About Me

Dapatkan berbagai Informasi menarik Disini dari berbagai sumber terpecaya

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Showing posts with label Luar Angkasa. Show all posts
Showing posts with label Luar Angkasa. Show all posts

Monday, November 16, 2009

Bukti NASA Bahwa Kiamat 2012 Tidak Akan Terjadi !


Sebuah film Hollywood bertajuk ' 2012 ' telah menarik perhatian warga dunia. Pasalnya, sebuah ramalan yang beredar di internet
pun menyatakan hal yang sama, bahwa dunia dan seluruh isinya akan berakhir pada tahun itu. Bahkan, dilansir Big News Network, Rabu (11 /11 /2009) , beberapa email yang menyebar di kalangan pengguna internet telah menuduh badan antariksa Amerika (NASA) menutup- nutupi kebenaran tentang kondisi planet bumi saat ini. Namun NASA telah membantah tuduhan ini dan menganggap berita tersebut hanya 'hoax'. NASA sendiri sangat yakin jika kiamat belum akan terjadi pada tahun 2012. Pasalnya, jika prediksi yang mengatakan akan terjadi tabrakan antar bumi dengan planet lain di tata surya kita, pastinya para astronom dunia sudah bisa memprediksi puluhan tahun sebelumnya. Bahkan sebelum tabrakan terjadi, beberapa planet yang ada dan dekat dengan bumi sudah bisa terlihat dengan mata telanjang karena jaraknya yang semakin dekat dengan bumi. "Para ilmuwan dan astronom dunia pasti akan menjawab hal yang sama, bahwa mereka belum melihat tanda-tanda akan terjadi kiamat pada tahun 2012 ," ujar pihak NASA. Lagipula, lanjut pihak NASA, planet bumi masih berada dalam kondisi baik-baik saja meski telah berumur lebih dari empat juta tahun. Teori kiamat ini sempat menyeruak dan menyebutkan kiamat akan terjadi pada Mei 2003. Namun ketika teori tersebut tidak terbukti, penanggalan kiamat kemudian berubah menjadi 21 Desember 2012 , bertepatan dengan peristiwa titik balik matahari yang terdapat dalam penanggalan kuno milik suku Maya. NASA pun tetap bersikeras bahwa penanggalan kuno suku Maya tersebut tidak berarti dunia akan berakhir pada tanggal tersebut. Bahkan NASA tidak mendeteksi adanya penjajaran planet di angkasa dalam puluhan tahun ke depan. "Meskipun terjadi penjajaran planet di atas sana, seperti yang telah diramalkan, tetap saja efeknya masih bisa kita hindari," ujar pihak NASA.
sumber

»»  read more

Wednesday, September 9, 2009

Markas alien di dasar danau-danau Rusia

Pada Juli 2009, Pemerintah Rusia secara resmi merilis dokumen rahasia militer mengenai UFO mengikuti langkah beberapa negara lain di dunia. Dalam laporannya, militer Rusia menyebut bahwa UFO atau makhluk asing tidak dikenal ternyata sering dijumpai di perairan.


Beberapa laporan tersebut menyinggung adanya peristiwa perjumpaan dengan makhluk tidak dikenal di beberapa danau misterius di wilayah eks Sovyet.



Sebenarnya, lama sebelum pemerintah Rusia merilis dokumen rahasia tersebut, sudah ada beberapa laporan dari berbagai saksi mata yang mengindikasikan adanya makhluk tidak dikenal di danau-danau di wilayah eks Sovyet.


Laporan paling awal datang pada awal tahun 1900an. Pada waktu itu sekelompok pemuda sedang menyelam di sebuah danau di Georgia dimana mereka menemukan sebuah gua bawah air yang dipenuhi dengan kerangka manusia. Anehnya, masing-masing kerangka memilki tinggi sekitar tiga meter.


Penemuan serupa juga pernah terjadi disebuah danau bernama Issik Kul yang terdapat di sebelah utara pegunungan Tian Shan di Kyrgyzstan, masih di sekitar Rusia. Ketika mendengar nama Issik kul, kita mungkin akan segera terbayang dengan sebuah tempat misterius dari episode Lord of the ring.


Namun bertolak belakang dengan namanya yang terkesan angker, arti kata Issik kul sesungguhnya adalah “air hangat”. Nama ini diberikan mengingat karakteristik unik yang ada padanya. Walaupun ia dikelilingi oleh bukit-bukit bersalju, air danau ini tidak pernah membeku.




Pada tahun 1930an, seorang pria bersama beberapa temannya sedang menjelajahi gua-gua disekitar danau Issik Kul. Di salah satu gua mereka menemukan tiga kerangka manusia, masing-masing setinggi tiga meter. Yang aneh dari kerangka ini bukan hanya tinggi badannya, namun juga ditemukan peralatan berbentuk sayap kelelawar dari perak yang dipakai oleh masing-masing kerangka.


Di lain tempat, pada awal tahun 1990an, seorang pria bernama D Povaliyayev sedang melakukan olahraga Hang Gliding di kota Kavgolov, Leningrad. Kota itu memiliki beberapa danau. Dan ia sedang berada di atas salah satunya. Ketika ia sedang melayang diatas danau tersebut, ia melihat objek seperti tiga ekor ikan raksasa sedang berenang di danau itu.


Ia menurunkan ketinggiannya dan akhirnya bisa melihat dengan jelas bahwa tiga objek tersebut ternyata tiga perenang dengan ukuran badan luar biasa dan mengenakan pakaian perak. Kisah ini kemudian juga diceritakan dalam bukunya yang berjudul “Letuchi Golladets” atau “Flying Dutchman” yang diterbitkan tahun 1995.


Disinilah sepertinya kesaksian-kesaksian para saksi ini mendapat peneguhan dari pemerintah Rusia. Laporan militer yang dirilis menceritakan satu peristiwa serupa di danau Baikal. Seperti diketahui, danau Baikal adalah danau terdalam di dunia dan dianggap sebagai salah satu danau paling misterius di dunia.


Para turis sering melihat objek dan cahaya aneh melayang diatas danau ini. Menurut dokumen angkatan laut Rusia, suatu hari pada tahun 1982, angkatan laut Rusia sedang melakukan latihan penyelaman rutin di Baikal. Pada saat latihan dilakukan, Para penyelam Rusia melihat objek-objek aneh yang sedang berenang di dalam danau di kedalaman 50 meter.


Objek-objek itu ternyata sepuluh perenang yang berpakaian perak. Dan yang luar biasa, masing-masing perenang memiliki tinggi sekitar tiga meter dan tidak terlihat menggunakan peralatan menyelam apapun.



Dikejutkan oleh situasi tersebut, komandan angkatan laut segera memerintahkan untuk menangkap paling tidak salah satu penyelam misterius tersebut. Tujuh penyelam Rusia segera diperintahkan untuk terjun.


Dalam usaha ini, para penyelam tersebut masuk ke level kedalaman yang luar biasa. Namun tiba-tiba ada sebuah kekuatan yang tidak terlihat mendorong para penyelam Rusia kembali ke permukaan.



Menurut prosedur keselamatan, para penyelam yang baru muncul dari kedalaman harus segera masuk ke ruang dekompresi untuk menyesuaikan tekanan udara di tubuh mereka. Tiga penyelam Rusia tewas akibat terlambat di dekompresi.


Sampai saat ini, identitas para raksasa tersebut masih menjadi pertanyaan besar. Apakah mereka alien yang membangun markas rahasia di dasar danau-danau eks Sovyet ?


Menariknya lagi, Bangsa Kyrgyztan memiliki sebuah legenda yang menceritakan adanya sebuah kota didasar danau yang dipimpin oleh raja bernama Ossounes. Apakah legenda ini berdasarkan pada kisah nyata ? Mungkin kita tak akan pernah tahu.


