, Persipura runner up. Statistika liga 2008/09, Persipura menang telak.
Bisa dilihat dari torehan kemenangan tim. Sriwijaya hanya 15 kali menang, sementara Persipura 25. Paling kentara, torehan gol. Persipura meraup 81 gol, Sriwijaya 60 gol.
Persipura kebobolan hanya 25 gol (paling sedikit), Sriwijaya justru 45 gol (terbanyak ke-8). “Statistika tidak akan banyak membantu. Tapi, itu bisa dijadikan semangat. Kami, sudah 5 kali menang. Kami lebih unggul 2 kali menang,” tegas Rahmad Darmawan. (mg2)

Head to head
28/6/09 : Sriwijaya v Persipura : 4-0 (final CDSSI IV 2008/09)
10/6/09 : Persipura v Sriwijaya : 4-1 (putaran 2 DISL I 2008/09)
12/7/08 : Sriwijaya v Persipura : 2-2 (putaran 1 DISL I 2008/09)
13/1/08 : Persipura v Sriwijaya : 1-4 (final CDSSI III 2007)
26/9/04 : Persijatim/Sriwijaya v Persipura : 1-0 (putaran 2 LDI X 2004)
17/1/04 : Persipura v Persijatim/Sriwijaya : 1-1 (putaran 1 LDI X 2004)
20/8/03 : Solo FC/Sriwijaya v Persipura : 1-0 (putaran 2 LDI IX 2003)
26/3/03 : Persipura v Solo FC/Sriwijaya : 1-3 (putaran 1 LDI IX 2003)
5/5/02 : Persipura v Persijatim/Sriwijaya : 2-1 (putaran 2 LDI VIII 2002)
2/3/02 : Persijatim/Sriwijaya v Persipura : 3-3 (putaran 1 LDI VIII 2002)

SFC memang : 5
Persipura menang : 2
Seri : 3


sumber : laskar-sriwijaya
»»  read more

Gawat, Isnan Cedera


JAKARTA – Lini belakang Sriwijaya FC terancam keropos dalam Community Shield. Ini menyusul kambuhnya cedera engkel kaki kiri Isnan Ali saat melakoni latihan pagi di Pelatnas Pra Piala Asia (PPA) di POR Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Jabar, kemarin (2/10). Akibatnya, pemain kidal itu hanya ikut senam saja di latihan selanjutnya.”Engkel saya terasa sakit saat latihan tadi pagi (kemarin pagi, red). Ini sebenarnya bukan cedera baru. Pertama saya dapat cedera ini saat perkuat Sriwijaya FC di Liga Champions Asia (LCA) di Korea Selatan lalu,” terang Isnan kemarin (2/10).Musim lalu, Sriwijaya FC memang sempat merasakan atmosfer LCA. Saat bertarung di level Asia itu, Isnan cedera engkel saat lawan Seoul FC. Setelah merasa ada yang tak beres dengan engkel kiri kemarin, sampai saat ini tim dokter Timnas belum mengecek. Jadi Isnan belum tahu seberapa parah cederanya itu.


Jika cedera kambuhan ini parah, maka kerugian bagi Sriwijaya. Sebab, pada 7 Oktober nanti mereka akan berjibaku di duel sepergengsi kontra seteru abadi Persipura Jayapura dalam Community Shield di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar. Apalagi sebelumnya dua pilar lini belakangnya cedera.
Saat pertama ikut Pelatnas PPA 2011 Selasa (29/9) lalu, kapten SFC Charis Yulianto mengeluh dengan cedera tumit kiri yang diderita saat SFC uji coba melawan Persema Malang di Stadion Gajayana, Malang, pada 16 September lalu. Sementara tandem Charis, Ambrizal, masih tergolek lemas di rumah sakit, karena terkena demam berdarah.
”Semoga saja tak parah dan saya bisa cepat main karena bagi saya semua pertandingan penting tak terkecuali dua laga terdekat, yaitu lawan Persipura dan PSM Makassar. Tapi semua itu juga tergantung keputusan pelatih terkait peluang saya turun atau tidak di pertandingan nanti,” ungkap Isnan, wingbek asli Makassar ini.
Pelatih SFC Rahmad Darmawan tak menampik jika khawatir dengan cedera yang dialami pemain penting di lini belakang. Apalagi, dalam rentetan uji coba yang dilakoni sebelum kompetisi lini belakang SFC kerap tak solid. Dari enam kali uji coba terakhir, SFC kebobolan tiga kali yakni, saat menang 10-1 atas SFC U-21, seri 2-2 kontra Pelita Jaya, dan imbang 2-2 dengan Persiwa Wamena.
Namun, Manajer SFC Hendri Zainuddin tetap optimistis Sriwijaya bakal tampil lebih baik saat di Community Shield (CS). Sekalipun banyak pemain belakang cedera. ”Kami tak takut meski banyak pemain yang cedera. Saya masih yakin mereka bisa main saat Community Shield nanti,” tegas Hendri saat ditemui di Jakarta kemarin (2/10).
Soal persiapan, Hendri sudah menggenjot. Terutama soal tiket dan keperluan saat menetap di Makassar untuk dua laga, yakni lawan Persipura di CS dan PSM Makassar di laga perdana ISL II. ”Kami memang mengalami kerugian saat Commutiy Shield dipindah dari Jakarta ke Makassar karena kami telah pesan tiket dan tempat latihan di Jakarta. Kira-kira kami rugi Rp30-an juta. Karena telah diputuskan di Makassar kita harus siapkan semua keperluan,” terang pria berkaca mata ini. (kmd)


