About Me

Dapatkan berbagai Informasi menarik Disini dari berbagai sumber terpecaya

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Showing posts with label Sriwijaya FC. Show all posts
Showing posts with label Sriwijaya FC. Show all posts

Wednesday, November 25, 2009

Super Obi!!


Anoure Obiora Richards mulai meyakinkan fans Sriwijaya FC. Berkat tambahan satu golnya ke gawang Pelita Jaya (24/11), Obigol (julukan Obiora) menjadi top skor sementara (SFC). Bersama Rahmad “Poci” Rivai dengan koleksi 2 gol.
Tapi, Obiora baru melakoni dua pertandingan di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL). Sedangkan Poci telah tampil empat kali bersama tim Laskar Wong Kito. Jadi kalu dibuat rata-rata gol Obiora mengemas 1 gol per-partai. Sedangkan Poci hanya menciptakan 0,5 gol perlaga.
”Saya tidak terlalu berambisi untuk menciptakan gol. Yang terpenting adalah bisa menghantarkan Sriwijaya meraih kemenangan pada setiap pertandingan,” kata Obiora kepada Wartawan, kemarin, (24/11).
Suatu prestasi yang luar biasa. Sebab, Obiora selalu menjadi super-sub (pemain cadangan) pada dua laga sebelumnhya. Saat menjamu Persitara (21/11) lalu Obigol masuk menggantikan Poci di menit ke-67. Dan ketika meladeni Pelita Jaya (24/11), kembali menggantikan Poci di menit ke-68.
”Saya rasa pelatih yang lebih faham persoalan pemain. Menjadi pemain cadangan bukan berarti menjadi pilihan kedua. Saya, rasa tak lebih dari strategi sang pelatih,” imbuh pemuda kelahiran Akuma, Nigeria, 4 April 1986 ini.
Tapi, bukan berarti selamanya Obigol bakal menjadi super-sub sejati. Apalagi coach Rahmad Darmawan, kembali simpatik dengan penanpilannya yang cukup ciamik. Meskipun secara keseluruhan penampilan Obiora masih belum terlalu maksimal.
”Perlahan tapi pasti. Obiora telah menunjukan kelasnya. Saya rasa hanya butuh proses, dan tidak perlu memakan waktu yang begitu lama untuk memulihkan peforma Obiora,” puji Rahmad Darmawan. (mg42)

Profil
Nama : Anaore Obiora Richards
TTL : Akuma Nigeria, 4 April 1986
Posisi : Gelandang/Striker
No Punggung : 9
Tinggi/Berat : 183 cm/70 kg
Pemain Idola : Zinedine Zidane, Jay-Jay Okocha
Klub Idola : Barcelona dan SFC
Karir KlubJaspor United FC Onitsha Nigeria (2003), Power All Stars FC Onitsha Nigeria(2004), PSDS Deli Serdang (2005-2006), Sriwijaya FC (2007-Sekarang)


sumber


»»  read more

Tuesday, October 27, 2009

Belum Tentukan Sikap

Muang Thong United salah satu saingan sriwijaya di play off


PALEMBANG - Genderang kompetisi Liga Champion Asia (LCA) sudah semakin dekat. Senin, 7 Desember 2009 nanti, seluruh kontestan, sudah mulai berkumpul di House AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), di Kuala Lumpur, Malaysia untuk melakukan drawing LCA dan AFC Cup. Tapi, pihak Sriwijaya FC bulum menentukan sikap akan fokus pada LCA atau AFC Cup.
“Dua laga ini semuanya mempunyai bobot yang berbeda. Sehingga kami hanya bisa berusaha untuk bisa memberikan yang terbaik. Apakah di AFC atau di LCA nantinya,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.
Ya, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini masuk fase playoff LCA. Tim juara double winner 2007 ini akan bersaing dengan 3 tim lainya yang berada di zona Timur agar lolos ke LCA. Yakni, Armed Force (Singapura), Muang Thong United (Thailand), dan Da Nang (Vietnam).
Belum yakinya Sriwijaya tampil di LCA lantaran Laskar Wong Kito harus menang di 2 laga zona Timur. “Kami belum bisa memastikan fokus kemana. Kami akan menunggu keputusan dari pihak manajemen. Sebab, kami akan melihat budget dari manajemen juga,” lanjut pelatih berpangkat kapten marinir ini.

Musim 2009-2010, Laskar Sriwijaya memasang target masuk babak ke-2 pada LCA dan masuk semi final pada AFC Cup. Dilihat dari hasil musim 2008-2009 lalu, ini merupakan tugas berat bagi Charis Yuluanto dan kawan-kawan.
Musim 2008-2009 lalu. Sriwijaya menjadi juru kunci pada grup F dengan mengumpulkan 3 poin. Dengan mengalahkan Shandong Luneng 4-2, (20/5). Sriwijaya juga merupakan tim paling banyak kebobolan di grup F, yakni dengan 24 gol di bawah Shandong Luneng dengan 9 gol.
“Musim lalu merupakan pelajaran bagi kami. Sehingga, pada musim ini kami berharap bisa menjadi lebih baik lagi. Sehingga kami bisa mengukir sejarah baru,” pungkas pelatih asal Metro, Lampung ini. (mg43)


sumeks


»»  read more

Wednesday, October 14, 2009

Saatnya Meledak !


Hari Ini Pukul 15.30 WIB

BALIKPAPAN - Sriwijaya FC (SFC) optimistis akan “meledakkan” Persiba Balikpapan di Stadion Persiba pada laga ke-2 Djarum Indonesia Super League (DISL) II, pukul 15.30 WIB. Satu poin away saat imbang 1-1 (0-0) dengan PSM Makassar, Minggu (11/11), tidak cukup memuaskan hati Rahmad Darmawan, Coach Sriwijaya FC. Sebab, sejak menukangi Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) pada Senin, 1 Oktober 2006 lalu, Sriwijaya selalu bisa meraup minimal 3 poin di dua laga perdana.“Kami akan tampil menyerang. Bisa mengalahkan Persiba adalah cara yang tepat meningkatkan optimisme tim di laga-laga selanjutnya,” ungkap Rahmad Darmawan, kemarin (13/11).Maklum, pelatih kelahiran Metro (Lampung), 26 Desember 1966 itu tidak punya catatan meraup 1 poin di dua laga perdana. Away musim 2007, Sriwijaya bisa meraup 3 poin. Yaitu kalah 0-1 dari Persik (10/2/07) dan menang 1-0 atas Persema (13/2/07).