Sumber :

Zuse MarafaYunianto - superavideo.wordpress.com


»»  read more

Friday, September 4, 2009

Galaksi Andromeda Telan Bintang Kecil


LONDON - Galaksi Andromeda tampaknya membesar dengan menelan bintang-bintang dari galaksi lain, demikian hasil penelitian.

Ketika sebuah tim ilmuwan memetakan Andromeda, mereka menemukan bintang-bintang yang mereka katakan merupakan "sisa-sisa galaksi kerdil". Para Astronom melaporkan temuan mereka di jurnal Nature.

Mengonsumsi bintang-bintang sudah pernah diperkirakan sebelumnya namun tim survei ini menyediakan rincian gambar untuk menunjukkan hal itu terjadi. Gambar itu menunjukan "model hirarkis" pembentukan galaksi sedang berjalan.

Model itu memprediksi bahwa galaksi besar akan dikelilingi sias-sisa galaksi lebih kecil yang mereka konsumsi. Kalangan ilmuwan memetakan pinggiran Andromeda secara rinci untuk pertama kali.


Pauline Barmby, astronom dari Universitas Western Ontario yang terlibat dalam studi ini, mengatakan kepada BBC bahwa pola orbit bintang itu mengungkapkan asalnya. "Andromeda begitu dekat sehingga kita dapat memetakan semua bintang," katanya. Andromeda, yang diperkirakan jauhnya 1,5 juta tahun cahaya dari bumi kini terus membesar.


Kc




»»  read more

Monday, August 31, 2009

Ditemukan Sebuah Planet Bunuh Diri


Sejumlah astronom menemukan fenomena yang tampaknya merupakan aksi bunuh diri planet karena berada amat dekat dengan bintangnya dan menimbulkan gelombang dahsyat.

Planet tersebut adalah WASP-18b yang telah berjuta tahun hidup dan ditemukan Coel Hellier, seorang profesor astrofisika di Keele University di Inggris. Hellier menyampaikan laporannya pada jurnal ilmiah The Nature, Kamis (27/8). ”Dengan menciptakan gelombang itu, dia menghancurkan dirinya sendiri,” ujar Hellier.

Bintang planet tersebut adalah WASP-18. Planet itu mengitari bintang dalam konstelasi Phoenix dan berjarak sekitar 325 tahun cahaya dari Bumi (satu tahun cahaya sekitar 9,3 triliun kilometer). Itu berarti dia ada di kawasan tetangga galaksi kita.

Jarak planet tersebut dengan bintangnya adalah sekitar 1/50 jarak Bumi dengan Matahari. Ukuran planet tersebut sekitar 10 kali ukuran Planet Yupiter. Gelombang antara planet tersebut dan bintangnya bisa dianalogikan dengan relasi Bulan dan Bumi yang bisa membentuk dua kali gelombang. Sejauh ini para astronom telah menemukan lebih dari 370 planet di luar sistem Matahari. Namun, penemuan planet bunuh diri amat jarang terjadi. (ISW)



sumber : kompas


»»  read more

Discovey Tiba di Stasiun Antariksa


CAPE CANAVERAL, FLORIDA – Pesawat ulang alik Discovery akhirnya bergabung dengan stasiun antariksa internasional (ISS) pada Minggu malam waktu Florida atau Senin pagi WIB. Discovery membawa berbagai peralatan dan perbekalan baru untuk stasiun itu.

Penggabungan terjadi sekitar 320 kilometer di atas Samudra Atlantik setelah pesawat mengelilingi Bumi menuju orbitnya sejak diluncurkan Sabtu lalu. Para astronot pun bersorak saat pintu penghubung lalu mereka saling bersalaman dan berpelukan dengan penghuni stasiun antariksa.

Bersatunya pesawat dengan stasiun ini termasuk mendebarkan karena sebelumnya ada kerusakan pada sebuah jet pendorong yang kecil. Akibatnya komandan Rick Sturckow harus menggunakan pendorong yang lebih besar dan kuat untuk mengarahkan Discovery saat akan bergabung dengan ISS. Penggunaan pendorong besar ini menjadikan penggabungan lebih kasar dan berisik.

Meski belum pernah digunakan untuk penggabungan dengan ISS, metode ini telah dilatihkan pada Struckow sebelum penerbangan. Atas keberhasilannya, Pusat Pengendali mengucapkan selamat pada komandan misi itu. "Anda akan bangga bila tahu bahwa hal tersebut terjadi tepat pada ulang tahun ke 25 penerbangan Discovery yang pertama kali," ujar Pengendali Misi.

Discovery bersama tujuh awaknya membawa banyak perlengkapan, termasuk alat treadmill yang dinamai Stephen Colbert, tokoh Comedy Central. Pesawat juga membawa calon penghuni baru ISS, Nicole Stott yang akan berada di sana hingga pesawat lain menjemputnya November mendatang.



sumber : kompas

»»  read more

Wednesday, August 19, 2009

Asteroid Mengancam, Nasa Tak bisa Mencegah


Washington: Bagaimana jika asteroid raksasa menumbuk bumi? Tentunya bumi akan hancur seperti perkiraan para ilmuwan. Namun hal itu sebenarnya bisa dicegah. Pertanyaannya, siapakah yang paling bertanggung jawab mengawasi asteroid yang menjadi ancaman kehidupan di bumi? Saat ini hanya National Aeronautics and Space Administration (NASA), lembaga antariksa milik Amerika Serikat yang memikul tanggung jawab itu.



Namun sayang, meski telah diberikan tanggung jawab mengawasi asteroid, NASA belum diberikan anggaran untuk melakukan tugas penting itu. Padahal Kongres AS telah memerintahkan misi tersebut sejak empat tahun lalu. Demikian berita yang dilansir Associated Press, Rabu (12/8).




Lembaga milik AS ini memperkirakan, dana yang dibutuhkan untuk menjalankan misi sekitar US$ 800 juta hingga 2020. Tetapi pemerintah belum merealisasikan dana tersebut. "Ini adalah masalah dan kami tidak hanya berkoar," ujar Louis Friedman Direktur Eksekutif Planetary Society, sebuah kelompok advokasi di AS.



Sejatinya misi NASA nanti adalah menentukan lokasi dari mana asteroid meluncur. Diperkirakan terdapat 20.000 asteroid berdiameter lebih 460 kaki atau 0,13 kilometer yang menjadi ancaman bagi bumi. Baru sekitar 6000 objek yang dapat diketahui para ilmuwan. "Jika asteroid berukur 460 hingga 3.280 kaki menumbuk bumi akan menghasilkan kerusakan yang dahsyat," ujar Lindley Johnson, Manajer NASA Bidang Objek Bumi.



Baru-baru ini NASA telah mengidentifikasi lima objek dekat bumi yang berpotensi menumbuk bumi, meski kemungkinannya hanya satu berbanding 1.000.000. Asteroid terakhir yang menjadi ancaman adalah Apophis. Asteroid ini memiliki kemungkinan menumbuk bumi satu berbanding 43.000 dan diperkirakan terjadi pada 2036, 2037 atau 2069.(DIO)


sumber

»»  read more

Thursday, August 6, 2009

[Kontroversi, Pict & News] Penganut Kepercayaan: Bumi tidak bulat, melainkan rata.!

Pada abad ke 21, istilam "flat-earther" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang secara spektakuler - dan nekad - acuh tak acuh. Namun ada sekelompok orang yang menyatakan yakin planet ini rata. Apakah kelompok ini benar ada atau hanya lelucon belaka? Nasa merayakan hari jadinya yang ke lima puluh dengan keramaian dan gambar-gambar mengenai kejayaannya di masa lalu.

