PEMAIN belakang selalu dekat dengan kartu kuning atau merah. Fakta tersebut benar-benar dirasakan Ambrizal, defender Sriwijaya FC. Saat imbang 0-0 dengan Persela Lamongan, pria kelahiran Taluk Kuantan Riau, 1 Februari 1981 diganjar kartu merah menit ke-66 oleh wasit Oki Dwi Putra (Bandung).Itu kartu merah tidak langsung. Melainkan karena dua kartu kuning. Masing-masing menit ke-51 dan ke-66. Praktis, pemain yang ditransfer dari Semen Padang pertengahan 2006 lalu, tidak tampil saat lawan PSMS Medan, Selasa, 2 Juni mendatang di Jayapura. Hingga laga ke-31, dia telah mengemas 8 kartu kuning dan 2 kartu merah. “Saya sudah terbiasa dengan kondisi ini. Itu sebuah risiko untuk menghentikan lawan yang mengancam gawang,” ungkap Ambrizal.Khusus untuk kartu merah, ini kali kedua yang dialaminya dalam satu pertandingan. Sebelumnya, pemilik jersey 19 juga menerima kartu merah. Yaitu saat away lawan Persik Kediri, Kamis (23/10/08) lalu. Dia diusir wasit Djajat Sudrajat karena protes berlebih.Saat membela Semen Padang pun dia sudah akrab dengan kartu merah. Salah satunya ketika menghadapi PSPS Pekanbaru.
Dia diusir menit ke-60. Ambrizal juga tidak tampil pada leg pertama dan kedua Copa Dji Sam Soe Indonesia lawan Persibo Bojonegoro. Sebab, diskorsing Badan Liga Indonesia (BLI) atas protes plus acungan jari tengah pada wasit Jimmy Napitupulu saat lawan Persib Bandung, 12 Apri lalu.
“Saya tahu, pemain saya sudah berusaha maksimal dalam tugas masing-masing. Saya pikir, pemain mana pun bisa terkena kartu. Namun, pemain belakang memang paling rawan,” ujar coach Rahmad Darmawan.
Terlepas dari kartu merah, wasit Oki Dwi Putra punya catatan kurang bagus. Setidaknya sempat dirasakan klub Divisi Utama, Persekabpas Pasuruan. Dia dianggap berpihak pada tuan rumah Persik Kediri pada Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) IV, Rabu (12/11/08) lalu. Bahkan, Persekapbas saat itu sempat mogok untuk melanjutkan pertandingan. (mg2)
sumber : sumeks
“Saya tahu, pemain saya sudah berusaha maksimal dalam tugas masing-masing. Saya pikir, pemain mana pun bisa terkena kartu. Namun, pemain belakang memang paling rawan,” ujar coach Rahmad Darmawan.
Terlepas dari kartu merah, wasit Oki Dwi Putra punya catatan kurang bagus. Setidaknya sempat dirasakan klub Divisi Utama, Persekabpas Pasuruan. Dia dianggap berpihak pada tuan rumah Persik Kediri pada Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) IV, Rabu (12/11/08) lalu. Bahkan, Persekapbas saat itu sempat mogok untuk melanjutkan pertandingan. (mg2)
sumber : sumeks
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment
Tinggalkan Pesan Anda