Home 2008, justru 4 poin. Yaitu imbang 2-2 dengan Persipura (12/7/08) dan menang 3-1 atas Persiwa (18/7/08). Namun, Rahmad menilai Selicin Minyak (julukan Persiba) bakal sulit untuk dikalahkan.
“Mereka (Persiba, red) pintar merekrut pemain. Regulasi 3 plus 2, mereka maksimalkan dengan mengambil pemain yang pas. Itu yang kami waspadai,” sambung pelatih yang telah mempersembahkan 3 trofi kampiun untuk Sriwijaya.
Praktis, Rahmad me-warning anak-anak asuhnya untuk waspada. Terutama dengan dua second striker, Robertino Pugliara (Argentina) dan Hamid Reza Zakaria (Iran).
Saat membungkam Persib Bandung 2-0, Minggu (11/11), Pugliara menyumbang satu gol. Sementara, Hamid Reza menjadi inspirasi gol kedua yang dicetak striker muda, Johan Yoga.
“Julio Lopez juga menjadi ancaman utama. Semua tahu bagaimana skill dan speed-nya. Saya harap, pertahanan kami bisa bekerja maksimal,” lanjut pelatih berlatar militer.
Maklum, Lopez termasuk striker berbahaya. Pria kelahiran Chili, 4 November 1978 masih sangat produktif di usianya yang ke-31. Musim lalu, dia mencetak 11 gol, sekaligus masuk jajaran top fifteen.
Sementara, minus Ferry Rotinsulu (menikah), Precious Emuejeraye (masih di Woodland Wellington), Obiora Richard (masih di Nigeria), Charis Yulianto (cedera), Ambrizal (pemulihan pasca DBD), dan Alexandar Duric (masih nego), bakal jadi problem utama.
Namun, Rahmad punya strategi variatif. Dia punya banyak tumpuan pemain. Termasuk pemain muda sekelas Amirul Mukminin sekalipun. Tapi, kali ini Zah Rahan bakal diberi tugas lebih berat.
Jika duet Keith Kayamba Gumbs dan Rahmat “Poci” Rivai tak berkutik, maka pria kelahiran Monrovia (Liberia), 7 Maret 1985 akan menjadi tukang gedor. Apalagi Zah punya history gemilang atas Persiba.
Putaran I DISL I (18/8/08), dia mencetak 2 gol away dikandang Persiba. Sriwijaya sendiri saat itu menang 2-1. “Persiba musim lalu dengan sekarang berbeda. Mereka kini jauh lebih kuat. Mereka bisa menang 2-0 atas Persib. Tapi, kami selalu punya harapan (menang),” timpal Zah Rahan.
Sementara, penasihat teknis Persiba Daniel Roekito tidak meremehkan Sriwijaya. Menurut pelatih kelahiran Rembang (Jateng) 19 Mei 1952, Sriwijaya tetap lebih solid.
“Sriwijaya punya banyak bintang. Jika ingin memang, jangan sekalipun memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan permainan,” tukas Daniel.
Persiba sendiri timpang disayap. Sebab, winger andalan Edy Gunawan harus absen karena cedera pascalawan Persib (11/11). Menurut Daniel, posisinya akan digantikan M Sobran atau Alief Maulana.
“Edy banyak membantu menyuplai bola ke lini depan. Tanpa dia, kami benar-benar akan kerepotan. Saya harap, Sobran atau Alief bisa diberi tanggung jawab,” pungkasnya. (mg2/is/jpnn)


Head to head

25-04-2009 : Sriwijaya v Persiba : 1-1 (Putaran 2 DISL I)
18-08-2008 : Persiba v Sriwijaya : 1-2 (Putaran 1 DISL I)

»»  read more

Saturday, October 3, 2009

Tempat Bergeser, Jadwal SFC Berubah


Community Shield akhirnya digelar di Stadion Mattoangin, Makassar. Sebelumnya, PT Liga Indonesia lebih dulu merubah jadwal tur Sriwijaya FC di awal Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010.

Menurut CEO PT Liga, Joko Driyono, penunjukan Makassar telah disesuaikan dengan perubahan ini. Dengan demikian, perjalanan SFC yang akan berhadapan dengan Persipura, 7 Oktober 2009 bakal lebih efisien.

"Jadwal ini akan lebih efisien bagi SFC. Setelah community shield, tidak perlu ke Persiba dulu, melainkan akan langsung berhadapan dengan PSM " kata Joko kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2009.

Setelah berlaga di ajang community shield, SFC memang tidak perlu ke mana-mana. Pasalnya, pasukan Rahmad Darmawan akan berhadapan dengan PSM di tempat yang sama, 11 Oktober 2009. Sedangkan duel kontra Persiba akan digelar 14 Oktober 2009.

Jadwal ini tentu berbeda dengan rilis yang disebar PT Liga sebelumnya. Sebab sebelum berhadapan dengan Juku Eja, SFC harusnya lebih dulu bertandang ke markas Beruang Madu.



Community Shiled merupakan even pembuka kompetisi sepakbola nasional musim 2009/2010. Pertandingan yang mempertemukan jawara Copa Indonesia dan LSI ini akan disiarkan langsung oleh antv pukul 16.30 WITA atau 15.30 WIB. Sebelumnya, even ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Namun karena kesulitan mendapat izin dari Polda Metro Jaya, jelang pelantikan presiden dan wakil presiden, duel akhirnya dipindah ke Makassar.

Perubahan Jadwal

11 Oktober 2009
Persiba vs Sriwijaya FC (14 Oktober 2009)
PSM vs Persib (14 Oktober 2009)
14 Oktober 2009
PSM vs Sriwijaya FC (11 Oktober 2009)
Persiba vs Persib (11 Oktober 2009)

»»  read more

Sriwijaya Unggul Head to Head


BERMAIN di Makassar, memang menguntungkan Persipura Jayapura. Sebab, stadion Andi Mattalata adalah home base tim berjuluk Mutiara Hitam. Kans meraih juara Community Shield (CS) juga besar. Perbandingannya bisa 60% : 40 % untuk mereka.
Tapi, Sriwijaya punya modal besar. Yaitu unggul head to head. Dari 11 kali sua, tim berjuluk Laskar Wong Kito menang 5 kali. Sementara, Persipura 2. Artinya, skuadra Rahmad Darmawan bisa datang ke Makassar dengan membusungkan dada.
Ada fakta lain yang juga menjadi modal Sriwijaya. Yaitu soal produktivitas. Tapi, musim 2007 lalu saat menjadi double winner. Statistika umum, Sriwijaya menorehkan 1,72 gol per caps. Sementara, Persipura hanya 1,63.

Rekor home pun, Sriwijaya unggul. Yaitu 2,33 gol per caps. Persipura hanya 2,24. Rekor away pun, Sriwijaya unggul. Yaitu 1 gol per caps. Sementara, Persipura 0,08 gol per caps.
Tapi, Sriwijaya kalah telak di edisi 2008/09. Di liga, Sriwijaya peringkat ke-5, sementara Persipura juara. Namun di Copa, Sriwijaya juara, Persipura runner up. Statistika liga 2008/09, Persipura menang telak.
Bisa dilihat dari torehan kemenangan tim. Sriwijaya hanya 15 kali menang, sementara Persipura 25. Paling kentara, torehan gol. Persipura meraup 81 gol, Sriwijaya 60 gol.
Persipura kebobolan hanya 25 gol (paling sedikit), Sriwijaya justru 45 gol (terbanyak ke-8). “Statistika tidak akan banyak membantu. Tapi, itu bisa dijadikan semangat. Kami, sudah 5 kali menang. Kami lebih unggul 2 kali menang,” tegas Rahmad Darmawan. (mg2)

Head to head
28/6/09 : Sriwijaya v Persipura : 4-0 (final CDSSI IV 2008/09)
10/6/09 : Persipura v Sriwijaya : 4-1 (putaran 2 DISL I 2008/09)
12/7/08 : Sriwijaya v Persipura : 2-2 (putaran 1 DISL I 2008/09)
13/1/08 : Persipura v Sriwijaya : 1-4 (final CDSSI III 2007)
26/9/04 : Persijatim/Sriwijaya v Persipura : 1-0 (putaran 2 LDI X 2004)
17/1/04 : Persipura v Persijatim/Sriwijaya : 1-1 (putaran 1 LDI X 2004)
20/8/03 : Solo FC/Sriwijaya v Persipura : 1-0 (putaran 2 LDI IX 2003)
26/3/03 : Persipura v Solo FC/Sriwijaya : 1-3 (putaran 1 LDI IX 2003)
5/5/02 : Persipura v Persijatim/Sriwijaya : 2-1 (putaran 2 LDI VIII 2002)
2/3/02 : Persijatim/Sriwijaya v Persipura : 3-3 (putaran 1 LDI VIII 2002)