Namun, diantara gambar selama setengah abad itu, hanya satu yang mencolok. Tanggal 24 Desember 1968, awak misi Apollo 8 mengambil foto yang sekarang dikenal dengan nama Earthrise, bumi muncul.
Bagi banyak orang, gambar bumi bulat berwarna biru yang indah yang diambil dari sisi orbit bulan merupakan gambaran sempurna pentingnya misi ke ruang angkasa. Namun, itu tidak dipercaya oleh semua orang.

Ada sekelompok orang yang mengatakan gambar itu palsu - bagian dari konspirasi dunia oleh badan ruang angkasa, pemerintah dan ilmuwan. Selamat datang ke dunia flat-earther, mereka yang percaya bumi rata.










Tetapi apakah memang masih ada orang yang percaya dunia ini rata sekarang? Tentunya di era eksplorasi ruang angkasa - saat satelit mengambil foto planet kita yang biru dan bulat dari ruang angkasa, dan robot mengirim info soal tanah dan air di Mars - tidak mungkin masih ada orang yang secara serius percaya bumi ini rata.



Salah. Teori bumi rata masih beredar dan dipercaya. Di internet dan tempat pertemuan kecil di Inggris dan Amerika, kelompok peyakin bumi rata bertemu untuk menantang "konspirasi" bahwa bumi bulat.



Orang sudah jelas berprasangka buruk terhadap kaum flat-earther," ujar John Davis, yang percaya pada teori bumi rata yang berbasis di Tennessee, merujuk pada iklan Microsoft yang baru itu.



"Banyak orang mempergunakan istilah 'flat-earther' untuk melecehkan, dan dihubungkan dengan kepercayaan membabi buta, sikap tak acuh dan bahkan anti intelektualisme."




John Davis adalah seorang pakar komputer yang berasal dari Kanada, dia pertama tertarik dengan teori bumi rata setelah "membaca sejumlah buku dari Masyarakat Bumi Rata beberapa tahun lalu".



"Saya kemudian sadar betapa kita gampang menerima," ujarnya. "Kita manusia tampaknya cukup puas dengan menerima apa yang diberitahu, tidak perduli informasi itu bertentangan dengan perasaan kita."



Davis sekarang yakin "bumi rata dan horisontal - bumi akan terus horisontal selamanya". "Dan dengan kedalaman setidaknya 9.000 kilometer", tambahnya.



James McIntyre, moderator situs diskusi Mayarakat Bumi Rata di Inggris, memiliki pandangan sedikit berbeda. " Bumi sedikit banyak seperti piring," ujarnya. "Bumi tidak benar-benar rata karena fenomena geologi seperti bukit dan lembah. diameternya sekitar 24.900 mil."



McIntyre, yang mengaku "dibuat menjadi penganut bumi bulat dalam sistem pendidikan sekolah negeri Inggris" mengatakan reaksi teman dan keluarga terahadap kepercayaan barunya itu bervariasi, mulai dari "rasa tidak percaya sampai yakin ini hanya lelucon".



Jadi berapa banyak flat-earthers saat ini? Baik Davis maupuan McIntyre tidak yakin benar. Davis mengatakan sedang membuat "gudang informasi online" untuk membantu komunitas Flat Earth setempat menjadi "komunitas global". "Maafkan penggunaan istilah 'global' ini", ujarnya.




Dan bagi pengamat paruh waktu, sulit menerima bahwa semua ini bukan keanehan di abad ke 21. Bukankah semua anak sekolah tahu bahwa kapal bisa menghilang di horison dan bahwa satelit mengorbit bumi.



Bagaimana dengan foto-foto dari ruang angkasa yang memperlihatkan, tanpa diragukan lagi, bahwa Bumi itu bulat? "Badan ruang angkasa berkonspirasi secara internasional untuk menipu publik guna mendapat keuntungan besar,"ujar McIntyre. John Davis juga mengatakan "foto-foto itu palsu".



Dan bagaimana dengan fakta bahwa tidak ada orang yang pernah jatuh di dunia yang dinyatakan berbentuk piringan ini?



McIntyre tertawa. "Ini mungkin pertanyaan yang paling sering ditanyakan," ujarnya. "Dengan melihat peta bumi yang rata pertanyaan itu bisa dijelaskan dengan mudah - Kutub utara di tengah dan antartika terdiri dari seluruh keliling Bumi. Navigasi keliling dunia adalah perjalanan panjang memutar di atas permukaan bumi."







Davis mengatakan menjadi flat-earther tidak berdampak pada kehidupannya. "Kami tidak takut sama sekali dengan pesawat atau model transportasi lain," ujarnya. Christine Garwood, pengarang buku Flat Earth: The History of an Infamous Idea, tidak terkejut dengan fakta bahwa kelompok flat-earthers menolak bukti-bukti bahwa planet kita ini bulat.




"Inti teori bumi rata sebenarnya adalah teori konspirasi," ujarnya. "Wajarlah, kelompok yang percaya bumi rata memandang pendaratan di bulan palsu, demikian juga foto-foto dari ruang angkasa."



Mungkin salah satu yang paling mengejutkan dalam buku Garwood adalah dia mengungkapkan bahwa teori bumi rata secara relatif merupakan fenomena modern.



Garwoon mengatakan semua orang hingga jaman kegelapan percaya bumi rata merupakan kesalahan bersejarah, dan kemudian "ide gila" ini pupus setelah Christopher Columbus berhasil berlayar ke Amerika tanpa "jatuh di ujung dunia".







Padahal, sejak abad ke 4 sebelum Masehi orang sudah tahu bahwa bumi itu bundar, dan keyakinan ilmiah bahwa kita sebenarnya hidup di atas pringan tidak muncul hingga jaman ratu Victoria.



Teori bumi rata menjadi primadona di abad ke 19 di Inggris, dengan kebangkitan rasionalisme ilmiah yang tampaknya mengancam otoritas Injil, sejumlah pemikir Kristen melancarkan serangan terhadap dunia ilmiah.








Samuel Birley Rowbotham (1816-1884) menggunakan nama alias "Parallax" dan mendirikan sekolah baru "astronomi Zetetic", dia berkeliling Inggris untuk menyebarkan teori bahwa Bumi adalah piringan yang statis dan Matahari hanya 400 mil jauhnya.



Di tahun 1870 an, penulis Kristen John Hampden menerbitkan sejumlah karya mengenai Bumi yang rata dan menggambarkan Isaac Newon sebagai "pemabuk atau gila". Dan semangat serangan ini pun terus hidup hingga sekarang.







Mitos bumi rata masih menjadi puncak dalam kehidupan penganut teori konspirasi. Dan menurut Garwood disaat kita memiliki rasa antipati terhadap otoritas kelompok flat-earthers memperlihatkan situasi bisa menjadi lebih buruk



"Untuk mempertanyakan "bagaimana kita tahu yang kita ketahui" adalah bagus, tetapi bagus juga jika kita memiliki kemampuan menerima bukti kuat - seperti foto bumi dari ruang angkasa.




----------------------------------------------------



MENURUT ISLAM


Spoiler for MENURUT ISLAM:








DEBAT MENURUT ISLAM

[flash]http://www.youtube.com/v/7F5kYWceTsI[/flash]



Jika klip tidak bisa play klik ini:

http://www.youtube.com/watch?v=7F5kYWceTsI








MENURUT KRISTEN



Spoiler for MENURUT KRISTEN:





MENURUT KRISTEN

[flash]http://www.youtube.com/v/zYZM9NNnNhs[/flash]



Prov 8:26-27 NRSV) when he had not yet made earth and fields, or the world's first bits of soil. When he established the heavens, I was there, when he drew a circle on the face of the deep




Isa 40:22 NRSV) It is he who sits above the circle of the earth, and its inhabitants are like grasshoppers; who stretches out the heavens like a curtain, and spreads them like a tent to live in

Not above one side of the ball, wraps around like a bandage, a bubble to live in.



