About Me

Dapatkan berbagai Informasi menarik Disini dari berbagai sumber terpecaya

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Monday, January 26, 2009

Pelita Korban Pertama


PALEMBANG - Salah satu daya tarik Indonesia Super League (2009) adalah Sriwijaya FC. Kans tim berjuluk Laskar Wong Kito jadi juara, masih besar. Meski putaran I lalu, mereka harus tertahan di posisi ke-4 klasemen sementara.
Namun, laga masih panjang. Masih ada putaran II yang menyisahkan 17 laga. Jika konsisten (menang), tak ada yang berani menyangkal kedigdayaan skuadra Rahmad Darmawan. Toh, posisi SFC di zona big four sama sekali tidak terkikis. "Kesempatan hanya sekali untuk juara. Tinggal bagaimana maunya anak-anak. Jika tidak mau menanggung malu, maka harus jaga konsistensi menang. Itu harga mati," ungkap coach Rahmad Darmawan, kemarin (25/1).
Jangan pernah mengatakan "tak mungkin" sebelum ISL usai. Selalu saja ada hal tak terduga, Buktinya, di Copa Dji Sam Soe Indonesia IV saja, para raksasa bertumbangan. Juara dua kali berturut Arema Malang, lebih duluan gugur. Mereka dikalahkan Persibo Bojonegoro, tim yang secara materi tidak sebanding dengan Singo Edan-julukan Arema.
Terakhir, Persiwa Wamena disingkirkan tim divisi utama Persebaya Surabaya. Padahal, raksasa baru dari tanah Papua, digadang-gadang kandidat juara. Entah di ISL ataupun CDSSI. "Jangan pandang remeh tim divisi utama. Mereka semua adalah kuda hitam. Kami sendiri tidak mau tahu terpengaruh dari mana kasta lawan kami. Yang jelas, harus bisa menang," sambung pelatih asal Metro, Lampung.
Berbagai prediksi, memang tidak menjagokan SFC juara. Bahkan, coach timnas Merah Putih Benny Dolo pun, sudah berkoar memuji Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Entah di ISL ataupun di Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) IV.
Alasannya klise. Sejarah besar, sulit terulang untuk kali kedua. Apa yang diraih SFC musim 2007 lalu (double winners), sangat kecil peluangnya terulang di 2008. "Ini justru membuat kami enjoy. Meski sebenarnya tetap jadi beban. Tapi, itu akan kami buktikan. Pelita Jaya akan menjadi korban pertama kami putaran II nanti," timpal asisten manajer Hendri Zainuddin.
Tiga musim terakhir, hanya terjadi tiga kali sua antara SFC dengan Pelita Jaya. Hasilnya, Isnan Ali dkk dua kali menang. Yaitu putaran I pada 11 September 2007. Saat itu menang 1-0 via Christian Lenglolo (sekarang Persema Malang).
Satu lagi di semifinal Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) III pada 10 januari 2008. SFC menang 6-5 via adu penalti. Pelita Jaya hanya menang dikandang sendiri di Mulawarman, Purwakarta (sekarang berhome base di Jalak Harupat Bandung). Saat itu mereka menang 2-0. (mg2)

Sumber : Sumeks

Artikel Terkait



0 comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan Anda