SFC memang : 5
Persipura menang : 2
Seri : 3


sumber : laskar-sriwijaya
»»  read more

Gawat, Isnan Cedera


JAKARTA – Lini belakang Sriwijaya FC terancam keropos dalam Community Shield. Ini menyusul kambuhnya cedera engkel kaki kiri Isnan Ali saat melakoni latihan pagi di Pelatnas Pra Piala Asia (PPA) di POR Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Jabar, kemarin (2/10). Akibatnya, pemain kidal itu hanya ikut senam saja di latihan selanjutnya.”Engkel saya terasa sakit saat latihan tadi pagi (kemarin pagi, red). Ini sebenarnya bukan cedera baru. Pertama saya dapat cedera ini saat perkuat Sriwijaya FC di Liga Champions Asia (LCA) di Korea Selatan lalu,” terang Isnan kemarin (2/10).Musim lalu, Sriwijaya FC memang sempat merasakan atmosfer LCA. Saat bertarung di level Asia itu, Isnan cedera engkel saat lawan Seoul FC. Setelah merasa ada yang tak beres dengan engkel kiri kemarin, sampai saat ini tim dokter Timnas belum mengecek. Jadi Isnan belum tahu seberapa parah cederanya itu.


Jika cedera kambuhan ini parah, maka kerugian bagi Sriwijaya. Sebab, pada 7 Oktober nanti mereka akan berjibaku di duel sepergengsi kontra seteru abadi Persipura Jayapura dalam Community Shield di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar. Apalagi sebelumnya dua pilar lini belakangnya cedera.
Saat pertama ikut Pelatnas PPA 2011 Selasa (29/9) lalu, kapten SFC Charis Yulianto mengeluh dengan cedera tumit kiri yang diderita saat SFC uji coba melawan Persema Malang di Stadion Gajayana, Malang, pada 16 September lalu. Sementara tandem Charis, Ambrizal, masih tergolek lemas di rumah sakit, karena terkena demam berdarah.
”Semoga saja tak parah dan saya bisa cepat main karena bagi saya semua pertandingan penting tak terkecuali dua laga terdekat, yaitu lawan Persipura dan PSM Makassar. Tapi semua itu juga tergantung keputusan pelatih terkait peluang saya turun atau tidak di pertandingan nanti,” ungkap Isnan, wingbek asli Makassar ini.
Pelatih SFC Rahmad Darmawan tak menampik jika khawatir dengan cedera yang dialami pemain penting di lini belakang. Apalagi, dalam rentetan uji coba yang dilakoni sebelum kompetisi lini belakang SFC kerap tak solid. Dari enam kali uji coba terakhir, SFC kebobolan tiga kali yakni, saat menang 10-1 atas SFC U-21, seri 2-2 kontra Pelita Jaya, dan imbang 2-2 dengan Persiwa Wamena.
Namun, Manajer SFC Hendri Zainuddin tetap optimistis Sriwijaya bakal tampil lebih baik saat di Community Shield (CS). Sekalipun banyak pemain belakang cedera. ”Kami tak takut meski banyak pemain yang cedera. Saya masih yakin mereka bisa main saat Community Shield nanti,” tegas Hendri saat ditemui di Jakarta kemarin (2/10).
Soal persiapan, Hendri sudah menggenjot. Terutama soal tiket dan keperluan saat menetap di Makassar untuk dua laga, yakni lawan Persipura di CS dan PSM Makassar di laga perdana ISL II. ”Kami memang mengalami kerugian saat Commutiy Shield dipindah dari Jakarta ke Makassar karena kami telah pesan tiket dan tempat latihan di Jakarta. Kira-kira kami rugi Rp30-an juta. Karena telah diputuskan di Makassar kita harus siapkan semua keperluan,” terang pria berkaca mata ini. (kmd)


sumber : sumeks

»»  read more

Thursday, September 24, 2009

Daftarkan 25 Pemain ke PSSI


PALEMBANG - Untuk memenuhi persyaratan kompetisi. Sriwijaya FC hari ini (24/9) akan mendafarkan 25 pemain dan 15 ofisial ke Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI). Terdiri dari 21 pemain lokal, dan 4 pemain asing.
“Besok (hari ini, red), kami akan mendaftarkan pemain kami ke PSSI. Hal ini untuk melegalkan kami megikuti kompetisi musim 2009-2010 nanti,” kata Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, kemarin (23/9).
Hendri menambahkan, Sriwijaya FC akan kembali mendaftarkan satu pemain asing yang masih dalam tahap perekrutan. “Kami sudah mendaftarkan semua pemain asing kami. Yakni, Obiora, Kayamba, Zah Rahan, dan Precious. Sedangkan satu pemain Asia masih kami buru. Dan pendaftarannya akan menyusul,” lanjut anggota DPRD Banyuasin ini.

Ya, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini masih butuh satu striker asing Asia yang akan menggantikan posisi Agu Casmir yang gagal diboyong ke Palembang. Sriwijaya sendiri saat ini masih memburu striker naturalisasi Singapura, yakni Alexsandar Duric.
“Kami masih mencari satu striker lagi. Mudah-mudahan perekrutan pemain ini bisa berjalan lancar. Sehingga kami bisa langsung mendaftarkan ke PSSI,” imbuh pria berkacamata ini.
Pendaftaran sendiri rencananya akan diwakilkan oleh Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) sebagai pengurus Sriwijaya FC, Faisal Mursyid. “Pendaftaran akan langsung diwakili oleh Pak Faisal. Kami berharap pendaftaran pemain ini bisa berjalan lancar,” harap mantan manajer PS Banyuasin ini.
Sementara itu, pendaftaran pemain Sriwijaya FC U-21 akan dilaksanakan bulan Oktober mendatang. Hal ini sesuai dengan rencana kompetisi U-21 yang akan berlangsung bulan November nanti.
“Untuk SFC U-21 akan menyusul. Kemungkinan bulan Oktober nanti kami akan mendaftarkan, dan melengkapi persyaratan pendaftaran U-21,” timpal Sekretaris PT SOM, Faisyal Mursyid. (mg43)


sumber : sriwijaya-fc

»»  read more

Duric Minta 2 Milyar


PALEMBANG - Ingin segera mendatangkan Aleksandar Duric ke Palembang, menjadi tugas berat bagi Sriwijaya FC. Pasalnya, pemain naturalisasi Singapura ini membanderol cukup tinggi. Striker Singapura Armed Force (SAF) ini meminta banderol Rp1,3 miliar ditambah uang transfer.
“Ya, kami harus berpikir ulang untuk mendatangkan Duric ke Palembang. Sebab, harganya terlalu tinggi, yakni hampir Rp2 miliar. Ini sudah harga Rp1,3 M ditambah uang transfer dari klub lamanya,” kata Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin.