See the whole Earth from one spot

Dan 4:10-11, Mat 4:8



The Ends of the Earth

Deu 13:7, Job 11:9, Job 28:24, Job 37:3, Job 38:13, Deut 28:49&64, 33:17 (also mentions unicorns), 1 Sam 2:10, Psa 2:8, Psa 19:4, Psa 22:27, Psa 33:13, Psa 33:14, Psa 48:10, Psa 59:13, Psa 61:2, Psa 65:5, Psa 72:8




Sky dome, geocentric Earth, etc.

Gen 1:6-7, Gen 1:14-17, Mark 13:24-25, Job 37:18, Prov 8:28, Job 22:14, 2 Chr 6:26, Mal 3:10, Rev 11:6, Gen 7:11-12, Psa 93:1, 1 Sam 2:8, Josh 10:12-13








MENURUT SAINS


Spoiler for MENURUT SAINS (NO S.A.R.A.):








MENURUT SAINS, MENYATAKAN BUMI BUNDAR (NO SARA)

[flash]http://www.youtube.com/v/xNJMP0HX8C8[/flash]


sumber

»»  read more

Monday, August 3, 2009

Fakta Mengerikan Tentang Bulan

Usia Bulan :
Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bulan dan matahari itu sendiri! Umur Bumi paling tua yang bisa diperkirakan adalah 4.6 Milyar tahun. Sementara itu batuan Bulan malah sudah berumur 5.3 Milyar tahun. Bulan lebih tua 1 milyar tahun ketimbang Bumi!

Lebih keras diatas :
Normalnya sebuah planet akan keras di dalam dan makin lama makin lembut diatas, seperti bumi kita. Tidak demikian hal nya dengan bulan. Bagian dalam bulan seperti berongga, sementara bagian atasnya keras sekeras Titanium. Hal ini lah yang menyebabkan bahwa bulan bagaimanapun juga sangat kuat dan tahan serangan. Kawah terbesar di Bulan berdiameter 300KM, dengan kedalaman hanya 6.4KM. Sementara itu, menurut hitungan ilmuwan, jika batuan yang menubruk bulan tadi, menubruk Bumi, maka akan terbentuk lubang paling tidak sedalam 1.200KM!



Bulan yang berongga juga dibuktikan saat kru Apollo yang meninggalkan Bulan, membuang kembali sisa pesawat yang tidak digunakan kembali ke Bulan . Hasilnya, sebuah gempa dan gema pada permukaan bulan terjadi selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh kru Apollo 13, yang kali ini jatuh lebih keras, menimbulkan gema selama 3 jam 20 menit.

Ibaratnya seperti sedang membunyikan lonceng yang kemudian berdentang, hanya saja karena tidak ada udara, maka suara dentang lonceng yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh manusia. Sementara itu, penemuan ini dipertanyakan oleh Carl Sagan, bahwa satelit alamiah nggak mungkin kopong dalam nya.

Bebatuan Bulan :
Asal usul batuan dan debu bulan sendiri tidak jelas, karena perbedaan komposisi pembentuk bulan yang berbeda sekali dengan komposisi batuannya. Batu yang pernah diambil team apollo sebesar 380KG lebih, menunjukkan ada nya bahan unik dan langka seperti Titanium murni, kromium, itrium, dan lain lain. Logam ini sangat keras, tahan panas, anti oksidasi. Jenis logam ini tidak terdapat secara alamiah di alam, dan jelas tidak mungkin terbentuk secara alamiah.

Para ilmuwan juga mengalami kesulitan menembus sisi luar bulan sewaktu mereka mengebor bagian terluar bulan. Setelah di teliti, bagian yang di bor tadi adalah sebuah mineral dengan kandungan titanium, uranium 236 dan neptunium 237. Bahan bahan super keras anti karat, yang juga tidak mungkin terbentuk secara alamiah, karena digunakan di bumi untuk membuat pesawat stealth. Kemungkinan besar, ini logam hasil sepuhan manusia!

Batuan bulan juga entah bagaimana sangat magnetik. Padahal tidak ada medan magnet di Bulan itu sendiri. Berbeda dengan bumi yang banyak sekali mengandung medan magnet.

Air menguap :
Pada 7 Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air melewati permukaan bulan. Uap air tadi bertahan hingga 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil persegi.

Ukuran bulan = Matahari ?
Bulan bisa menutupi matahari dalam gerhana bulan total, tapi ukurannya tidak sama. Yang menarik, jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari persis 395 kali diameter bulan. Pada saat gerhana matahari total, ukuran bumi dan bulan persis sama, sehingga matahari bisa tertutup bulan secara sempurna. Hitungan ini terlalu cermat dan akurat jika hanya merupakan kebetulan astronomi semata.

Orbit yang aneh :
Orbit bulan merupakan satu satunya yang benar benar hampir bulat sempurna dari semua sistem tata surya kita. Berat utama bulan terletak lebih dekat 6000 kaki ketimbang pusat geometris nya, yang harusnya justru mengakibatkan orbit lengkung. Sesuatu yang tidak diketahui telah membuat bulan stabil pada poros nya. Suatu teori yang belum di yakini benar adanya juga mengatakan bahwa wajah bulan yang selalu sama di setiap hari nya karena adanya suatu hal yang menyebabkan itu. Yang pada intinya, tetap suatu kebetulan astronomi.

Asal usul bulan :
Teori bahwa bulan tadinya adalah sebagian dari bumi yang mental keluar bumi karena tumbukan hebat di masa lalu hampir saja di setujui oleh semua orang, setelah sebelumnya mereka mengira bahwa bulan terbentuk dari debu debu angkasa yang mampat menjadi satelit bumi. Belakangan ini teori menyebutkan bahwa jika bagian sebesar bulan terambil dari bumi, maka bumi tidak akan bisa bulat seperti sekarang. Dan jika bulan tidak berongga, maka tidak mungkin bulan bisa berada menjadi satelit bumi. Terlalu berat dan bulan akan menghantam bumi.

Teori teori asal usul bulan kembali dipertanyakan, dan teori paling gila sepanjang sejarah mulai muncul, bahwa bulan diciptakan dengan sengaja oleh manusia terdahulu sebagai alat bantu dalam navigasi dan juga astronomi!

Bulan adalah kapal luar angkasa ?
Kesempurnaan bulan yang keterlaluan, dan berbagai anomali yang ada dibulan, plus ditambah banyaknya benda benda terbang tak dikenal di bulan membuat banyak pihak mengatakan bahwa kemungkinan besar bulan adalah sebuah pesawat luar angkasa super besar yang diciptakan oleh mahluk cerdas pendahulu kita. Dan bulan BELUM ditinggalkan oleh penghuni nya! Semua kru Apollo dan astronot astronot lain atau peneliti bulan, semuanya telah melihat cahaya cahya adan benda benda terbang tak dikenal yang lalu lalang diantara bulan, muncul dan hilang begitu saja, bahkan selalu menyertai setiap kedatangan dan kepergian para team astronot yang mengunjungi bulan.

mungkin Memang di bulan adalah pangkalan Tempat mahluk alien dan ufo


sumber

»»  read more

Friday, July 24, 2009

Bumi Punah 60 Tahun Lagi


JAKARTA–MI: Isu perubahan iklim hingga saat ini masih banyak ditanggapi penduduk dunia dalam bentuk wacana semata. Kini saatnya dilakukan sebuah aksi nyata untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.