sumber : sumeks

»»  read more

Thursday, September 24, 2009

Daftarkan 25 Pemain ke PSSI


PALEMBANG - Untuk memenuhi persyaratan kompetisi. Sriwijaya FC hari ini (24/9) akan mendafarkan 25 pemain dan 15 ofisial ke Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI). Terdiri dari 21 pemain lokal, dan 4 pemain asing.
“Besok (hari ini, red), kami akan mendaftarkan pemain kami ke PSSI. Hal ini untuk melegalkan kami megikuti kompetisi musim 2009-2010 nanti,” kata Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, kemarin (23/9).
Hendri menambahkan, Sriwijaya FC akan kembali mendaftarkan satu pemain asing yang masih dalam tahap perekrutan. “Kami sudah mendaftarkan semua pemain asing kami. Yakni, Obiora, Kayamba, Zah Rahan, dan Precious. Sedangkan satu pemain Asia masih kami buru. Dan pendaftarannya akan menyusul,” lanjut anggota DPRD Banyuasin ini.

Ya, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini masih butuh satu striker asing Asia yang akan menggantikan posisi Agu Casmir yang gagal diboyong ke Palembang. Sriwijaya sendiri saat ini masih memburu striker naturalisasi Singapura, yakni Alexsandar Duric.
“Kami masih mencari satu striker lagi. Mudah-mudahan perekrutan pemain ini bisa berjalan lancar. Sehingga kami bisa langsung mendaftarkan ke PSSI,” imbuh pria berkacamata ini.
Pendaftaran sendiri rencananya akan diwakilkan oleh Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) sebagai pengurus Sriwijaya FC, Faisal Mursyid. “Pendaftaran akan langsung diwakili oleh Pak Faisal. Kami berharap pendaftaran pemain ini bisa berjalan lancar,” harap mantan manajer PS Banyuasin ini.
Sementara itu, pendaftaran pemain Sriwijaya FC U-21 akan dilaksanakan bulan Oktober mendatang. Hal ini sesuai dengan rencana kompetisi U-21 yang akan berlangsung bulan November nanti.
“Untuk SFC U-21 akan menyusul. Kemungkinan bulan Oktober nanti kami akan mendaftarkan, dan melengkapi persyaratan pendaftaran U-21,” timpal Sekretaris PT SOM, Faisyal Mursyid. (mg43)


sumber : sriwijaya-fc

»»  read more

Duric Minta 2 Milyar


PALEMBANG - Ingin segera mendatangkan Aleksandar Duric ke Palembang, menjadi tugas berat bagi Sriwijaya FC. Pasalnya, pemain naturalisasi Singapura ini membanderol cukup tinggi. Striker Singapura Armed Force (SAF) ini meminta banderol Rp1,3 miliar ditambah uang transfer.
“Ya, kami harus berpikir ulang untuk mendatangkan Duric ke Palembang. Sebab, harganya terlalu tinggi, yakni hampir Rp2 miliar. Ini sudah harga Rp1,3 M ditambah uang transfer dari klub lamanya,” kata Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin.