Hendri menambahkan, Meski dibilang cukup tinggi, pihak Sriwijaya tetap berusaha untuk mempertimbangkan dan mencoba bernegosiasi. “Sejauh ini kami terus bernegosiasi. Karena harganya cukup tinggi, terpaksa kami serahkan kepada president club untuk menangani hal ini,” lanjutnya.
Bila Sriwijaya berhasil memboyong pemain kelahiran Serbia, 12 Agustus 1970 ini ke Palembang. Duric akan memecahkan dua rekor sekaligus. Yakni, pemain termahal dan pemain tertua.
Saat ini banderol tertinggi Sriwijaya yakni, Keith Kayamba Gambs dengan banderol kisaran Rp1,2 miliar. Sekaligus pemain tertua dengan umur 37 tahun. “Kita lihat nanti hasilnya. Sebab, pak Dodi sampai saat ini masih terus negosiasi dengan Duric,” pungkas anggota DPRD Banyuasin ini. (mg43)


sumber

»»  read more

Sunday, September 13, 2009

Kayamba Cs Target Menang Lawan Persiwa


PALEMBANG - Sama-sama melawat ke Malang dan bertarung di tempat netral akan dilakoni Sriwijaya yang berujicoba dengan Persiwa Wamena dalam laga ujicoba di Stadion Gajahyana, Minggu (13/9). Meski menghadapi lawan berat yakni, Runner Up ISL musim lalu, Kayamba cs yakin memenangkan pertandingan.
"Target kita meraih kemenangan dalam ujicoba lawan Persiwa. Ini laga penting dan menjadi modal bagi anak-anak untuk melakoni laga di Indonesia Super Liga (ISL)," tegas Manajer SFC Hendri Zainudin, Sabtu (12/9).
Jika melihat materi pemain. Kedua pasukan sama-sama diperkuat pemain berkualitas. Misalnya SFC lebih mengandalkan 7 pemain timnasnya seperti Ponaryo, M Nasuha, Ferry Rotinsulu, Tony Sucipto, Arif Suyono, Charis Yulianto. Kemudian ada dua asing SFC kapten Kayamba dan Zah Rahan. Sementara di lini depan ada Rahmat Rivai dan pemain pelapis Mustafa Aji.
Begitu juga skuad besutan pelatih Jaya Hartono yang mengandalkan muka-muka lama. Dengan materi pemain berkualitas, Persiwa memiliki kekuatan  yang merata di semua lini. Maka di pastikan kedua tim akan bertarung habis-habisan, demi gengsi tim.
Pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, dia memang memasang target maksimal. Tentunya kemenangan harus diraih anak-anak asuhnya.
"Menang itu bagus sebagai modal untuk melakoni laga yang sesungguh dalam pembukaan ISL nanti. Namun sejauh ini saya menekankan kepada anak-anak untuk tampil lepas dan tanpa beban, sebab ini ujicoba," ujar RD.

sumber : sripoku


»»  read more

Peluang Ada, tapi Manajemen Menyerah


JAKARTA – Peluang Sriwijaya FC untuk mendapatkan tanda tangan Agus Casmir masih terbuka. Meski mantan pemain Woodlands Wellington FC itu masuk daftar hitam PT Liga Indonesia , tapi masih ada kemungkinan dia bisa merumput di Indonesia lagi. Itu karena bagi PT Liga Indonesia, cap blacklist yang disandangnya belum formal.
”Memang PSSI pernah mengeluarkan surat bahwa dia termasuk orang yang tak boleh masuk Indonesia sebagai pemain sepak bola. Tapi hukuman itu sampai kapan, baru akan kami cek Senin besok,” terang Sekretaris PT Liga Idonesia Tigorshalom Boboy kemarin (12/9).
Agu Casmir harus menyandang status person non brata usai terlibat masalah dengan Persija Jakarta dua tahun lalu. Itu setelah pada 2006 bomber kelahiran 23 Maret 2984 ini lari dari Indonesia dengan mambawa uang kontrak yang telah diterima dari tim berjuluk Macan Kemayoran. Alasannya, karena dia waswas melihat rumput tempat latihan Persija, Lapangan Ragunan, Jakarta Selatan, yang gersang dan tidak rata.
Agu sendiri datang ke Persija saat itu atas undangan sang Pelatih Rahmad Darmawan. Mungkin masih penasaran dengan donasi pilar Timnas Singapura itu, Rahmad Darmawan yang saat ini besut Sriwijaya FC (SFC) juga ngebet mendatangkan Agu. Masalahnya, masih bisa nggak Agu kembali main sepak bola di Indonesia setelah kasus itu?

Dikatakan Tigor, sesuai regulasi yang diadopsi dari FIFA, hukuman maksimal yang dijatuhkan untuk pemain seperti Agu Casmir ini maksimal 4 tahun. ”Soal peluang sebenarnya masih ada. Tapi saya belum tahu sampai kapan hukumannya berlaku. Meski sudah habis pun, dia juga tak boleh langsung bisa perkuat tim di Indonesia. Agu harus membuat surat pernyataan bahwa dia tidak akan ulangi kelakuannya dulu itu dan tentu saja harus ada jaminan dari PSSI dan klub yang akan menaungi,” terang Tigor.
Bagaimana jawaban Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan terkait masih adanya peluang Agu merumput di Indonesia? ”Kami memang srius dapatkan Agus Casmir. Bahkan, banderol untuk dia pun sudah kami siapkan. Jika dia jadi masuk tentu membuat strategi semakin variatif. Saya bias coba Kayamba Gumbs di sayap,” ujar RD sapaan karib Rahmad Darmawan.
Sayang, harapan RD itu bertepuk sebelah tangan. Sebab, manajemen angkat tangan mengejar tanda tangan Agu. ”Setelah kami koordinasikan, kami akhirnya berhenti mengejar Agu. Untuk penggantinya kami sedang menanti kedatangan striker asal Iran,” ungkap Manajer SFC Hendri Zainuddin di Hotel Gran Melia, Jakarta, kemarin (12/9). (kmd)

sumber : sumeks

»»  read more

Singa Mania “Jiwa Ragaku” untukmu SFC


PALEMBANG – Kehadiran suporter penting bagi klub sepak bola. Sama halnya dengan Sriwijaya Football Club (SFC) mendambakan kehadiran Singa Mania pada setiap pertandingan home base-nya. Lalu, bagaimana dengan Singa Mania?
Singa Mania merupakan pendukung setia Sriwijaya FC. Suporter Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) ini telah berdiri sejak 2004 lalu dan memiliki sedikitnya 30 koordinator wilayah (korwil) yang berada di Sumsel. Dari data yang terhimpun, anggota aktif Singa Mania berjumlah sekitar 6.000 peserta.
“Pendukung sebuah kesebelasan harus memiliki eksitensi dan militansi tinggi. Kita harus rela berkorban apa pun demi kemajuan klub kebanggaan kita,” kata Arianto, Humas Singa Mania kepada Sumatera Ekspres kemarin, (12/9).
Diakui Anto, sapaan akrab Arianto, simpatisan Singa Mania telah berkembang hingga ke dataran Jawa. Yaitu, Singa Jabotabek yang memiliki penukung sekitar 200 orang dan Singa Mania Jojgakarta yang memiliki simpatisan sekitar 60 orang. ”Kami akan terus melebarkan sayap. Rencananya musim depan kami akan merambah ke wilayah Indonesia timur. Yaitu Borneo (Persisam) dan Juku Eja (PSM Makasar),” imbuhnya.
Lanjutnya, Singa Mania hari ini, 13 September 2009 bakal menggelar Munyawarah Besar (Mubes), bertempat di Aula Sekretariat KONI Sumsel. Dalam mubes nantinya bakal memilih ketua umum baru. Waktu disinggung bakal calon ketua umum Singa, yakni Manis Anto mengelak. ”Kemungkinan akan ada ketua baru, tapi belum bisa dipastikan siapa yang bakal menjadi ketua nanti,” jelasnya.
Anto menambahkan, Singa Mania memiliki tugas penting bagi SFC pada musim kompetisi 2009/2011. ”Kita ingin melakukan konsolidasi untuk memaksimalkan dukungan kepada Sriwijaya FC. Sebab, akhir-akhir ini kita mulai memasuki titik jenuh,” ungkapnya.
Menurutnya, titik jenuh yang dimaksudkan adalah mulai melemahnya semangat anggota Singa Mania dalam memberikan dukungan kepada SFC. Untuk itu ia dan rekan-rekannya menggelar Mubes untuk memiliki ketua dan kepengurusan baru. ”Kami bertekad membangkitkan kembali semangat untuk membangun dan memaksimalkan dukungan kepada SFC. Terutama untuk target double winner nantinya,” imbau pria berambut belah tengah ini.
Berapa personel yang akan dikerahkan? ”Target kita untuk pertandingan home kita akan siapkan 6.000 suporter sedangkan pada pertandingan away kita siap dengan 300 sampai 1.000 orang,” pungkasnya. (mg42)


