Tim berdiri sejak 2000 sukses menghajar dua tim Djarum Indonesia Super League (DISL). Yaitu Pelita Jaya Jabar dan Arema Malang. Sebelumnya, tim berjuluk Angling Dharmo juga menghajar tim divisi I PPSM Sakti Magelang.
“Itu artinya Persibo adalah ancanam bagi kami. Kalau tidak siap, bisa-bisa kami yang tersingkir. Apala
gi babak 8 besar tetap ada home dan away,” ungkap manajer Sriwijaya MC Baryadi, kemarin (6/5).
Tak heran Persibo dijuluki The Rising Stars. Meski di divisi utama ada di posisi ke-7 klasemen sementara, namun juara divisi I musim 2007 lalu punya banyak pemain berbahaya.
Paling tenar tentu saja Varney pas Boakay. Striker kelahiran 16 Januari 1983 mencetak 7 gol di divisi utama, serta 4 gol di Copa. Satu lagi, Syamsul Arief. Bahkan, pria kelahiran 14 Januari 1985 adalah top skor sementara Copa dengan 8 gol.
Persibo juga punya dia asing lagi. Yaitu Moris Power Bayour (defender) dan Yosef Amoah (striker). Keduanya sangat mobole dan menjadi “ruh” tim. Menurut coach Persibo Sartono Anwar, timnya sedang dirasuki spirit tinggi.
Apalagi, mereka sudah pasti tidak akan degradasi ke divisi I. Praktis, folus ke Copa lebih besar lagi. “Kami tidak mungkin menghindari tim-tim besar. terutama Sriwijaya FC. Tentu, ada persiapan lebih yang harus kami lakukan,” ungkap Sartono. (mg2)
sumber : sumeks






0 comments:
Post a Comment
Tinggalkan Pesan Anda