Hendri menambahkan, Meski dibilang cukup tinggi, pihak Sriwijaya tetap berusaha untuk mempertimbangkan dan mencoba bernegosiasi. “Sejauh ini kami terus bernegosiasi. Karena harganya cukup tinggi, terpaksa kami serahkan kepada president club untuk menangani hal ini,” lanjutnya.
Bila Sriwijaya berhasil memboyong pemain kelahiran Serbia, 12 Agustus 1970 ini ke Palembang. Duric akan memecahkan dua rekor sekaligus. Yakni, pemain termahal dan pemain tertua.
Saat ini banderol tertinggi Sriwijaya yakni, Keith Kayamba Gambs dengan banderol kisaran Rp1,2 miliar. Sekaligus pemain tertua dengan umur 37 tahun. “Kita lihat nanti hasilnya. Sebab, pak Dodi sampai saat ini masih terus negosiasi dengan Duric,” pungkas anggota DPRD Banyuasin ini. (mg43)


sumber

»»  read more

Sunday, September 13, 2009

Kayamba Cs Target Menang Lawan Persiwa


PALEMBANG - Sama-sama melawat ke Malang dan bertarung di tempat netral akan dilakoni Sriwijaya yang berujicoba dengan Persiwa Wamena dalam laga ujicoba di Stadion Gajahyana, Minggu (13/9). Meski menghadapi lawan berat yakni, Runner Up ISL musim lalu, Kayamba cs yakin memenangkan pertandingan.
"Target kita meraih kemenangan dalam ujicoba lawan Persiwa. Ini laga penting dan menjadi modal bagi anak-anak untuk melakoni laga di Indonesia Super Liga (ISL)," tegas Manajer SFC Hendri Zainudin, Sabtu (12/9).
Jika melihat materi pemain. Kedua pasukan sama-sama diperkuat pemain berkualitas. Misalnya SFC lebih mengandalkan 7 pemain timnasnya seperti Ponaryo, M Nasuha, Ferry Rotinsulu, Tony Sucipto, Arif Suyono, Charis Yulianto. Kemudian ada dua asing SFC kapten Kayamba dan Zah Rahan. Sementara di lini depan ada Rahmat Rivai dan pemain pelapis Mustafa Aji.
Begitu juga skuad besutan pelatih Jaya Hartono yang mengandalkan muka-muka lama. Dengan materi pemain berkualitas, Persiwa memiliki kekuatan  yang merata di semua lini. Maka di pastikan kedua tim akan bertarung habis-habisan, demi gengsi tim.
Pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, dia memang memasang target maksimal. Tentunya kemenangan harus diraih anak-anak asuhnya.
"Menang itu bagus sebagai modal untuk melakoni laga yang sesungguh dalam pembukaan ISL nanti. Namun sejauh ini saya menekankan kepada anak-anak untuk tampil lepas dan tanpa beban, sebab ini ujicoba," ujar RD.

sumber : sripoku


»»  read more

Peluang Ada, tapi Manajemen Menyerah


JAKARTA – Peluang Sriwijaya FC untuk mendapatkan tanda tangan Agus Casmir masih terbuka. Meski mantan pemain Woodlands Wellington FC itu masuk daftar hitam PT Liga Indonesia , tapi masih ada kemungkinan dia bisa merumput di Indonesia lagi. Itu karena bagi PT Liga Indonesia, cap blacklist yang disandangnya belum formal.
”Memang PSSI pernah mengeluarkan surat bahwa dia termasuk orang yang tak boleh masuk Indonesia sebagai pemain sepak bola. Tapi hukuman itu sampai kapan, baru akan kami cek Senin besok,” terang Sekretaris PT Liga Idonesia Tigorshalom Boboy kemarin (12/9).
Agu Casmir harus menyandang status person non brata usai terlibat masalah dengan Persija Jakarta dua tahun lalu. Itu setelah pada 2006 bomber kelahiran 23 Maret 2984 ini lari dari Indonesia dengan mambawa uang kontrak yang telah diterima dari tim berjuluk Macan Kemayoran. Alasannya, karena dia waswas melihat rumput tempat latihan Persija, Lapangan Ragunan, Jakarta Selatan, yang gersang dan tidak rata.
Agu sendiri datang ke Persija saat itu atas undangan sang Pelatih Rahmad Darmawan. Mungkin masih penasaran dengan donasi pilar Timnas Singapura itu, Rahmad Darmawan yang saat ini besut Sriwijaya FC (SFC) juga ngebet mendatangkan Agu. Masalahnya, masih bisa nggak Agu kembali main sepak bola di Indonesia setelah kasus itu?