sumber


»»  read more

Saturday, September 12, 2009

Sua Persiba di Laga Perdana


PALEMBANG - Djarum Indonesia Super League (DISL) II resmi digelar Minggu, 11 Oktober mendatang. Sriwijaya FC sendiri akan melakoni dua laga away. Masing-masing Persiba Balikpapan (11/10) dan PSM Makassar pada Rabu, 14 Oktober 2009.Kemenangan pada laga perdana sangat penting. Menurut Coach Sriwijaya, Rahmad Darmawan, itu akan memberi kemudahan bagi anak-anak asuhnya melakoni laga-laga selanjutnya. Pada DISL I edisi 2008/2009 lalu, Beruang Madu (julukan Persiba) adalah tim papan bawah yang finis di urutan ke-12. Melihat prestasi kedua tim, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya), jauh lebih unggul.Namun, jangan remehkan Persiba musim ini. Memang, mereka tidak punya pemain lokal berkategori bintang. Yang ada hanya striker kelas bawah seperti Sultan Samma, Johan Yoga, dan Gendut Doni yang sudah menunjukkan umur. Tapi, skuadra asuhan Daniel Roekito punya pemain asing pilihan. Mereka adalah Julio Lopes (Chili), Robertino Pugliara (Argentina), dan Mijo Dadic (Kroasia). Bahkan, Persiba juga akan melengkapi dua kuota asing Asia. Mereka punya  striker asal Australia, Joel Nigel Wood. Musim 2008/2009 lalu, Joel Nigel memperkuat Newcastle United Jets yang akan bermain di Liga Champion Asia (LCA) 2010. Satu lagi dari Iran. Tapi, belum tahu siapa nama pemain yang dimaksud.

“Away perdana biasanya sulit. Tapi, kami berusaha untuk menang karena kami pernah menang di kandang Persiba,” ungkap Coach Sriwijaya, Rahmad Darmawan, kemarin (11/9).
Yah, pada DISL I di Balikpapan, 18 Agustus 2008 lalu, Sriwijaya sukses mempermalukan Persiba 2-1. Dua gol Sriwijaya diborong Zah Rahan menit ke-18 dan ke-78. Sementara, satu gol Persiba diciptakan Bruno Zandonaide menit ke-13.
Tapi, Sriwijaya sulit menang di Jakabaring ketika bersua Persiba 25 Maret lalu. Mereka hanya imbang 1-1. Satu gol Sriwijaya diciptakan Ngon a Djam menit ke-12. Gol balasan Persiba via Gaston Castano menit ke-31.
“Jujur, secara pribadi saya optimistis dengan tim saya. Adanya ujicoba lawan Persiwa Wamena (13/9), Persema Malang (16/9), Pelita Jaya Jabar (27/9), Semen Padang (30/9), untuk mengetahui kesiapan tim saya,” lanjut pelatih asal Metro, Lampung.
Ada satu “penyakit” Sriwijaya. Yaitu sindrom laga perdana alias tidak pernah menang setiap laga perdana. Pada DISL I di Jakabaring, 12 Juli 2008, imbang 2-2 dengan Persipura Jayapura.
Awal Ligina 2007 lalu, Sriwijaya kalah 0-1 dari Persik Kediri (10/2/07). Demikian Ligina 2006, kalah 1-2 dari Persija Jakarta (14/1/06). Termasuk Ligina edisi 2005, saat dikalahkan 0-1 dari Persikota Tangerang (5/3/2005).
“Tak ada alasan untuk kalah (lagi) di laga perdana. Saya pikir, tim saya sudah siap,” pungkas pelatih 42 tahun.
Rahmad memang optimistis. Paling utama karena komposisi pemain yang glamour. Selain punya tambahan bintang lokal seperti Ponaryo Astaman, Rahmat Rivai, dan Hendro Kartiko, Sriwijaya juga punya asing berkelas.
Terbaru, mereka merekrut defender timnas Singapura, Precious Emuejeraye. Satu lagi bidikan asing Sriwijaya, Agu Casmir yang juga pemain timnas Singapura.
Terpisah, Coach Persiba Daniel Roekito tidak mempermasalahkan bersua Sriwijaya. Menurutnya, tim asuhannya juga punya persiapan. Salah satunya ikut turnamen Kraton Jogyakarta, 27 September hingga 1 Oktober mendatang.
“Turnamen ini akan mengasah mental anak-anak. Sulit mengalahkan Sriwijaya. Tapi, mereka bukan tim tak terkalahkan,” ungkap Daniel seperti dilansir Kaltim Pos (grup koran ini). (mg2/jpnn)



»»  read more

Jadwal Sriwijaya FC di DISL II edisi 2009/2010


PUTARAN I
Minggu 11 Oktober 2009 : Persiba v Sriwijaya FC
Rabu, 14 Oktober 2009 : PSM Makasar v Sriwijaya FC
Sabtu, 21 November 2009 : Sriwijaya FC v Persitara
Selasa 24 November 2009 : Sriwijaya FC v Pelita Jaya
Minggu 29 November 2009 : Persiwa v Sriwijaya FC
Rabu, 2 Desember 2009 : Persipura v Sriwijaya
Minggu 6 Desember 2009 : Sriwijaya FC v Persijap Jepara
Rabu, 9 Desember 2009 : Sriwijaya FC v Persela
Sabtu 12 Desember 2009 : Sriwijaya FC v Persib Bandung
Minggu 20 Desember 2009 : Persema Malang v Sriwijaya FC
Rabu, 23 Desember 2009 : Arema Malang v Sriwijaya FC
Sabtu, 9 Januari 2010 : Sriwijaya FC v PSPS Pekanbaru
Selasa, 12 Januari 2010 : Sriwijaya FC v Persija Jakarta
Sabtu, 16 Januari 2010 : Bontang FC v Sriwijaya FC
Selasa, 19 Januari 2010 : Persisam Samarinda v Sriwijaya FC
Sabtu, 23 Januari 2010 : Sriwijaya FC v Persik Kediri
Selasa, 26 Januari 2010 : Sriwijaya FC v Persebaya


PUTARAN II
Minggu, 7 Februari 2010 : Persik v Sriwijaya FC
Sabtu, 13 Februari 2010 : Persebaya v Sriwijaya FC
Selasa, 16 Februari 2010 : Sriwijaya FC v Bontang FC
Jumat, 19 Februari 2010 : Sriwijaya FC v Persisam
Minggu, 28 Februari 2010 : PSPS Pekanbaru v Sriwijaya FC
Rabu, 3 Maret 2010 : Persija v Sriwijaya FC
Minggu, 14 Maret 2010 : Sriwijaya FC v Persema Malang
Rabu, 17 Maret 2010 : Sriwijaya FC v Arema Malang
Minggu, 4 April 2010 : Persijap v Sriwijaya FC
Rabu, 7 April 2010 : Persela v Sriwijaya FC
Minggu, 18 April 2010 : Persitara v Sriwijaya FC
Kamis, 22 April 2010 : Pelita Jaya v Sriwijaya FC
Minggu, 2 Mei 2010 : Sriwijaya FC v Persipura
Rabu, 5 Mei 2010 : Sriwijaya FC v Persiwa
Minggu, 16 Mei 2010 : Persib v Sriwijaya FC
Kamis, 27 Mei 2010 : Sriwijaya v Persiba
Minggu, 30 Mei 2010 : Sriwijaya FC v PSM Makasar


sumber

»»  read more

Kayamba Cs Tampil Ofensif


PALEMBANG— Ujian sebenarnya bagi Sriwijaya datang dari rangkaian ujicoba tandang alias try out di Stadion Gajahyana Malang, Minggu (13/9) nanti. Sebab Ponaryo cs akan menguji kekuatan melawan Runner Up Indonesia Super Liga (ISL), Persiwa Wamena. RD akan menurunkan seluruh pemain dengan mengandalkan permainan menyerang (ofensif).