“Jika tidak, 60 tahun lagi bumi dan kehidupannya akan punah,” ujar Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Henry Bastaman, ketika membuka simposium nasional tentang lingkungan Indonesia di Depok, Kamis (23/7) siang.


Bastaman menyatakan bahwa tak perlu menunggu hingga 100 tahun untuk melihat dampak terparah yang akan terjadi bila perilaku manusia tidak berubah. Dampak terparahnya yakni kepunahan bumi dan kehidupannya akan terjadi 60 tahun lagi

“Sebelum punah, pada 2020, suhu bumi akan naik 4 derajat celcius. Akibatnya, permukaan laut naik, banyak badai, banyak penyakit baru akan muncul. Akhirnya akan menyerupai kehidupan di planet Mars. Itu semua akibat perbuatan manusia, bukan alam semesta,” ujar Bastaman mengacu pada laporan penelitian 2.500 ilmuwan Intergovernmental Panel of Climate Change 2007 yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.


Indikasi akan hal tersebut salah satunya adalah kenaikan suhu bumi saat ini sebesar 1 derajat celcius dibanding 100 tahun lalu sehingga kini panasnya mencapai 37 derajat celcius. Untuk ukuran manusia suhu setinggi itu masih dapat ditoleransi, namun Bastaman menambahkan bahwa untuk ukuran bumi sudah dalam tahap “meradang”. (*/OL-04)MEDIAINDONESIA.COM



»»  read more

Saturday, July 18, 2009

Ledakan Lubang Hitam Melampaui Nuklir

Bulan Januari 2001, fisikawan yang terkenal dari Universitas St. Andrew yakni Nel Ryan Harther mengumumkan bahwa ia dan peneliti Inggris lainnya akan menciptakan sebuah lubang hitam di ruang laboratorium, ketika itu tidak ada yang merasa terkejut terhadap hal demikian.


ledakan-black-hole


Namun, beberapa hari yang lalu sebuah harian di Rusia mengumumkan ramalan ilmuwannya bahwa lubang hitam tidak saja dapat dibuat dalam ruang laboratorium, bahkan 50 tahun kemudian, ledakan lubang hitam yang mempunyai energi mahadahsyat akan membuat bom atom yang mengerikan manusia sekarang juga terbukti lebih buruk, menjadi pediatri yang tidak patut dipersoalkan.


Pertimbangan manusia menciptakan lubang hitam sebenarnya paling awal abad ke-20 tahun 80-an dikemukakan oleh Profesor William Anroe dari Universitas British, Columbia, ia berpendapat, bahwa manifestasi gelombang suara dalam zat cair dengan manifestasi cahaya dalam lubang hitam sangat mirip, jika membuat kecepatan cairan melampaui kecepatan bunyi, maka pada kenyataannya telah membentuk sebuah gejala lubang hitam buatan dalam cairan tersebut.


Sekalipun demikian, Dr. Ryan Harther berencana bahwa lubang hitam buatan yang tercipta oleh karena kekurangan gravitasi yang cukup, selain cahaya, mereka tidak dapat menelan semua benda yang ada di sekeliling seperti lubang hitam yang sebenarnya.


Sebaliknya, ilmuwan Rusia Alexander Delofmankov malah berpendapat, bahwa lubang hitam alam semesta sesungguhnya yang dapat menelan segala benda juga dapat secara keseluruhan “menciptakannya” melalui ruang laboratorium: Sebuah lubang hitam yang berukuran inti atom, energinya akan melampaui sebuah pabrik nuklir.


Jika manusia, pada suatu hari nanti benar-benar menciptakan bom lubang hitam, maka energi yang ditimbulkan sebuah bom lubang hitam setelah meledak, akan setara dengan ledakan bom atom yang tak terhingga kelipatannya secara bersamaan, paling tidak ia dapat mengakibatkan kematian 1 miliar jiwa.


Bagi mayoritas orang, lubang hitam yang menakutkan adalah hal yang sangat jauh di alam semesta, masih sangat jauh meninggalkan kita. Namun, Delofmankov berpendapat, sebenarnya kerabat kecil lubang hitam alam semesta –lubang hitam mini ada di mana-mana di atas bumi, bahkan mendatangkan sejumlah besar masalah dan bencana pada manusia.



Beberapa ilmuwan Rusia menganggap, bahwa beberapa fenomena misterius di atas bumi berhubungan dengan lubang hitam mini, seperti misalnya letusan gunung berapi, energi dan panas gunung berapi selalu merapat di tempat tertentu di atas bumi, lagi pula tak kunjung habis. Beberapa ilmuwan bahkan curiga, bahwasannya adalah energi mataharilah yang telah menyampaikannya ke tempat yang dalam di bumi melalui lubang hitam.


Sebelum ini, beberapa fisikawan mengenali bahwa di atas matahari tidak hanya terdapat energi nuklir, bahkan ada lubang hitam mini, lagi pula setiap bagian dalam planet mungkin terdapat lubang hitam mini.


Sumber :

www.erabaru.or.id

»»  read more

Friday, July 10, 2009

Ledakan Bintang 11 Miliar Tahun Lalu Terdeteksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Para astronom mengklaim menemukan ledakan bintang (supernova) terjauh yang pernah terdeteksi, sebuah serpihan bintang raksasa yang terbentuk sekitar 11 miliar tahun silam.


Mengacu pada keyakinan bahwa alam semesta terbentuk 13,7 miliar tahun silam, supernova itu merupakan salah satu fenomena ledakan bintang pertama pada awal-awal penciptaan. Ledakan bintang tertua yang tercatat sebelumnya terjadi sekitar enam miliar tahun lalu.


Temuan terbaru ledakan bintang tersebut dimungkinkan melalui teknik baru, yang memungkinkan para ahli kosmologi (cabang ilmu astronomi yang menyelidiki asal-usul alam semesta) mendeteksi ledakan bintang bermiliar tahun silam. Namun, tidak dijelaskan teknik baru semacam apa yang diterapkan.



Yang jelas, bekas ledakan bintang tersebut terdeteksi setelah para astronom membandingkan banyak gambar yang diambil beberapa tahun lalu dari bagian-bagian langit. Metode perbandingan melalui banyak gambar tersebut memudahkan astronom melihat obyek jagat raya yang berubah cahaya terangnya dari waktu ke waktu.


Ledakan bintang diikuti cahaya yang sangat terang, hingga berjuta-juta kali terangnya dibandingkan dengan terang semula. Saking terangnya, fenomena tersebut dikabarkan dapat terlihat dari galaksi lain yang super jauh.


Supernova sekaligus menandai tamatnya usia bintang yang bersangkutan karena kehabisan bahan bakar. Ketika meledak, bintang mengirimkan gelombang kejut yang bergema di sekitar galaksi.


Ledakan itu mendistribusikan berbagai elemen yang lebih berat daripada oksigen, seperti besi, kalsium, dan silikon, serta memperkaya awan-awan molekuler yang selama berabad lamanya bersama membentuk sistem-sistem bintang baru

»»  read more

Empat Galaksi akan Saling Bertabrakan!

galaxycollision1


TM, Wahana NASA Chandra X-ray Observatory menangkap gambar Empat galaksi yang akan terlibat dalam tabrakan, jaraknya 280 juta tahun cahaya dari Bumi. Spiral galaksi yang terang di bagian tengah gambar seolah-olah akan keluar melalui empat galaksi yang akan bertabrakan tersebut dengan kecepatan hampir dua juta mil per jam dengan jarak 40 Juta tahun cahaya dari bumi.


