About Me

Dapatkan berbagai Informasi menarik Disini dari berbagai sumber terpecaya

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Friday, May 15, 2009

Modal Tur Maut Papua




Image(0) Persela v Sriwijaya (0)

LAMONGAN - Penampilan impresif Sriwijaya FC (SFC) pascamenjungkalkan Persija Jakarta, Minggu (10/5), gagal berlanjut. Kemarin (14/5) di Stadion Surajaya Lamongan, tim berjuluk Laskar Wong Kito hanya main imbang 0-0 dengan tuan rumah Persela Lamongan pada laga ke-31 Djarum Indonesia Super League (DISL).Tambahan satu poin, sudah cukup menggeser Persib Bandung. Sekarang Sriwijaya menjadi posisi ke-3, sementara Persib ke-4. Meski sama-sama mengemas 54 poin plus sama-sama surplus 12 gol. Namun, tim asuhan Rahmad Darmawan saat ini diunggulkan head to head. Sebab, di Jakabaring (9/9/08) lalu Sriwijaya menang 4-2. Giliran ke Jalak Harupat Bandung (17/4), kalah 2-3. Jadi, tim double winners unggul  agregat 6-5. Hanya saja, Sriwijaya masih rawan terlempar. Terutama jika Persib menang atas Persik, Sabtu (16/5) dan Persija menang atas Persitara Jakarta Utara,  Minggu(17/5).“Sebenarnya tim bermain bagus. Tapi, tempo permainan justru lamban. Seharusnya kami tetap menunjukkan karakter bermain cepat,” ungkap Rahmad Darmawan.Kini, ada 3 laga away tersisa. Disebut-sebut sebagai tur maut ke Papua. Sebab, ada 3 tim kuat yang bakal dihadapi. Yaitu lawan PSMS Medan (2/6), Persiwa Wamena (6/6), dan laga pamungkas lawan “juara DISL 2008/09” Persipura Jayapura (10/6). Empat poin di dua laga terakhir, menjadi modal menjalani tur maut tersebut.

  


 “Saya pikir lawan tim berat justru jadi motivasi. Kami tidak takut karena secara pribadi saya kenal karakter Persiwa dan Persipura. Kami bisa dapat poin kalau berkaca dari hasil di dua laga terakhir,” pungkas pelatih 42 tahun.
    Terkait laga lawan Persela, status tuan rumah tidak membuat Persela mendominasi. Bahkan, Coach Widodo Cahyono Putro sempat ketar-ketir karena duet Carlos Raul Scucati-Jimmy Suparno, gagal memberi kontribusi pada Marcio Souza.
    Keduanya pun diganti.  Carlos diganti Andik Ardiansyah menit ke-43. Sementara Jimmy diganti Dicky Firasat menit ke-58. Bahkan, Persela sendiri sempat punya peluang bagus.
    Sebab, Sriwijaya hanya bermain dengan 10 pemain pasca Ambrizal diusir wasit Oki Dwi Putra (Bandung) menit ke-60. Dia keluar karena mendapat kartu kuning kedua. Sebelumnya, Ambrizal mengantongi satu kartu kuning menit ke-51.
    Justru Persela jadi mati kutu. Sriwijaya cenderung jadi bertahan. Bahkan, Marcio Souza sendiri diganjar kartu kuning menit ke-64. Karakter temperamentalnya langsung muncul karena frustasi gagal menembus pertahanan rapat Laskar Wong Kito yang dikawal Tsimi Jacques dan Charis Yulianto.
    Toh begitu, Sriwijaya sesekali melakukan counter attack. Sayangnya, duet Ngon a Djan-Keith Kayamba Gumbs juga gagal menembus pertahanan Persela. “Nyaris tidak ada peluang. Pemain kami kurang tenang. Memang ada beberapa peluang. Tapi, masih jauh untuk berbuah gol. Sriwijaya memang sulit kami tembus,” tukas Coach Widodo.
    Satu poin, tidak mengangkat posisi Persela. Mereka tetap berada di posisi ke-8 klasemen sementara. Bahkan, Persela juga kehilangan Marcio Souza (akumulasi) saat meladeni jamuan Persita Tangerang di Siliwangi Bandung, Kamis (21/5) mendatang.  (mg2/idi/diq/jpnn)

Susunan Pemain
PERSELA: Khoirul Huda (g), FX Yanuar, Fabiano Rossa Beltrame,  Agustiar Batubara, Tommy Rifka, Zaenal Arifin/Charles Putyrai (86’), Alex Robinson, Amsyar Reza, Jimmy Suparno/Dicky Firasat (58’), Raul Carlos Scucati/Andik Ardiansyah (43’), Marcio Souza da Silva

Pelatih: Widodo Cahyono Putro


SRIWIJAYA FC: Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Tsimi Jacques Joel, Ambrizal, Slamet Riyadi, Benben Berlian/Christian Worabay (70’), Zah Rahan, Toni Sucipto, Obiora Richard / M Nasuha (65’), Keith Kayamba, Ngon a Djam/Mauly Lessy (82’)

Pelatih: Rahmad Darmawan





 



sumber : sumeks




Artikel Terkait



0 comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan Anda