Untuk diketahui tim berjulukan Badai Pegunungan Tengah ini merupakan tim tangguh dan sulit dikalahkan, terutama main di kandang. Pertemuan di tempat netral ini tak pelak menjadi ujian berat bagi skuad Wong Kito. Sebab untuk pertama kalinya berhadapan dengan lawan tangguh dan sepadan. Sebelumnya Toni Sucipto dkk sudah menggelar ujicoba lawan Perlis FA di Stadion Jakabaring. Tetapi banyak pihak menganggap tim asal Malaysia itu bukanlah lawan tandingan sepadan bagi SFC akibat penampilan yang tidak maksimal setelah kalah 3-0. “Ini ujicoba yang sesungguhnya, kita ingin melihat perkembangan fisik, teknik, dan mental pemain. Sejauh mana kesiapan pemain jika bertemu dengan tim satu level di Indonesia Super Liga (ISL),” kata RD, Jumat (11/9).

Rangkaian ujicoba keluar Sumsel baru dimulai. Rahmad membawa 22 pemainnya melawat ke Malang Jumat (11/9) sekitar pukul 11.00. Dijadwalkan Sabtu (12/9) hari ini Ponaryo cs akan menjajal lapangan Gajahyana tempat digelarnya pertandingan. “Kita menjajal lapangan. Hal ini diperlukan untuk persiapan pertandingan. Sebab lusa (besok) kita sudah berhadapan dengan Persiwa,” tegas pelatih yang sangat piawai meracik strategi tim.

Persiwa yang memusatkan latihan di Banyuwangi Malang merupakan tim pertama yang akan dihadapi SFC pada 13 September. Selanjutnya Laskar Wong Kito kembali menghadapi tim kuat lainnya Persema Malang pada 16 September.

“Semua pemain akan diturunkan dalam ujicoba ini,” ujar RD.

Dalam laga ini Cekmad, sapaannya, tidak memasang memang target. Namun ia tetap mempersiapkan pasukannya secara maksimal. SFC tetap akan tampil dengan pola idealnya 4-4-2 atau pola offensive.

Ujicoba ini sebagai rangkaian program SFC untuk melihat sejauhmana kekuatan yang dimiliki untuk bahan evaluasi selanjutnya.

(ndr)


sumber : sripoku


»»  read more

Thursday, September 10, 2009

Tinggal 1 Asing Asia


Obiora Gabung Kembali

PALEMBANG – Formasi tim Sriwijaya FC semakin lengkap. Usai merampungkan kontrak seluruh pemain lokal, kemarin, Laskar Sriwijaya telah mendapatkan 2 amunisi baru. Ya, Precious Amujeraye dari Woodlands Willington Singapura. Satu lagi Anoure Obiora Richard yang saat ini masih menunggu pengurusan surat Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas).
Sriwijaya tinggal merekrut 1 pemaing asing Asia untuk melengkapi kuota 3+2. Sebelumnya Sriwijaya telah mengontrak Zah Rahan Krangar dan Keith Jarome Gumbs. "Obi kemungkinan besar bergabung bersama kami. Kemungkinan dirinya akan ke Palembang setelah menyelesaikan persyaratan termasuk Kitas, dan persyaratan lainya,” kata Manajer Sriwijaya, Hedri Zainuddin.
Pernyataan manajer Sriwijaya tersebut dibenarkan oleh Onana Jules agen Obiora. “Sebenarnya negosiasi Obiora dengan Arema Malang tinggal 75 persen lagi. Namun, karena kedekatan manajemen Sriwijaya lebih matang untuk mendatangkan Obiora maka negosiasi dengan Arema jadi batal. Obiora sendiri masih tetap mencintai Sriwijaya FC,” ungkap Onana Jules.

Saat ini Obiora masih berada di Nigeria. Mantan pemain PSDS Deli Serdang ini tengah berduka karena ibunda tercinta meninggal dunia. Usai menyelesaikan masa berkabung, Obiora dijadwalkan akan terbang ke Palembang sembari menunggu pembuatan Kitas yang memakan waktu lebih kurang 1 bulan. ”Jika semua beres, Obiora akan bergabung dengan Sriwijaya FC,” tegas Onana.
Sementara itu, pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan masih memburu 1 pemain asing Asia untuk diplot sebagai wing bek kiri atau striker. Nominasi terkuat memunculkan nama Itimi Dickson Edherefe. Pemain timnas Singapura kelahiran Nigeria, 14 November 1983 ini bisa menempati posisi gelandang dan striker namun bisa juga beroperasi di posisi wing bek kanan.
”Kami saat ini masih butuh satu pemain wing bek kiri. Sebenarnya Itimi menjadi salah satu bidikan kami. Tapi, kami belum bisa memastikan apakan Itimi bisa menempati posisi wing bek kiri untuk menggantikan peran Budi Sudarsono yang hengkang ke Persib Bandung,” kata pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan.
Itimi sudah tidak asing lagi bagi pencinta sepak bola tanah air. Pasalnya pada tahun 2007-2009 pernah membela Persitara Jakarta Utara. “Saya ingin menerapkan formasi yang berbeda. Sehingga, kami akan mencoba berbagai pola dan akan menerapkan pola yang pas untuk kami mainkan nanti,” pungkas mantan pelatih Persipura ini. (mg43)

Nama : Itimi Dickson Edherefe
TTL : Nigeria, 14 November 1983
Tinggi : 170 cm
Posisi : Midfielder / Striker
Karir Tim
2001Jurong FC26 (9)
2002Woodlands Wellington19 (6)
2003Woodlands Wellington30 (17)
2004Young Lions24 (8)
2005Young Lions27 (7)
2006Woodlands Wellington26 (3)
2007-2009Persitara Jakarta Utara17 (2)
2009- Home United 0 (0)
Timnas dari 2004- 19 (2)