Kelima Galaksi tersebut diberinama Stephan’s Quintet, setelah Édouard Stephan yang menemukan galaksi tersebut ditahun 1877.


sumber : http://www.wired.com/wiredscience/2009/07/galaxycollision/

»»  read more

Tuesday, July 7, 2009

New Class of Black Hole Found?


An extraordinarily bright object in a galaxy 290 million light-years away could be a new type of black hole—one that Goldilocks would approve of.



Scientists have been trying to confirm whether intermediate-mass black holes, those that are not too light and not too heavy, really exist. The newfound object, dubbed HLX-1, is "the best candidate yet" for this proposed black hole class, according to a new study in tomorrow's issue of the journal Nature.
Right now astronomers are confident that two types of black holes are out there.



Smaller, so-called stellar-mass black holes are created by dying stars and only reach 20 to 30 times the mass of our sun. Supermassive black holes thought to sit at the centers of most galaxies, meanwhile, clock in at millions to billions of solar masses.



"There's a big gap in between where we just don't know if nature makes black holes that weigh that much," said Philip Kaaret, an astrophysicist at the University of Iowa, who was not part of the study team.



New Black Hole Is "Just Right?"



All black holes grow by feeding off nearby matter. They're visible because the matter falling in gets hotter and brighter as it's compacted.




But a black hole will cut off its own food supply when it reaches a point where the "push" of radiation from in-falling matter equals the "pull" of a black hole's gravity.



This means there's a cap on how bright a black hole can be.



Theoretically, a middleweight black hole could form inside dense groupings of older stars known as globular clusters, noted study co-author Natalie Webb, an astronomer with the Centre d'Etude Spatiale des Rayonnements in France.



In these clusters, a stellar-mass black hole might swell to intermediate size as it collides and merges with other objects while pulling in surrounding gases and dust.



(Related: "Space-Time 'Ripples' Created by Merging Black Holes?")




The University of Iowa's Kaaret also thinks that middleweight black holes might have formed in the gas-rich depths of the very early universe, when stars could get much more massive than the modern variety.



Previous observations had found objects that are much brighter than known stellar-mass black holes. That brightness—combined with other properties—suggests to some astronomers that the objects might be the missing "in between" black holes.



Tough to Prove



The recently studied HLX-1 is one such candidate, glowing so brightly in x-rays that astronomers think it could be a black hole more than 500 times the mass of the sun.



"Where our object stands out is that it is about ten times brighter than the previous record holder" among middleweight candidates, study leader Sean Farrell, also of the French astronomy center, said via email.




But confirming any of the known candidates presents significant challenges. To make a "gold plated" case, Kaaret said, you'd have to see the companion star, which would be incredibly hard given the black hole's glare and distance from Earth.



You could also look iron emissions that appear distorted by the odd gravitational effects of matter falling into a black hole, said co-author Olivier Godet, of the University of Leicester in the U.K. But current instruments aren't sensitive enough to detect such emissions.



Next-generation telescopes might be able to help find the distorted iron emissions or detect ultraviolet emissions from the candidate objects that would aid modeling efforts, study leader Farrell said.



"This is the next step for us, and so far it's looking promising."




sumber

»»  read more

Friday, July 3, 2009

Minuman Astronot untuk Orang Sipil



JAKARTA, KOMPAS.com - Berjalan di ruang angkasa, melawan gaya tarik bumi (gravitasi) yang ekstrem, merupakan hal-hal yang harus diatasi oleh para astronot. Mereka harus terus dalam kondisi cukup cairan dan sehat. Hal yang sulit dipertahankan di dalam pesawat ruang angkasa.

Agar para astronot tidak mengalami kelelahan otot dan pusing-pusing karena dehidrasi, ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengembangkan formula elektrolit yang bisa kita konsumsi.

Formula tersebut berupa cairan konsentrasi yang jika dicampur air akan langsung mampu memulihkan hidrasi dan mencegah kehilangan cairan tubuh.

Ilmuwan NASA Ames Research Center di Moffett Field, California, AS, melakukan riset itu selama 15 tahun. Para astronot NASA meminumnya selama sekitar 20 tahun

.

Versi komersial dari produk tersebut diberikan lisensinya kepada Wellness Brands Inc of Boulder, Colorado, AS, dan diberi merek ”The Right Stuff”. Pesanan pertama dikirimkan tanggal 11 Juni lalu.

”Kami mengembangkan formula hidrasi agar kita bisa berkinerja dengan optimal pada kondisi ekstrem. Kesehatan astronot kami yang amat terlatih sungguh luar biasa,” ujar John Greenleaf, mantan peneliti di Ames yang juga penemu formula tersebut.

Pada studi NASA sejak awal pengembangan minuman ini, diketahui bahwa minuman tersebut mampu memacu daya tahan hingga 20 persen dibandingkan dengan seseorang yang minum air biasa atau minum sesuatu yang mengandung karbohidrat. (ISW)


kompas

»»  read more

Tuesday, June 30, 2009

NASA Kembangkan Robot ‘Transformers’

Robot-robot yang jadi bintang di film Transformers memang menakjubkan dan bisa berubah-ubah bentuk dengan cepat. Di dunia nyata ternyata robot yang sistem kerjanya mirip dengan robot Transformers juga sedang dalam tahap pengembangan.



Adalah lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, yang mengembangkan robot bernama Superbot yang bisa berubah wujud layaknya Transformers itu. Meski tak bisa berubah menjadi mobil atau pesawat jet, namun teknologinya sudah lumayan canggih.


Robot itu pada awalnya dipisah menjadi seratus bagian dan kemudian dijatuhkan dari pesawat ke padang gurun.



Nah, di padang gurun inilah, bagian-bagian Superbot bisa menyatu dan berubah wujud menjadi kendaraan beroda untuk berjalan di gurun. Jika medan berubah jadi bukit, si robot juga berganti rupa dengan mengeluarkan kaki untuk mendakinya.


Dikutip dari FoxNews, Senin (29/6/2009), para periset NASA berharap robot itu bisa mengubah dirinya secara mandiri. Jika kondisi lingkungan berubah, si robot juga dapat menyesuaikan bentuk tubuhnya secara otomatis.




“Jika robot itu harus mendaki sesuatu, ia langsung memunculkan kaki. Jika harus menuruni lembah, ia berubah jadi bola dan menggelinding,” kata Wei-Min Shen, direktur Polymorphic Robotics Laboratory di University of Southern California yang turut menangani Superbot.


Superbot dimungkinkan membentuk dirinya sendiri dari berbagai bagian terpisah. Sebab setiap modul yang terpisah adalah robot independen. Bagian-bagian terpisah ini berkomunikasi via radio atau infrared yang kemudian bisa menyatukan tubuhnya.


Sumber :

And/VS/Vbs/dtc – vibizlife.com

»»  read more

Thursday, June 25, 2009

10 Foto Galaksi Yang Menakjubkan

 1. THE SOMBRERO GALAXY



 


2. BLACK EYE GALAXY



 


3. 2MASX J00482185-2507365

OCCULTING PAIR



 



4. THE WHIRLPOOL GALAXY



 


5. GRAND SPIRAL GALAXY



 


6. SUPERNOVA 1987A



 


7. GALAXY NGC 1512



 


8. GALAXY NGC 3370




 


9. M81



 


10. HOAG’S OBJECT



 


Sumber :

http://oddee.com/item_96598.aspx

»»  read more

Tuesday, June 23, 2009

Bulan Ternyata Makin Menjauh Dari Bumi

Pada suatu masa, jutaan tahun ke depan keturunan kita tidak akan bisa melihat bulan seperti sekarang. Tidak ada lagi fenomena gerhana matahari ataupun bulan total, kecuali dalam jejak rekam sejarah sains. Lambat, tetapi pasti bulan semakin bergerak menjauh dari bumi.


