About Me

Dapatkan berbagai Informasi menarik Disini dari berbagai sumber terpecaya

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Tuesday, March 10, 2009

Ekspansi Asia




ImageSiaran Langsung TPI Pukul 19.00 WIB
Sriwijaya FC v Seoul FC

PALEMBANG - Genderang perang segera ditabuh. Duel Grup F antara Sriwijaya FC versus Seoul FC di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) hari ini (10/3) pukul 19.00 WIB, menjadi satu dari 8 laga pembuka Liga Champions Asia (LCA).Ini sejarah besar. Sebab, ekspansi Asia ini baru terulang lagi setelah 20 tahun terakhir. Tepatnya 1985/1986, saat raksasa Indonesia asal Sumsel, Kramayuda Tiga Berlian (KTB), menjadi juara III LCA (dulu AFC Cup).Laskar Wong Kito (julukan SFC) tak ingin buang peluang. Sebab, status home memberi banyak kemudahan. Terutama dukungan suporter. Berbeda dengan tamunya Seoul FC, yang minus dukungan.Tiga hari lalu, SFC mengalami krisis kiper. Usai kiper utama Ferry Rotinsulu divonis cedera (minimal istirahat dua pekan), giliran Dede Sulaiman bermasalah dengan engkel. Praktis, tertinggal hanya kiper ke-3 Afriyanto.Namun, coach SFC Rahmad Darmawan bisa tersenyum lega. Sebab, Dede dinyatakan pulih. Tak ada lagi keluhan yang dialami kiper kelahiran 3 Maret 1986 ini. “Saya harus melihat berdasarkan fakta. Selama ini Ferry jadi pilihan utama. Tapi, dia tidak main karena cedera. Berarti, Dede dan Afriyanto-lah yang terbaik kondisinya saat ini,” beber Rahmad, kemarin (9/3).Rahmad sendiri menjamin timnya bermain normal. Meski reputasi Seoul lebih mentereng, namun dia menjamin tak ada istilah bertahan. Toh, mereka tetap ingin menikmati laga hingga usai.
“Itu justru jadi motivasi. Bagi saya pribadi, tentu ingin menunjukkan ini lho tim terbaik Indonesia saat ini,” lanjut pelatih asal Metro, Lampung, ini.
Satu hal yang membuat motivasi dan spirit Benben Berlian dkk meledak berlipat-lipat. Yaitu, LCA adalah ajang mempromosikan diri. Grup F salah satu partai neraka. Sebab, selain Seoul, ada dua raksasa lagi, yaitu Gamba Osaka (Jepang) dan Shandong Luneng Taishan (Cina).
“Nilai laga itu yang penting. Sorotan dunia akan lain jika kami bisa mengalahkan raksasa-raksasa tersebut,” sambungnya.
Rahmad mengusung patron 4-4-2.  Trio jugadornya Budi Sudarsono, Ngon a Djam, dan Keith Kayamba diturunkan sekaligus. Tapi, posisi Kayamba sedikit ditarik ke belakang.
Ditariknya Kayamba, karena Rahmad ingin mempersolid lini tengah. Dirinya tahu, mayoritas serangan skuadra Senol Gunes berasal dari tengah. Termasuk sayap kiri dan kanan. Seoul sendiri punya duet maut Jung Jo-Gok dan Dejan Damjanovic.
“Saya banyak melihat rekaman pertandingan mereka. Ada 4 pemain mereka paling berbahaya. Yaitu Dejan (Damjanovic), Adilson (dos Santos), dan dua defender-nya Kim Chi-Gon dan Lee Jong-Min,” pungkas Rahmad.
Sementara itu, coach Seoul FC Senol Gunes mengaku tidak tahu banyak tentang tim double winners. Mereka tidak cukup waktu mempelajari Sriwijaya FC. Apalagi tim yang berdiri sejak Desember 1983 ini menempuh perjalanan jauh dari Seoul, Korsel, hingga Palembang. “Kami hanya lihat video pertandingan mereka saja. Yang saya tahu, Sriwijaya adalah tim dengan passing bagus dan gol-gol cantik,” terang Gunes.
Persiapan Seoul lebih bagus. Sebulan penuh mereka menggelar training center (TC) musim dingin di Antalaya, Turki. Mereka juga banyak uji coba. Di antaranya lawan Sopron FC, klub Divisi I Turki, 31 Januari lalu di Stadion Acadia. Saat itu mereka menang telak 3-0. Striker Jung Jo-Gok mencetak dua gol di laga tersebut.
Tapi, mereka juga kalah di rangkaian uji cobanya. Salah satunya dari tim Divisi I Kroasia, Dinamo Sagreb, 1 Februari lalu. Mereka tumbang 1-5. Namun, hasil training winners, Seoul langsung moncer di laga perdana K-League 2009.
    Mereka menang telak 6-1 atas tuan rumah, Chunnam Dragon di Stadion Dragon Dungeon, 7 Maret lalu. Seoul pun bertengger di capolista K-League 2009. “Seoul punya banyak pemain muda yang baik dan terus berkembang. Saya pikir, ini keunggulan Korsel secara umum. Satu yang lebih penting, anak-anak sangat bernafsu jadi juara,” sambung pelatih yang mengantar Turki juara III di Piala Dunia 2002 di Korsel-Jepang.
    Sama seperti SFC, Seoul ingin menikmati laga perdana. Bahkan, Senol sendiri tidak peduli apakah bisa mencetak gol cepat atau lambat. “Pada 15 menit pertama atau terakhir tidak jadi soal. Lebih penting, kami menikmati laga dan bisa menang,” timpal kapten tim Kim Chi-Gon.(mg2)

Enam Laga Terakhir
Sriwijaya FC
5/3/09    : Persijap v Sriwijaya : 2-2 :DISL 2008/09
1/3/09 : Persita v Sriwijaya : 2-1 :DISL 2008/09
26/2/09 : Sriwijaya v Arema : 3-1 : CDSSI IV 2009
16/2/09 : Sriwijaya v Persik : 2-1 :DISL 2008/09
8/2/09 : Sriwijaya v Arema : 4-0 :DISL 2008/09
4/2/09 : Sriwijaya v PSIS : 2-2 :DISL 2008/09


Seoul FC
7/3/09    : Chunnam v Seoul    : 1-6 : K-League 2009
7/12/08 : Suwon v Seoul    : 2-1 :K-League 2008
3/12/08 : Seoul v Suwon    : 1-1 : K-League 2008
30/11/08: Seoul v Ulsan    : 3-2 : K-League 2008
9/11/08 : Pohang v Seoul: 1-2 : K-League 2008
2/11/08 : Busan v Seoul    : 2-0 : K-League 2008



sumber : sumeks


Artikel Terkait



0 comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan Anda