sumber

»»  read more

Siapkan Formasi Away


PALEMBANG – Laga tandang memang selalu menjadi momok bagi setiap kontestan ISL. Bahkan, tak jarang tim yang menjalani pertandingan away harus menderita kekalahan dari tim tuan rumah. Salah satu sebab, tuan rumah lebih diuntungkan oleh banyak faktor, salah satunya dukungan dari banyaknya suporter.
“Kami sekarang lagi mencari formulasi-formulasi format untuk laga away nanti. Kendati Sriwijaya FC saat ini telah memiliki formasi baku 4-4-2,” kata pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan kepada Wartawan kemarin, (9/9).
Menurut RD sapaan akrab Rahmad Darmawan, pertandingan uji coba menjadi sangat penting untuk dijadikan barometer. Selain itu, laga tryout bertujuan untuk lebih mematangkan kerja sama tim, sebelum berkompetisi digelarnya kompetisi ISL pada tanggal 11 Oktober 2009.
”Kami akan manfaatkan pertandingan melawan Persema dan Persiwa di Malang nanti. Tentunnya untuk menerapkan strategi formasi away karena kebetulan Persema main di Kandang sendiri. Yang jelas semua pemain akan saya turunkan pada pertandingan uci coba nanti,” tegas pelatih asal Metro Lampung ini.
Bagaimana dengan hasil pertandingan uji coba nanti? ”Kemenangan pada laga uji coba akan saya kesampingkan. Tujuan utama pada laga uji coba adalah untuk mengetahui kelemahan tim, yang harus dibenahi nantinya,” imbuhnya.
Menyikapi komposisi pemain Sriwijaya musim depan pria yang gemar memakai topi ini menyatakan, 90 persen tim Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) siap menjalani kompetisi musim depan. Dengan kembalinya sang bomber yang merupakan pemain terbaik CDSSI edisi 2008/2009 Anaure Obiora dan bertambahnya satu defender asal Singapura Precious Emuejeraye.
Eks pemain timnas era 90-an ini mengharapkan target menjadi suatu motivasi untuk meraih prestasi. Sriwijaya sendiri ditargetkan meraih kembali double winner dan memperbaiki penampilan dikancah Asia musim depan. ”Target pemain hanya bermain dengan maksimal dan bermain tanpa beban. Sedangkan cukup dibebankan dibenak pelatih saja,” aku pria kelahiran Metro Lampung, 28 November 1966 ini. (mg42)


sumber : laskar-sriwijaya


»»  read more

Tantangan Baru Precious


Bergabung ke Sriwijaya 28 November

PALEMBANG – Rasa bahagia menyelimuti Precious Amujeraye saat tiba di seretariat Sriwijaya FC kompleks Palembang Square kemarin. Bagaimana tidak defender timnas Singapura merasa lega bisa bermain di Indonesia Super League musim depan.
Ya, sejak menjadi warga negara Singapura tahun 2002 silam, Precious hanya berkutat di Liga Singapura. ”Saya hampir sembilan tahun bermain di Singapura dan saya ingin tantangan baru bermain di Indonesia. Saat ditawari bermain di Sriwijaya FC saya langsung menerima. Mungkin ini menjadi spirit bagi karir sepak bola saya selanjutnya,” ujar Precious Amujeraye kemarin.
Namun aksi-aksi pemain Woodlands Willington Singapura ini baru bisa disaksikan pada tanggal 28 November 2009 mendatang. Keterlambatan tersebut karena Precious masih menyelesaikan sisa kompetisi bersama Woodlands Willington FC di Singapore Super League. “Untuk kontrak tidak masalah lagi karena saya sudah mendapatkan restu dengan klub lama saya, Woodland Willington untuk bergabung dengan Sriwijaya FC,” lanjut Precious.

Pemain kelahiran Nigeria, 21 Maret 1983 sudah mengetahui sepak terjang Sriwijaya FC di pentas sepak bola nasional. “Saya sudah tahu kehebatan Sriwijaya karena pada tahun 2007-2008 berhasil merebut gelar double winner dan mempertahankan Piala Copa tahun 2009,” lanjutnya.
Bukan hanya itu, pemain yang sukses mengantarkan Singapura meraih perak SEA Games 2007 ini bakal betah di Sriwijaya. Pasalnya Precious mengenal sosok Anoure Obiora karena berasal dari satu kota Lagos Negeria. ”Saya kenal dengan Obiora dan semoga masalah adaptasi di Sriwijaya tidak menjadi kendala masalah. Dan saya tertantang untuk menghadirkan banyak trofi bagi Sriwijaya,” tegas pria yang sudah memiliki satu orang anak perempuan ini.
Sebenarnya mantan pemain Gombak FC ini nyaris bermain di Indonesia. Pada tahun 2003 lalu pernah ditawari untuk membela Pelita Krakatau Steel. Karena dinilai masih terlalu mudah, Precious membatalkan tawaran tersebut dan langsung mencari peruntungan baru di Singapura. “Ya, Precious hampir membela Pelita KS namun keinginan tersebut batal dan langsung terbang ke Singapura. Di Singapura Precious langsung mendapatkan status warga negara Singapura dan langsung membela skuad Singapura U-23,” timpal Onana Jules agen Precious. (mg43)

Biofile
Nama : Precious Emuejeraye
Tanggal Lahir : Nigeria, 21 Maret 1983
Kewarganegaraan : Singapura
Tinggi : 186 cm
Posisi : Defender
Nomor Jersey : 4
Karir bermain
2002-2003: Jurong FC 64 (1)
2003-2006: Young Lions 50 (1)
2006-2008: Gombak United FC
2009- Woodlands Wellington FC
Timnas Singapura: 2006-Sekarang


sumber : sumeks

»»  read more

Dibanderol Rp1 Miliar


Precious Minta Nomor 20

PALEMBANG – Sriwijaya FC resmi mendapatkan tanda tangan Precious Emuejeraye. Bek timnas Singapura ini resmi menandatangani kontrak di hadapan Presiden Klub Sriwijaya, Dodi Reza Alex di Griya Agung tadi malam. “Hari ini kami resmi merekrut Precious. Mudah-mudahan dengan bergabungnya Precious bisa menambah lini pertahanan Sriwijaya. Sehingga, kami semakin yakin meraih juara double winner lagi,” kata President Club, Dodi Reza Alex, kemarin malam (9/9).Perekrutan Sriwijaya FC terhadap Precious Emuejeraye boleh dibilang cukup singkat. Ya, kurang dari satu bulan, manajemen berhasil meyakinkan Precious untuk bisa bergabung ke Sriwijaya. Meski hanya pemain Asia, mantan pemain Jurong FC ini dibanderol Laskar Wong Kito di bawah Rp1 miliar. Banderol ini tergolong tinggi untuk kelas pemain asing Asia. Tapi, hal ini sepadan dengan kualitas Precious. Pemain kelahiran Nigeria, 21 Maret 1983 ini tidak diragukan kualitasnya. Yakni, pernah membawa timnas Singapura menjadi juara piala tiger tahun 2007 dan semifinalis tahun 2008.Mantan pemain Gombak United pernah menyumbangkan gol meski seorang defender. Yakni, satu gol saat memperkuat Jurong FC tahun 2002-2003. Satu gol lagi ia sumbangkan saat membela Young Lions tahun 2003-2006.
Bergabungnya Precious membuat kekuatan lini pertahanan Sriwijaya semakin solid. Pasalnya, pelatih Rahmad Darmawan, akan memakai tiga santer bek pada kompetisi musim 2009-2010 nanti. “Pada laga home kami masih tetap akan memakai pola 4-4-2. Tapi, pada laga away kami akan lebih banyak memakai tiga senter bek,” timpal pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan.
Hijrahnya Precious juga akan memperkecil kebobolan Laskar Wong Kito. Maklum, pada kompetisi musim 2008-2009, Sriwijaya merupakan tim paling banyak kebobolan nomor 2 papan atas liga ISL. Yakni, kebobolan 45 gol dari 34 laga. Di bawah Persik Kediri dengan 46 gol.
Sedangkan, di kancah Asia yakni Liga Champion Asia (LCA), Sriwijaya paling banyak kebobolan yakni 24 gol dari 6 laga, di bawah Shandong Luneng dengan 9 gol di grup F.
”Sebenarnya Precious sudah lama kami buru. Mudah-mudahan bergabungnya Precious bisa menambah solid pertahanan Sriwijaya. Kemungkinan, Precious akan kami tandemkan dengan Charis dan Ambrizal,” lanjut mantan pelatih Persipura ini.
Usai tanda tangan kontrak Precious Emuejeraye langsung meminta nomor jersey. Mantan Jurong FC ini menginginkan nomor 20. ”Tidak ada memori khusus dengan nomor 20 tapi saya merasakan nomor 20 tepat bagi saya. Selain itu, saya juga akan berusaha memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya dengan memberikan gelar juara,” harap Precious. (mg43)



sumber : laskar-sriwijaya


»»  read more

Wednesday, September 9, 2009

Ferry Rotinsulu Punya 50 Anak Asuh

DIBALIK penampilannya yang garang nan keras di bawah mistar gawang Sriwijaya FC, diam-diam Ferry Rotinsulu memiliki kepedulian tinggi kepada anak-anak yang tidak mampu. Buktinya, kiper tampan Laskar Wong Kito ini menjadi pembina sekaligus donatur tetap bagi Yayasan Panti Asuhan Ikatan Amal Sosial (IKAS) di Musi II Palembang.

