About Me

Dapatkan berbagai Informasi menarik Disini dari berbagai sumber terpecaya

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Thursday, May 14, 2009

Optimistis di Surajaya Persela v Sriwijaya




ImageHari Ini (14/5) Pukul 15.30 WIB

LAMONGAN - Perburuan Sriwijaya FC (SFC) mengejar runner up Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/09 terus dapat rintangan. Tak hanya dari Persiwa Wamena, tapi Persib Bandung pun mulai menyikut.Bahkan, Maung Bandung--julukan Persib-- langsung menggeser skuadra Rahmad Darmawan pascamengalahkan PSMS Medan 2-0, tadi malam (13/5). Persib kini menjadi posisi ke-2, sedangkan SFC menjadi ke-4.Namun, Laskar Wong Kito--julukan Sriwijaya FC--bisa kembali menjaga jarak (gap) dengan Persiwa di runner up. Asal menang lawan Persela Lamongan petang ini pukul 15.30 WIB di Stadion Surajaya, Lamongan.“Penampilan anak-anak sekarang membuat saya makin optimistis. Saya pikir, kami bisa memenangkan laga ini,” ungkap Rahmad Darmawan, kemarin (12/5).Tim double winners tetap minus Budi Sudarsono. Kondisi striker kelahiran Kediri, 19 September 1979 belum fit seratus persen pascadiserang tipus. Namun, tanpa Si Piton--julukan Budi Sudarsono--, Sriwijaya FC tetap brilian. Setidaknya sudah terbukti pada satu pekan terakhir.Yaitu saat mengalahkan Persija Jakarta 4-3 di Gajayana, Malang Minggu (10/5) lalu. Bahkan, pelatih 42 tahun pun sempat “nekad” memarkir winger Isnan Ali,  dan menggantinya dengan Slamet Riyadi.

“Semua pemain saya siap. Pemain yang belum saya turunkan, berarti belum siap. Saya akan memilih pemain yang siap lawan Persela,” lanjut pelatih kelahiran 28 November 1966 ini.
Komposisi pemain lawan Persela, tak akan jauh beda saat menghadapi Persija. Kolaborasi kuartet Zah Rahan, Obiora Richard, Ngon a Djam, dan Keith Kayamba masih jadi pilihan. Kuartet ini pula kunci kemenangan Sriwijaya FC atas Persija.
Namun, minus Wijay (akumulasi kartu), memaksa Rahmad untuk menggantinya dengan M Nasuha. Kondisi ini bukan problem. Sebab, banyak pemain sekelas Wijay yang bisa meng-cover.
“Yang penting pemain bertanggung jawab dengan tugas masing-masing. Tugas paling utama, menghentikan Marcio (Souza) dan Alex (Robinson). Siapapun pemain yang dekat, harus menghentikannya,” pungkas pelatih asal Metro, Lampung ini.
Sementara, Persela sesumbar menang. Meski tanpa sang playmaker I Gede Sukadana. Bahkan, coach Widodo Cahyoni Putro pun mengaku sudah menyiapkan racikan. Terlebih, fighting spirit Dicky Firsat dkk makin meledak pascamenang 4-2 atas PSMS Medan, 10 Mei lalu.
    Menurut pelatih asal Cilacap, Sriwijaya FC tim betabur bintang. Tapi, hanya Ngon a Djam dan Zah Rahan saja yang dianggap paling berbahaya. “Mematikan Zah Rahan dan Ngon, berarti Sriwijaya FC kehilangan separuh kekuatan,” jelasnya.
    Tak hanya Widodo, striker Marcio Souza da Silva (Brasil) pun mengungkap hal senada. Menurut pencetak 17 gol musim ini, dia sudah mengetahui kelemahan Zah. Mereka mencari info dari midfielder mereka sendiri, Alex Robinson.
    “Kami tahu, Alex (Robinson) adalah saudara Zah Rahan. Banyak keterangan yang kami korek darinya. Yah, paling tidak cara menghentikan pergerakannya,” ungkap Marcio.
    Pun demikian dengan defender Fabiano. Dia mengaku fokusnya makin bercabang. Tak hanya menghentikan Zah Rahan, dia juga ditugasi mengawal Ngon a Djam dan Keith Kayamba.
    “Kami banyak berdiskusi. Baik pada pelatih atau sesama pemain. Yang pasti, kami harus kompak menghadapi tim sekelas Sriwijaya,” tukas Fabiano. (mg2/idi/jpnn)

Head to Head
5 Agustus 2008    : Sriwijaya v Persela        : 2-1 (putaran I DISL)
7 Agustus 2007         : Persela v Sriwijaya             : 2-2 (putaran II Ligina)
29 April 2007             : Sriwijaya v Persela            : 5-1 (putaran I Ligina)
11 Agustus 2004         : Persijatim v Persela        : 3-1 (putaran II Ligina)
31 Januari 2004         : Persela v Persijatim        : 3-1 (Putaran I Ligina)



sumber : sumeks



Artikel Terkait



0 comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan Anda