Dikatakan Tigor, sesuai regulasi yang diadopsi dari FIFA, hukuman maksimal yang dijatuhkan untuk pemain seperti Agu Casmir ini maksimal 4 tahun. ”Soal peluang sebenarnya masih ada. Tapi saya belum tahu sampai kapan hukumannya berlaku. Meski sudah habis pun, dia juga tak boleh langsung bisa perkuat tim di Indonesia. Agu harus membuat surat pernyataan bahwa dia tidak akan ulangi kelakuannya dulu itu dan tentu saja harus ada jaminan dari PSSI dan klub yang akan menaungi,” terang Tigor.
Bagaimana jawaban Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan terkait masih adanya peluang Agu merumput di Indonesia? ”Kami memang srius dapatkan Agus Casmir. Bahkan, banderol untuk dia pun sudah kami siapkan. Jika dia jadi masuk tentu membuat strategi semakin variatif. Saya bias coba Kayamba Gumbs di sayap,” ujar RD sapaan karib Rahmad Darmawan.
Sayang, harapan RD itu bertepuk sebelah tangan. Sebab, manajemen angkat tangan mengejar tanda tangan Agu. ”Setelah kami koordinasikan, kami akhirnya berhenti mengejar Agu. Untuk penggantinya kami sedang menanti kedatangan striker asal Iran,” ungkap Manajer SFC Hendri Zainuddin di Hotel Gran Melia, Jakarta, kemarin (12/9). (kmd)

sumber : sumeks

»»  read more

Singa Mania “Jiwa Ragaku” untukmu SFC


PALEMBANG – Kehadiran suporter penting bagi klub sepak bola. Sama halnya dengan Sriwijaya Football Club (SFC) mendambakan kehadiran Singa Mania pada setiap pertandingan home base-nya. Lalu, bagaimana dengan Singa Mania?
Singa Mania merupakan pendukung setia Sriwijaya FC. Suporter Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) ini telah berdiri sejak 2004 lalu dan memiliki sedikitnya 30 koordinator wilayah (korwil) yang berada di Sumsel. Dari data yang terhimpun, anggota aktif Singa Mania berjumlah sekitar 6.000 peserta.
“Pendukung sebuah kesebelasan harus memiliki eksitensi dan militansi tinggi. Kita harus rela berkorban apa pun demi kemajuan klub kebanggaan kita,” kata Arianto, Humas Singa Mania kepada Sumatera Ekspres kemarin, (12/9).
Diakui Anto, sapaan akrab Arianto, simpatisan Singa Mania telah berkembang hingga ke dataran Jawa. Yaitu, Singa Jabotabek yang memiliki penukung sekitar 200 orang dan Singa Mania Jojgakarta yang memiliki simpatisan sekitar 60 orang. ”Kami akan terus melebarkan sayap. Rencananya musim depan kami akan merambah ke wilayah Indonesia timur. Yaitu Borneo (Persisam) dan Juku Eja (PSM Makasar),” imbuhnya.
Lanjutnya, Singa Mania hari ini, 13 September 2009 bakal menggelar Munyawarah Besar (Mubes), bertempat di Aula Sekretariat KONI Sumsel. Dalam mubes nantinya bakal memilih ketua umum baru. Waktu disinggung bakal calon ketua umum Singa, yakni Manis Anto mengelak. ”Kemungkinan akan ada ketua baru, tapi belum bisa dipastikan siapa yang bakal menjadi ketua nanti,” jelasnya.
Anto menambahkan, Singa Mania memiliki tugas penting bagi SFC pada musim kompetisi 2009/2011. ”Kita ingin melakukan konsolidasi untuk memaksimalkan dukungan kepada Sriwijaya FC. Sebab, akhir-akhir ini kita mulai memasuki titik jenuh,” ungkapnya.
Menurutnya, titik jenuh yang dimaksudkan adalah mulai melemahnya semangat anggota Singa Mania dalam memberikan dukungan kepada SFC. Untuk itu ia dan rekan-rekannya menggelar Mubes untuk memiliki ketua dan kepengurusan baru. ”Kami bertekad membangkitkan kembali semangat untuk membangun dan memaksimalkan dukungan kepada SFC. Terutama untuk target double winner nantinya,” imbau pria berambut belah tengah ini.
Berapa personel yang akan dikerahkan? ”Target kita untuk pertandingan home kita akan siapkan 6.000 suporter sedangkan pada pertandingan away kita siap dengan 300 sampai 1.000 orang,” pungkasnya. (mg42)


sumber


»»  read more