Yayasan yang khusus menampung anak-anak yang tidak mampu ini, sejak tiga tahun lalu berdiri dan Ferry menjadi salah satu pembinanya. Kiper utama SFC ini menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai pesepakbola profesional untuk 50 anak kurang mampu yang menjadi punghuni panti.



Hal ini diungkapkan Hj Ayunis pengurus Yayasan IKAS usai penyerahan bantuan di Sekrtariat SFC Komplek Palembang Square (PS), Minggu (6/9) kemarin. Menurut wanita paruh baya ini, Ferry menjadi salah satu pembina sekaligus donatur tetap sejak 3 tahun lalu.

"Ia menjadi pembina dan donatur juga. Bantuan yang ia berikan sangat berarti untuk kelangsungan Panti Asuhan. Dia bersama pengurus turut membina, mengarahkan dan mengayomi 50 lebih anak-anak yatim piatu," ujar Ayunis.

Menurut Ayunis, perkenalannya dengan Ferry terjadi tidak sengaja sekitar tiga tahun lalu di sebuah acara SFC. Ketika itu tunangan Annisa Katarima ini, belum terkenal seperti sekarang ini. Tetapi
kepeduliannya akan orang tidak mampu memang tinggi.

"Sebab, saat kami tawari sebagai pembina dan diminta bantuan, dia langsung mengiyakan," ujar Ayunis.

Sementara itu Ferry Rotinsulu tampak hadir sebentar di acara serahterima bantuan itu. Kiper andalan SFC ini membenarkan kalau dirinya menjadi pembina di Panti Asuhan IKAS. Namun Ferry menolak menyebutkan berapa donasi dari penghasilan untuk 50 anak yatim piatu ini setiap bulannya. Menjelang lebaran nanti pun pemilik tinggi 182 cm ini, tengah mempersiapkan THR berupa uang saku dan baju untuk anak panti.

"Saya juga dari keluarga sederhana. Memberikan bantuan untuk mereka dari sebagian penghasilan ini akan membawa berkah. Baik bagi saya tentunya dan bagi SFC," katanya.

Dalam kesempatan ini Ferry mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan bagi panti asuhannya. Ternyata dibalik sifatnya yang cuek dan cenderung meledak ledak itu Ferry orang welas asih.

"Bravo Ferry Rotinsulu majur terus bersama SFC," ujar Soleh salah seorang anak panti Ikas.


sumber

»»  read more

Jadi Pilihan Utama


PALEMBANG - Gagal merekrut Oliver Makor, Sriwijaya terus bergerilya mencari striker asing. Salah satunya, Obiora Ricard. Ya, Obiora sendiri merupakan salah satu pemain asing yang mempunyai peluang besar untuk melengkapi kuota asing Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya).
“Setiap perekrutan pemain kami selalu menyiapkan pemain alternatif. Kali ini Obi merupakan salah satu pemain yang kami bidik. Dia pilihan utama kami setelah gagal merekrut Oliver,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.
RD sapaan Rahmad Darmawan menambahkan, saat ini dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Obiora tentang perekrutan dirinya. Selain Obi, RD juga sudah menyiapkan beberapa alternatif bila Obi gagal diboyong ke Palembang.
“Kebetulan kemarin (6/9) Obi menghubungi saya. Saya mengatakan semua keadaan di Sriwijaya saat ini. Dirinya juga masih ingin sekali bisa bermain di Sriwijaya. Mudah-mudahan ini mempermudah kami untuk membawa Obi ke Sriwijaya. Kami juga sudah menyiapkan pemain alternatif. Tapi, kami belum bisa menyebutkan,” lanjut mantan pelatih Persipura ini.
Maklum bila Sriwijaya tetap mempertahankan mantan pemain PSDS Deli Serdang ini. Kualitas Obigol (julukan Obiora) tidak diragukan lagi. Meski sempat redup karena cedera di pertengahan musim 2008-2009, Obi bisa kembali bangkit di akhir kompetisi.
Bukti, tujuh gol ia sumbangkan di Copa. Sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak ke tiga setelah Samsul Arif dan Fablo Frances yang sama-sama mengemas delapan gol. Tak hanya itu, pemain bernomor jersey 9 ini juga menjadi pemain terbaik pada CDSSI IV musim 2008-2009.
Selain itu, pemain kelahiran Akuma Nigeria, 4 April 1986 ini menyumbangkan 7 Gol untuk Sriwijaya. Tapi, wajar apabila Obi kurang menyumbangkan gol musim ini. Pasalnya, Rahmad Darmawan sering menempatkan Obi di Sayap. Praktis, mantan pemain Jaspor United FC Onitsha Nigeria ini hanya bertugas menyuplai bola dari sektor sayap.
“Obi tidak lagi kami seleksi. Sebab, kami sudah mengetahui kualitasnya. Juara double winner dan juara Copa musim ini merupakan salah satu loyalitas dan juga menunjukkan kualitas Obi,” imbuh mantan pelatih Persija ini.
Selain berkualitas, muda dan sangat terjangkau banderolnya merupakan salah satu alasan tim juara double winner 2007 ini memilih Obiora. Pemain berpostur 183 ini dibanderol Sriwijaya kisaran Rp850 juta.
Obiora sendiri merupakan penutup pemburuan pemain asing. Ya, sampai saat ini Sriwijaya sudah merekrut dua pemain asing. Yakni, Zah rahan Krangar dan Keith Kayamba Gambs. Praktis, Sriwijaya fokus mencari pemain asing Asia.
“Apabila Obi bergabung ke Sriwijaya. Ini juga menutup pemburuan kami terhadap pemain asing non Asia. Sehingga, kami akan fokus untuk memburu pemain asing Asia untuk melengkapi tim kami,” timpal Manajer Sriwijaya, Hendri Zainuddin. (mg43)


Nama Lengkap : Anaore Obiora Richards
TTL : Akuma Nigeria, 4 April 1986
Posisi : Gelandang/Striker
No Punggung : 9
Tinggi/Berat : 183cm/70kg
Ayah : Chief James Anoure
Ibu : Lolo Anaestasia Anoure
Hobi : Membaca buku agamis, dan novel
Pemain Idola : Zinedine Zidane, Jay-Jay Okocha
Klub Idola : Barcelona dan SFC
Perjalanan Karir
Jaspor United FC Onitsha Nigeria (2003)
Power All Stars FC Onitsha Nigeria (2004)
PSDS Deli Serdang (2005-2006)
Sriwijaya FC (2007)


sumber : sumeks


»»  read more