About Me

Dapatkan berbagai Informasi menarik Disini dari berbagai sumber terpecaya

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Tuesday, July 28, 2009

| 0 comments |

BLI Usul Banderol Pemain Rp 400 Juta-Rp 500 Juta

JAKARTA — CEO Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono akan mengeluarkan manual liga kepada peserta Kompetisi Liga Indonesia untuk menjadi pegangan saat mempersiapkan dana mengikuti kompetisi minimal satu musim mendatang. Salah satu butir manual yang akan ditetapkan BLI adalah mengenai banderol pemain yang akan memperkuat sebuah klub.

"BLI mengajukan banderol seorang pemain, baik lokal, maupun asing berkisar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta yang klubnya dibiayai APBD. Tetapi kalaupun harga seorang pemain itu melebihi banderol yang ditetapkan, dan klub tersebut berminat, bisa saja dicarikan sendiri tambahannya," ungkapnya saat ditemui di sela-sela penukaran tiket MU di sekretariat panitia lokal tur MU di Pintu Satu Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (27/7).


Banderol pemain tersebut, dikatakan Joko, berlaku untuk pemain lokal yang masuk kriteria pemain nasional.

"Pemain nasional pun sebenarnya masih ditentukan oleh beberapa kriteria lagi, seperti pemain nasional aktif dan tidak aktif, itu semua menentukan indeks banderol seorang pemain," ungkapnya.

Selain itu, BLI juga nantinya akan mengeluarkan kriteria pemain yang layak masuk indeks nilai kontrak di klub yang akan mengontraknya. Pemain nantinya akan dilihat dari sikap selama mengikuti kompetisi, kemudian pemain tersebut akan dilihat profesionalismenya sebagai pesepak bola.

"Usia produktif pemain pun tetap menjadi patokan untuk menentukan banderolnya, apakah layak dibayar sesuai dengan banderol termahal atau tidak," kata Joko lagi.

Dengan adanya indeks harga pemain, klub peserta Liga Indonesia sudah bisa bertahan selama setiap musim hanya dengan Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar. Ini tentu saja sangat membantu keuangan sebuah klub.

Joko mengakui, selama ini yang membebankan klub adalah masalah kontrak pemain yang sudah tidak rasional, setidaknya untuk kompetisi di Indonesia. Dia menyebutkan, harga pemain asing sangat tinggi sehingga tidak sedikit klub yang terpaksa kedodoran untuk membayar kontraknya. Padahal, mereka sudah tidak mendapat subsidi dari APBD.

Karena itulah, dengan adanya manual BLI yang salah satunya membatasi banderol pemain, klub sudah tidak pusing lagi melanjutkan roda kompetisi yang diikutinya.


sumber : kompas

Artikel Terkait



0 comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan Anda