Bukan tanpa alasan Neil Armstrong—manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan—meninggalkan jejak panel reflektor yang terdiri atas 100 cermin beberapa menit sebelum dia meninggalkan bulan pada 21 Juli 1969. Reflektor inilah yang kemudian menuntun manusia pada penemuan fakta mencengangkan.



Memanfaatkan reflektor yang tertinggal di bulan, Prof Carrol Alley, fisikawan dari University of Maryland, Amerika Serikat, mengamati pergerakan orbit bulan. Caranya adalah dengan menembakkan laser dari observatorium ke reflektor di bulan. Di luar dugaan, dari hasil pengamatan tahunan, jarak bumi-bulan yang terekam dari laju tempuh laser bumi-bulan terus bertambah.


Diperkuat sejumlah pengamatan di McDonald Observatory, Texas, AS, dengan menggunakan teleskop 0,7 meter diperoleh fakta bahwa jarak orbit bulan bergerak menjauh dengan laju 3,8 sentimeter per tahun.


Para ahli meyakini, 4,6 miliar tahun lalu, saat terbentuk, ukuran bulan yang terlihat dari bumi bisa 15 kali lipat daripada sekarang. Jaraknya saat itu hanya 22,530 kilometer, seperduapuluh jarak sekarang (385.000 km).


Seandainya manusia sudah hidup pada masa itu, hari-hari yang dijalankan terasa lebih cepat. Hitungan kalender pun bakal berbeda. Bagaimana tidak, jika dalam sebulan waktu edar mengelilingi bumi hanya 20 hari, bukan 29-30 hari seperti sekarang. Rotasi bumi ketika itu pun berlangsung lebih cepat, hanya 18 jam sehari.


Jutaan tahun dari sekarang, seiring dengan menjauhnya bulan, hari-hari di bumi pun akan semakin lama, hingga mencapai 40 hari dalam sebulan. Hari pun bisa berlangsung semakin lama, hingga 30 jam. Lantas, mengapa ini bisa terjadi?



Takaho Miura dari Universitas Hirosaki, Jepang, dalam jurnal Astronomy & Astrophysics mengemukakan, jika bumi dan bulan, termasuk matahari, saling mendorong dirinya. Salah satunya, ini dipicu interaksi gaya pasang surut air laut.


Gaya pasang surut yang diakibatkan bulan terhadap lautan di bumi ternyata berangsur-angsur memindahkan gaya rotasi bumi ke gaya pergerakan orbit bulan. Akibatnya, tiap tahun orbit bulan menjauh. Sebaliknya, rotasi bumi melambat 0,000017 detik per tahun.



Stabilitas Iklim


Fakta menjauhnya orbit bulan ini menjadi ancaman tidak hanya populasi manusia, tetapi juga kehidupan makhluk hidup di bumi. Pergerakan bulan, seperti diungkapkan Dr Jacques Laskar, astronom dari Paris Observatory, berperan penting menjaga stabilitas iklim dan suhu di bumi.


”Bulan adalah regulator iklim bumi. Gaya gravitasinya menjaga bumi tetap berevolusi mengelilingi matahari dengan sumbu rotasi 23 derajat. Jika gaya ini tidak ada, suhu dan iklim bumi akan kacau balau. Gurun Sahara bisa jadi lautan es, sementara Antartika menjadi gurun pasir,” ucapnya kepada Science Channel.


Sejumlah penelitian menyebutkan, pergerakan bulan juga berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup. Terumbu karang, misalnya, biasa berkembang biak, mengeluarkan spora, ketika air pasang yang disebabkan bulan purnama tiba.


Bulan penuh juga dipercaya meningkatkan perilaku agresif manusia. Di Los Angeles, AS, kepolisian wilayah setempat biasanya akan lebih waspada terhadap peningkatan aktivitas kriminal saat purnama.



Menjauhnya bulan dari bumi diyakini ahli geologis juga berpengaruh terhadap aktivitas lempeng bumi. Beberapa ahli telah lama menghubungkan kejadian sejumlah gempa dengan aktivitas bulan.


”Kekuatan yang sama yang menyebabkan laut pasang ikut memicu terangkatnya kerak bumi,” ucap Geoff Chester, astronom yang bekerja di Pusat Pengamatan Angkatan Laut AS, seperti dikutip dari National Geographic.


Beberapa kejadian gempa besar di Tanah Air yang pernah tercatat diketahui juga terkait dengan pergerakan bulan. Gempa-tsunami Nanggroe Aceh Darussalam (2004), Nabire (2004), Simeuleu (2005), dan Nias (2005) terjadi saat purnama. Gempa Mentawai (2005) dan Yogyakarta (2005) terjadi pada saat bulan baru dan posisi bulan di selatan.



Misi Terbaru NASA


Kini, bulan sebagai tetangga terdekat bumi kembali menjadi perhatian riset astronomi di dunia. Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) pada Jumat (19/6) meluncurkan wahana LCRoS (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite) di Cape Canaveral, AS. Wahana ini adalah bagian dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), yaitu persiapan program mengembalikan astronot ke bulan tahun 2020 setelah terakhir dilakukan pada 1969-1972 (Reuters, 18/6).


Sasaran utama misi LCRoS untuk memastikan ada tidaknya air beku yang dipercaya berada di kawasan kawah gelap dekat kutub bulan. Dibantu dengan LRO yang memetakan permukaan di bulan secara detail, kedua misi baru ini mengisyaratkan hal besar: menancapkan tonggak baru soal kemungkinan membangun koloni di luar bumi!


Namun, dengan penuh kerendahan hati, Craig Tooley, LRO Project Manager, mengatakan, ”Pengetahuan kita tentang bulan secara keseluruhan saat ini masih minim. Kita punya peta lebih baik tentang Mars, tetapi tidak untuk bulan kita sendiri.”


Sumber :


Oleh Yulvianus Harjono - sains.kompas.com

»»  read more

Saturday, June 20, 2009

NASA Luncurkan Dua Satelit Penelitian

WASHINGTON--MI: NASA, Kamis, meluncurkan dua satelit penelitian ke antariksa dalam langkah pertama perjalanan panjang untuk mengembalikan manusia ke bulan pada 2020.



Dua misi LRO dan LCROSS diluncurkan dengan menggunakan roket Atlas V dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida, dalam misi penelitian bersejarah ke bulan guna mencari sumber air dan tempat pendaratan bagi satelit bumi.



Cuaca buruk menunda peluncuran tersebut selama 20 menit, sebelum para pejabat dari badan antariksa AS memberi lampu hijau bagi peluncuran misi itu.



Badan antariksa AS, yang berharap dapat mengirim astronot ke satelit alam bumi paling lambat 2020 untuk kunjungan pertama sejak 1972, mengumumkan badan tersebut berada pada jalur untuk meluncurkan misi LRO dan LCROSS dengan menggunakan roket Atlas V dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida.



Sehari setelah menangguhkan peluncuran pesawat ulang-alik Endeavour untuk kedua kali dalam satu pekan akibat kebocoran bahan bakar hidrogen, NASA menyatakan lembaga itu menyiapkan tiga jendela pada pukul 17:12 waktu setempat (Jumat, 04:00 WIB), pukul 17.22 waktu setempat (Jumat, 04.22 WIB) dan pukul 17.32 waktu setempat (Jumat, 04:32 WIB).




Jika tak ada yang berhasil, pata pejabat telah memaraf tiga peluang lagi pada Jumat malam.



Misi tersebut adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang guna melakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai sistem matahari ke planet, mars dan lebih jauh lagi.




"Misi robot itu akan memberi kami keterangan yang kami perlukan guna membuat keputusan mengenai kehadiran manusia pada masa depan di bulan," kata Manajer Program Todd May kepada wartawan awal pekan ini.



Satelit Pengindera dan Pengamatan Kawah Bulan (LCROSS) secara khusus akan menjadi upaya paling spektakuler NASA selama bertahun-tahun.



Untuk mencari es air di bulan, komponen paling penting bagi rencana penempatan koloni manusia di bulan penyelidikan tersebut akan menganalisis data dari bulan setelah roket Centaur, yang terpisah, jatuh di kawah gelap yang selamanya, di bagian gelap Bulan yang tak pernah terkena sinar matahari.



Setelah meneliti benda bulan, satelit peneliti kamikaze akan mengikuti langkah roket itu dengan menjatuhkan dirinya di bulan dengan kecepatan rata-rata 2,5 kilometer per detik.



Secara keseluruhan, NASA menyatakan, kedua misi itu akan menggali sebanyak 500 ton meter benda bulan dan mulai mencari tanda kemungkinan sumber air yang telah lama membeku dan mengkaji susunan mineral yang tak pernah disaksikan di dunia.



Lunar Reconnaissance Orbiter, atau LRO, diharapkan dapat memajukan dasar pengetahuan upaya antariksa melalui keberadaan selama satu tahun di orbit sekitar 50 kilometer jarak paling dekat setiap pesawat antariksa pernah terus-menerus mengorbit di bulan.



Misi LRO sebesar 500 juta dolar AS dirancang untuk memberi NASA peta mengenai ketepatan yang tak pernah terjadi sebelumnya, yang akan penting dalam memetakan tempat yang mungkin bagi pendaratan. (Ant/OL-07)


sumber : media

»»  read more

Thursday, June 18, 2009

Bumi kita diperkirakan telah berumur 4,6 milyar tahun


Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.

Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70°C hingga 55°C bergantung pada iklim setempat. Sehari di dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok sebagai 1.


Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain.


Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500°C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi, dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.


Kerak bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi.


Titik tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.


Komposisi dan struktur


Bumi adalah sebuah planet kebumian, yang artinya terbuat dari batuan, berbeda dibandingkan gas raksasa seperti Jupiter. Planet ini adalah yang terbesar dari empat planet kebumian, dalam kedua arti, massa dan ukuran. Dari keempat planet kebumian, bumi juga memiliki kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan terbesar, medan magnet terkuat dan rotasi paling cepat. Bumi juga merupakan satu-satunya planet kebumian yang memiliki lempeng tektonik yang aktif.



Bentuk


Bentuk panet bumi sangat mirip dengan bulatan gepeng (oblate spheroid), sebuah bulatan yang tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub yang menyebabkan buncitan pada bagian equator. Buncitan ini terjadi karena rotasi bumi, menyebabkan ukuran diameter equator 43 km lebih besar dibandingkan diameter dari kutub ke kutub. Diameter rata-rata dari bulatan bumi adalah 12.742 km, atau kira-kira 40,000 km/?. Karena satuan meter pada awalnya didefinisikan sebagai 1/10.000.000 jarak antara equator ke kutub utara melalui kota Paris, Prancis.


Topografi lokal sedikit bervariasi dari bentuk bulatan ideal yang mulus, meski pada skala global, variasi ini sangat kecil. Bumi memiliki toleransi sekitar satu dari 584, atau 0,17% dibanding bulatan sempurna (reference spheroid), yang lebih mulus jika dibandingkan dengan toleransi sebuah bola billiard, 0.22%. Lokal deviasi terbesar pada permukaan bumi adalah gunung Everest (8,848 m di atas permukaan laut) dan palung mariana (10.911 m dibawah permukaan laut). Karena buncitan equator, bagian bumi yang terletak paling jauh dari titik tengah bumi sebenarnya adalah gunung Chimborazo di Ecuador.


Massa bumi kira-kira adalah 5.98×1024 kg. Kandungan utamanya adalah besi(32.1%), oksigen (30.1%), silikon (15.1%), magnesium (13.9%), sulfur (2.9%), nikel (1.8%), kalsium (1.5%), and aluminium (1.4%); dan 1.2% selebihnya terdiri dari berbagai unsur-unsur langka. Karena proses pemisahan massa, bagian inti bumi dipercaya memiliki kandungan utama besi (88.8%), dan sedikit nikel (5.8%), sulfur (4.5%), dan selebihnya kurang dari 1% unsur langka.[10]


Ahli geokimia F. W. Clarke memperhitungkan bahwa sekitar 47% kerak bumi terdiri dari oksigen. Batuan-batuan paling umum yang terdapat di kerak bumi hampir semuanya adalah oksida (oxides); klorin, sulfur, dan florin adalah kekecualian dan jumlahnya di dalam batuan biasanya kurang dari 1%. Oksida-oksida utama adalah silika, alumina, oksida besi, kapur, magnesia, potas dan soda. Fungsi utama silika adalah sebagai asam, yang membentuk silikat. Ini adalah sifat dasar dari berbagai mineral batuan beku yang paling umum. Berdasarkan perhitungan dari 1,672 analisa berbagai jenis batuan, Clarke menyimpulkan bahwa 99.22% batuan terdiri dari 11 oksida (lihat tabel kanan). Konstituent lainnya hanya terjadi dalam jumlah yang kecil.


Lapisan bumi


Menurut komposisi (jenis dari material) -nya, bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut :



  • Kerak Bumi


  • Mantel Bumi, Mantel bumi terletak di antara kerak dan inti luar bumi. Mantel bumi merupakan batuan yang mengandung magnesium dan silikon. Suhu pada mantel bagian atas ±1300°C-1500°C dan suhu pada mantel bagian dalam ±1500°C-3000°C

  • Inti Bumi


Sedangkan menurut sifat mekanik (sifat dari material) -nya, bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut :



  • Litosfir

  • Astenosfir

  • Mesosfir

  • Inti Bumi bagian luar, Inti bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam bumi yang melapisi inti bumi bagian dalam. Inti bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman antara 2900-4980 km. Inti bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3900°C

  • Inti Bumi bagian dalam, Inti bumi bagian dalam merupakan bagian bumi yang paling dalam atau dapat juga disebut inti bumi. inti bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km. inti bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai 4800°C



Sumber:

Solar System Exploration - National Aeronautics and Space Administration (NASA)

Global earth physics a handbook of physical constants, Washington, DC: American Geophysical Union.

Surface area of our planet covered by oceans and continents.

“Chemical composition of Earth, Venus, and Mercury” Morgan, J. W.; Anders, E. (1980) Proceedings of the National Academy of Science

»»  read more

Arah Rotasi Planet Venus Berlawanan Dengan Arah Rotasi Planet-planet Lain

Planet terdekat kedua dari matahari setelah Merkurius adalah Venus. Planet ini memiliki radius 6.052 km dan mengelilingi matahari dalam waktu 225 hari. Atmosfer Venus mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3% nitrogen, sehingga hampir tidak mungkin terdapat kehidupan.


Arah rotasi Venus searah jarum jam artinya berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lain. Selain itu, jangka waktu rotasi Venus lebih lama daripada jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi matahari.



Venus mempunyai kandungan atmosfernya yang pekat dengan CO2 menyebabkan suhu permukaannya sangat tinggi akibat efek rumah kaca. Atmosfer Venus tebal dan selalu diselubungi oleh awan. Pakar astrobiologi berspekulasi bahwa pada lapisan awan Venus termobakteri tertentu masih dapat melangsungkan kehidupan.


Sumber:

Solar System Exploration - National Aeronautics and Space Administration (NASA)



dan pinginpintar

»»  read more